KEHAMILAN
Penyebab Kontraksi Bisa Muncul Lebih Cepat di Trimester 2 Kehamilan
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Senin, 04 May 2026 15:20 WIBKontraksi jelang persalinan biasanya muncul di trimester 3 atau menjelang kelahiran. Namun, ternyata ada juga yang mengalaminya di trimester 2, Bun. Apa sebenarnya penyebab kontraksi bisa muncul lebih cepat di trimester 2?
Trimester kedua kehamilan sering kali menjadi masa-masa kehamilan yang menyenangkan ya, Bunda. Setelah melewati kepayahan di trimester satu, di fase ini biasanya ibu hamil sudah terasa enak makan apa pun dan tak lagi terasa mual.
Selain itu, perut ibu hamil belum terlalu besar sehingga mobilitas masih terasa ringan dan belum menyebabkan ketidaknyamanan yang berarti. Dan yang menakjubkan, di trimester ini membuat ibu hamil bahagia karena mulai merasakan gerakan bayi.
Apa penyebab kontraksi bisa muncul lebih cepat di trimester 2?
Kontraksi yang muncul lebih cepat di trimester 2 merupakan kontraksi braxton. Kontraksi ini merupakan sensasi pengencangan yang dirasakan sebelum persalinan dimulai. Bunda dapat menganggap kontraksi ini sebagai layaknya latihan.
Bunda tidak perlu khawatir karena kontraksi ini sepenuhnya normal dan biasa muncul di trimester kedua atau ketiga. Munculnya kontraksi ini merupakan cara tubuh bersiap untuk persalinan yang sebenarnya seperti dikutip dari laman Cleveland Clinic.
Bunda yang merasakan kontraksi ini rasanya muncul seperti kram menstruasi ringan atau pengencangan acak di perut. Biasanya, rasanya tidak nyaman tetapi Bunda masih bisa beraktivitas seperti biasanya.
Tidak seperti persalinan sungguhan, kontraksi braxton rasanya tidak teratur, tidak semakin kuat atau semakin sering terjadi, tidak menyebabkan dilatasi, dan lainnya.
Berbagai kemungkinan penyebab dari kontraksi ini beragam ya, Bunda. Beberapa penyedia layanan kesehatan berpendapat bahwa kontraksi ini membantu melunakkan dan menipiskan serviks. Mereka memahami bahwa kontraksi ini terjadi ketika rahim Bunda bersiap untuk persalinan.
Biasanya, beberapa hal yang dapat memicu kontraksi ialah dehidrasi, bergerak sangat aktif, ingin buang air kecil, berhubungan seks, mengangkat benda berat, dan lainnya.
Bagaimana membedakan kontraksi braxton dan kontraksi sungguhan?
Agar tidak terkecoh, Bunda perlu memahami perbedaan dari kontraksi braxton dan kontraksi sebenarnya. Biasanya, kontraksi braxton tidak teratur, tidak dapat diprediksi, dan tidak pernah terasa sangat menyakitkan. Kontraksi ini datang dan pergi secara acak dan mereda ketika Bunda mengubah posisi atau berjalan-jalan.
Sementara pada kontraksi persalinan yang sesungguhnya akan datang dengan interval yang lebih teratur dan berlangsung sekitar 60 detik setiap kontraksi. Kontraksi akan terasa semakin menyakitkan dan jaraknya semakin dekat. Selain itu, berbicara dan berjalan akan menjadi sulit.
Kapan perlu menghubungi dokter?
Ada beberapa kondisi tertentu yang membuat Bunda perlu menghubungi dokter ketika mengalami kontraksi. yakni jika Bunda mengalami perdarahan atau keluarnya cairan dari vagina. Lalu, kontraksi teratur, berdekatan, dan berlangsung 30 hingga 90 detik. Ini bisa jadi persalinan sungguhan, baik ketika Bunda sudah mendekati tanggal perkiraan lahir atau belum.
Untuk mengatasi kondisi tersebut dan Bunda merasa lebih nyaman, berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan seperti dikutip dari laman WebMD:
1. Bernapas
2. Cobalah mengosongkan kandung kemih
3. Ubah posisi dengan segera berbaring jika sudah berdiri. Atau segera bergerak jika dari posisi duduk. Biasanya, kontraksi braxton akan berhenti saat Bunda bergerak
4. Minum air secukupnya karena kontraksi dapat dipicu oleh dehidrasi
5. Mandi air hangat
Demikian penjelasan mengenai apabila kontraksi bisa muncul lebih cepat di trimester 2. Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)