KEHAMILAN
Studi Terbaru Bongkar Fakta Mengejutkan di Balik Mual & Muntah Hebat saat Kehamilan
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Kamis, 07 May 2026 11:10 WIBBunda dapat mengalami mual dan muntah hebat saat kehamilan hingga sulit melakukan aktivitas harian. Kondisi mual dan muntah hebat disebut juga hiperemesis gravidarum.
Sudah banyak pakar meneliti soal penyebab dari hiperemesis gravidarum. Salah satunya adalah studi yang mengungkap fakta terbaru soal kondisi mual saat kehamilan dan dikaitkan dengan genetik manusia.
Studi yang diterbitkan pada hari April 2026 di jurnal Nature Genetics ini memberikan bukti bahwa gen untuk hormon growth differentiation factor 15 (GDF15) adalah penyebab utama hiperemesis gravidarum. Penelitian ini juga mengidentifikasi enam gen tambahan yang terkait dengan kondisi tersebut, termasuk satu gen yang mungkin mengontrol produksi peptida mirip glukagon-1 (GPL-1).
Perlu diketahui, GPL-1 merupakan gen yang berperan dalam mengatur insulin dan nafsu makan. Gen ini juga merupakan faktor risiko genetik terbesar untuk kondisi diabetes tipe 2, Bunda.
"Temuan ini akan sangat membantu dalam mengeksplorasi jalan baru untuk terapi dan mencari cara untuk memprediksi, mendiagnosis, mengobati, dan berpotensi mencegah hiperemesis gravidarum di masa depan," kata penulis utama studi, Marlena Fejzo, kepada Live Science.
Menyingkirkan penyebab yang berkaitan dengan hormon kehamilan
Perlu diketahui, hormon kehamilan, yakni human chorionic gonadotropin (hCG), adalah hormon pertama yang diproduksi plasenta setelah pembuahan. Hormon ini dulunya dianggap sebagai penyebab dari hiperemesis gravidarum karena kadarnya melonjak di awal kehamilan.
Selain hCG, hormon estrogen juga sempat dikaitkan sebagai penyebab hiperemesis gravidarum. Pasalnya, kadar hormon ini juga meningkat drastis selama kehamilan.
Namun, penelitian terbaru dari Fejzo dan rekan-rekannya telah memfokuskan perhatian pada GDF15 sebagai kemungkinan penyebab hiperemesis gravidarum. Peneliti setidaknya telah mengidentifikasi mutasi spesifik pada gen GDF15 yang secara signifikan meningkatkan risiko kondisi tersebut, dengan satu mutasi langka yang meningkatkan risiko hingga sepuluh kali lipat.
Para peneliti mengidentifikasi faktor risiko genetik ini menggunakan data dari orang-orang keturunan Eropa. Fejzo mengatakan bahwa dia ingin melihat apakah temuan tersebut dapat digeneralisasikan ke populasi yang lebih beragam.
Perlu diketahui, studi ini menggabungkan data dari sembilan studi independen tentang hiperemesis gravidarum dari seluruh Amerika Serikat dan Eropa. Para peneliti membandingkan seluruh genom dan autosom (kromosom selain kromosom seks X dan Y) dari hampir 11.000 orang yang didiagnosis mengalami hiperemesis gravidarum, dan lebih dari 420.000 orang dengan riwayat kehamilan tetapi tanpa hiperemesis gravidarum.
Sebagian besar data masih berasal dari individu keturunan Eropa. Tetapi, kumpulan data tersebut juga mencakup sekitar 13.000 orang keturunan Asia, lebih dari 1.200 orang keturunan Afrika, dan 75 orang keturunan Latin.
Dari hasil studi, peneliti lalu menemukan 10 gen yang terkait dengan peningkatan risiko hiperemesis gravidarum, dengan gen untuk GDF15 sebagai sinyal teratas di semua populasi.
"Ini adalah asosiasi, jadi kita tidak bisa serta-merta mengatakan bahwa ini adalah hubungan sebab-akibat," ujar Fejzo.
"Namun, studi ini memberikan bukti tidak langsung untuk hubungan sebab-akibat antara hiperemesis gravidarum dan GDF15," sambungnya.
Pada akhirnya, temuan dari studi besar ini digabungkan dengan penelitian sebelumnya. Peneliti pun menetapkan adanya hubungan sebab-akibat antara GDF15 dan kondisi hiperemesis gravidarum pada kehamilan, Bunda.
"Penelitian yang 'sangat bagus' dan 'memperkuat' jalur GDF15 sebagai pendorong utama hiperemesis gravidarum di berbagai populasi yang luas dan beragam," kata dokter gawat darurat yang berspesialisasi dalam hiperemesis gravidarum, Dr. Andrew Housholder.
"Ini seharusnya mengakhiri diskusi tentang hiperemesis gravidarum sebagai sensitivitas terhadap hCG dan estrogen."
Rencana pengobatan dari hasil penelitian
Fejzo dan timnya berencana untuk meluncurkan uji klinis pada musim panas tahun ini, Bunda. Uji klinis akan melibatkan pemberian metformin atau obat diabetes yang dapat meningkatkan GDF15, kepada pasien dengan riwayat hiperemesis gravidarum.
Pasien yang direkrut berencana memiliki lebih banyak anak dalam waktu dekat, sehingga uji klinis ini akan menguji apakah metformin dapat mengurangi sensitivitas mereka terhadap GDF15 sebelum pembuahan. Harapannya adalah untuk mengurangi mual dan muntah mereka setelah hamil.
Demikian temuan studi terbaru tentang penyebab mual hebat saat hamil. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Penyebab Morning Sickness di Awal Kehamilan hingga Tips Mengatasinya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Penyebab & Bahaya Hiperemesis Gravidarum (HeG), Mual Muntah Berlebihan pada Ibu Hamil
9 Komplikasi Hiperemesis Gravidarum pada Ibu Hamil & Cara Mengatasinya
Kenali Penyebab Hiperemesis Gravidarum, Muntah Berlebihan saat Hamil
Kate Middleton Akui Melahirkan Lebih Mudah daripada Hamil berkat Hypnobirthing
TERPOPULER
Ciri Orang yang Terlalu Serius, Sering Mengucapkan 9 Kalimat ini saat Mengobrol
5 Potret Andien Bangun Sekolah Gratis di Kampung Apung, Wujudkan Akses Pendidikan untuk Anak-anak
Indah Permatasari Hamil Anak Kedua, Banjir Ucapan Selamat dari Para Sahabat
15 Resep Olahan Telur untuk Anak agar Tidak Bosan untuk Lauk Simple yang Enak & Praktis
5 Potret Memesona Mahalini Kenakan Hijab saat Tampil di Festival Musik di Aceh
REKOMENDASI PRODUK
5 Panci Pink Anti Lengket & Awet, Koleksi Cantik Bikin Semangat Masak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Prasmanan Stainless Satu Set Terbaik dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Contoh Desain Kartu Ucapan Tasyakuran Kelahiran Anak
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Skintific yang Aman untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ini yang Terjadi pada Plasenta saat Ibu Hamil Terkena Flu
Ciri Orang yang Terlalu Serius, Sering Mengucapkan 9 Kalimat ini saat Mengobrol
5 Potret Andien Bangun Sekolah Gratis di Kampung Apung, Wujudkan Akses Pendidikan untuk Anak-anak
15 Resep Olahan Telur untuk Anak agar Tidak Bosan untuk Lauk Simple yang Enak & Praktis
Indah Permatasari Hamil Anak Kedua, Banjir Ucapan Selamat dari Para Sahabat
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Nobar Liga Champions Tengah Malam? Ini Pilihan Popcorn Caramel buat Rame-Rame
-
Beautynesia
Manfaat Teh Jahe untuk Mengatasi Kembung Menurut Ahli
-
Female Daily
Cinta Laura di Victoria’s Secret Fashion Show 2026, Tampil Anggun dengan ‘Angelic Glow’
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ramalan Zodiak 20 Oktober: Capricorn Makin Harmonis, Aquarius Jangan Spekulasi
-
Mommies Daily
5 Rekomendasi Contour Stick untuk Usia 35+, Hasilnya Natural dan Mudah Di-Apply