HaiBunda

KEHAMILAN

Pakar Ungkap Alasan Banyak Wanita Sering Lupa Rasa Sakit saat Melahirkan

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Minggu, 24 May 2026 21:30 WIB
Ilustrasi Ibu Melahirkan/ Foto: iStock
Jakarta -

Melahirkan menjadi salah satu momen yang tak akan bisa dilupakan oleh seorang Bunda. Tapi, tidak semua perempuan akan mengingat rasa sakit yang dirasakan selama proses persalinan.

Ya, sebagian perempuan mengalami ingatan samar-samar mengenai rasa sakit yang dirasakan saat persalinan. Mereka dapat mengingat detail pengalaman tersebut, tetapi tampaknya tidak dapat mengingat intensitasnya yang akut.

Penyebab para Bunda melupakan detail-detail 'menyakitkan' tersebut biasanya bukan karena kehilangan ingatan yang sebenarnya, tetapi lebih karena ingatan tersebut telah memudar seiring waktu.


Dilansir The Bump, studi yang diterbitkan di jurnal BMC Pregnancy Childbirth tahun 2014 menemukan bahwa para ibu yang diteliti mengingat pengalaman persalinan mereka dengan jelas lima tahun kemudian, bahkan bagian-bagian yang menyakitkan. Studi ini dilakukan terhadap lebih dari 1.000 ibu di Jepang yang melahirkan pada awal tahun 2000-an.

Sebagian besar penelitian tentang mengingat rasa sakit saat melahirkan menyimpulkan bahwa hal itu sangat bervariasi dan multifaktorial. Tak hanya itu, pengalaman juga sulit diukur, baik dari segi persepsi rasa sakit maupun ingatan yang bersifat kompleks dan dapat dimodifikasi.

Sementara itu, penelitian lainnya di jurnal Springerplus tahun 2016 menunjukkan bahwa kepuasan terhadap pengalaman melahirkan, ada atau tidaknya komplikasi, dan penggunaan pilihan pereda nyeri, dapat berkontribusi pada ingatan akan rasa sakit.

Penyebab ibu lupa rasa sakit saat melahirkan

Ada beberapa penyebab yang dapat memengaruhi ingatan seorang Bunda terhadap rasa sakit yang dirasakannya selama persalinan. Berikut faktor-faktor penyebabnya:

1. Faktor hormonal

Perubahan hormon setelah melahirkan dapat berperan dalam mengontrol ingatan. Hormon-hormon ini dapat mengaburkan kenangan negatif yang dialami seorang perempuan saat melahirkan, termasuk rasa sakit yang dirasakan.

"Setelah lahir, tubuh melepaskan oksitosin dalam jumlah tinggi. Hormon ini tidak hanya mendukung bonding ibu dengan bayinya, tetapi juga membantu mengurangi ingatan akan rasa sakit," kata psikoterapis yang berbasis di Encino, California, Janet Bayramyan.

"Secara evolusioner, ini (hilangnya memori terhadap rasa sakit) dapat meningkatkan kemungkinan perempuan untuk memiliki lebih banyak anak," sambungnya.

2. Kemampuan dalam menyimpan kenangan menyakitkan

Beberapa Bunda mengatakan bahwa pengalaman positif seperti menjalin ikatan dengan bayi dapat mengalahkan kenangan yang buruk. Pengalaman positif tersebut tampaknya juga membentuk kemampuan diri untuk menyimpan kenangan terkait persalinan yang menyakitkan

"Kegembiraan, kekaguman, dan kelegaan saat bertemu bayi dapat menciptakan pengalaman emosional yang seiring waktu lebih sering diingat dari pada memori tentang ketidaknyamanan," ungkap Bayramyan.

"Dalam penanganan trauma, kita melihat efek serupa, di mana kondisi emosional yang kuat dapat memperbesar atau meredam detail lainnya," sambungnya.

Beberapa perempuan juga membingkai ulang kisah persalinan mereka dengan fokus pada kekuatan dan kemampuan yang dimiliki. Mereka mengubur ingatan yang tidak menyenangkan dan menggantinya dengan energi positif.

"Bagi sebagian orang, ingatan akan rasa sakit mungkin memudar karena digantikan oleh perasaan positif tentang kekuatan mereka dan bagaimana tubuh mereka berhasil membawa kehidupan ke dunia," ujar psikolog klinis, Abrah Sprung, PhD, PMH-C.

3. Pengaruh budaya

Para ibu baru sering kali dihadapkan pada standar yang tinggi di masyarakat untuk menjadi 'supermom'. Mereka dituntut untuk mampu melewati badai apa pun tanpa mengeluh setelah melahirkan.

Kondisi tersebut secara tidak sadar dapat berpotensi memengaruhi cara kita memproses perjalanan persalinan. Mereka melupakan rasa sakit karena memang seharusnya demikian, Bunda,

"Wanita diajarkan bahwa penderitaan membuat kita menjadi ibu yang 'lebih baik', jadi kita menormalisasi dan meminimalkan rasa sakit," kata Bunda dua anak bernama Brooke.

4. Pengaruh cara kerja otak

Otak memiliki cara luar biasa untuk membantu melewati pengalaman menyakitkan atau traumatis. Otak dapat menyaring sebagian dari informasi yang sulit, termasuk pengalaman menyakitkan saat melahirkan.

"Hipokampus dan amigdala bekerja sama untuk memproses ingatan, tetapi otak dirancang untuk memprioritaskan kelangsungan hidup," kata Bayramyan.

"(Rasa sakit akut) yang tidak lagi menjadi ancaman sering kali disimpan dengan detail yang lebih sedikit, terutama ketika dibayangi oleh peristiwa emosional yang mendalam."

Beberapa ingatan juga dapat bersifat 'kondisional'. Artinya, ingatan seseorang hanya dapat diakses dalam kondisi tertentu.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita umumnya tidak berada dalam kondisi pikiran yang dipenuhi adrenalin dan emosi, sehingga kita tak bisa mengakses atau mengingat intensitas rasa sakit saat persalinan.

Demikian beberapa alasan kenapa ada perempuan yang benar-benar tidak mengingat rasa sakit persalinannya. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Pantangan Bunda Pasca Melahirkan Sebelum 40 Hari

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

3 Keterikatan Emosional Anak yang Bisa Diam-Diam Merusak Hidup Saat Dewasa

Parenting Nadhifa Fitrina

Pakar Ungkap Alasan Banyak Wanita Sering Lupa Rasa Sakit saat Melahirkan

Kehamilan Annisa Karnesyia

Bikin Haru, 5 Potret Arka Anak Tantri 'Kotak' Ikut Nyanyi di Single Terbaru Sang Bunda

Parenting Nadhifa Fitrina

Ciri Perempuan dengan Aura Positif, Bukan Sekadar Murah Senyum

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Cara Membuat Sate Kambing yang Empuk, Tidak Bau, dan Anti Alot

Mom's Life Natasha Ardiah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Bikin Haru, 5 Potret Arka Anak Tantri 'Kotak' Ikut Nyanyi di Single Terbaru Sang Bunda

Pakar Ungkap Alasan Banyak Wanita Sering Lupa Rasa Sakit saat Melahirkan

3 Keterikatan Emosional Anak yang Bisa Diam-Diam Merusak Hidup Saat Dewasa

Ciri Perempuan dengan Aura Positif, Bukan Sekadar Murah Senyum

Awas Si Kecil Kecanduan Scroll Sosial Media, Ini Dampaknya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK