HaiBunda

KEHAMILAN

Kumpulan Doa 4 Bulanan Lengkap Arab, Latin & Artinya

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Senin, 08 Jun 2026 08:00 WIB
Kumpulan Doa 4 Bulanan Lengkap Arab, Latin & Artinya/Foto: Getty Images/Tassii
Jakarta -

Bagi ibu hamil, mengadakan syukuran saat kehamilan menginjak empat bulan menjadi salah satu bentuk syukur sekaligus permohonan yang terbaik di mana ruh janin ditiupkan di fase tersebut. Simak kumpulan doa 4 bulanan lengkap Arab, Latin, & artinya, yuk.

Kehamilan menjadi sebuah rezeki dari Allah kepada setiap pasangan suami istri. Dengan kehadiran keturunan yang dipercayakan Allah pada pasutri tentunya rasa syukur pun tak terhingga.

Gelaran pengajian biasa dihela sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah. Selain itu, helatan pengajian atau syukuran kehamilan tersebut menjadi salah satu ajang untuk mendoakan janin di dalam rahim ibu semoga selalu diberikan kesehatan dan perlindungan sampai persalinan mendatang.


Dalam syukuran atau pengajian 4 bulanan yang biasanya diselenggarakan, ada berbagai doa yang lazim dipanjatkan di dalamnya. Berikut ini beberapa di antaranya ya, Bunda:

Doa 4 bulanan: Arab, Latin, dan artinya

Di masa-masa kehamilan awal, termasuk saat memasuki usia 4 bulan, kondisi janin memang masih sangat rentan dalam perkembangannya. Sehingga, melangitkan doa menjadi salah satu cara agar Allah senantiasa menjaga kandungan Bunda.

Inilah beberapa doa 4 bulanan, Arab, Latin, dan artinya

1. Doa pertama

اَللّٰهُمَّ احْفَظْ مَافى بَطْنِ .....مِنَ الْجَنِيْنِ وَاجْعَلْهُ ذُرِّيَةُ طَيِّبَةً وَاجْعَلْهُ وَلَدًا صَالِحًا صَحِيْحًا مُعَافَى عَاقِلاً حَاذِقًا عَالِمًا عَامِلاً سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفّقًا لِلْخَيْرَاتِ غَنِيًّا سَخِيًّا زَائِرًا لِلْحَرَمَيْنِ ِلاَدَاءِ النُّسُكَيْنِ بَرًّا لِلْوَالِدَيْنِ . اَللّٰهُمَّ اَحْسِنْ خَلْقَهُ وَخُلُقَهُ وَحَسِّنْ صَوْتَهُ لِقِرَأَةِ الْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ وَالْحَدِيْثِ النَّبَوِىِّ بِجَاهِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ . اَللّٰهُمَّ وَفِّقْهُ لِطَاعَتِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ. اَللّٰهُمَّ سَهِّلْ خُرُوْجَهُ عِنْدَ الْوِلاَدَةِ وَارْزُقْهُ وَاُمَّهُ وَوَالِدَهُ السَّلاَمَةَ وَالسَّعَادَةَ وَالْعَافِيَةَ وَالشَّهَادَةَ وَحُسْنَ الْخَاتِمَةِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا "

(Allahummah fadz maa fii bathnii... (sebut nama Bunda yang sedang hamil) minal janiini waj'alhu dzurriyyatan thayyibatan, waj'alhu waladan shalihan shahiihan mu'aataa, 'aaqilan haadziqan 'aaliman 'aamilan sa'iidan marzuuqan lil khairaati, ghaniyyan sakhiyyan zaa-iran ilal haramaini, li adaa-in nusukaini barran lil waalidaini. Allahuma ahsin khalqahu wa hassin shautahu li qiraa-atil qur'aanil kariimi, wal hadiitsin nabawiyyi bijaahi nabiiyika Muhammadin shallalaahu 'alaihi wasallam. Allahuma waffiqhu li thaa'atika wa husni 'ibaadatika. Allahuma sahhil khuruujahu 'indal wilaadati war zuqhu wa ummahu wa waalidahus salaamata was sa'aadata wal 'aafiyata wasy-syahaadata wa husnil khaathimah. Rabbanaa hablanaan min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata aiyuunin waj'alnaa lil muttaqiina immamaa).

Artinya: "Ya Allah, hendaklah Engkau menjaga janin yang bersemayam dalam perut... (nama Bunda), hendaklah Engkau menjadikan janin ini sebagai keturunan yang baik, dan menjadikannya sebagai anak yang saleh, yang sehat, yang selamat sentosa, yang berakal sehat, yang cerdas, yang pandai, yang mengamalkan ilmunya, yang beruntung, yang dianugerahi rizki lapang, yang terbimbing pada perilaku-perilaku baik, yang kaya, yang dermawan, yang berkunjung ke dua negeri Haram (Mekah dan Madinah) untuk menunaikan bentuk ibadah (haji dan umrah) dan yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Ya Allah, baguskanlah dia dalam bentuk rupa dan akhlak, dan baguskanlah suaranya untuk membaca Al-Qu'ran Alkarim dan hadist-hadist Nabi Muhammad SAW. Ya Allah, hendaklah Engkau membimbing anak ini untuk mematuhi-Mu dan mengabdi kepada-Mu dengan baik. Ya Allah, hendaklah Engkau mempermudah kelahiran janin ini dan hendaklah Engkau berikan rezeki padanya, dan kepada ibu-bapaknya keselamatan, keberuntungan, kesejahteraan, ke-syahid-an dan berakhir dengan baik (husnul khatimah). Wahai Tuhan kami, anugerahkan lah kepada kami istri dan anak keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami sebagai imam kaum bertakwa."

2. Doa kedua

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَىٰ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَىٰ ۖ وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

(Falammaa wa dho'atha qolat robbi innii wa dho'tuha untsaa walloohu 'alamu bima wadhoat walaisadz dzakaru kal unstaa wainnii sammaituha maryama wa innii u'idzuha bika wadzurriyyataha minasy syaitoonirrojiimi).

Artinya: "Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu, dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari setan yang terkutuk". (QS. Al-Imran: 36)

3. Doa ketiga

اَللهُمَّ احْفَظْ وَلَدِىْ مَادَامَ فِى بَطْنِىْ وَاشْفِهِ اَنْتَ شَافٍ لاَشِفَاءَ اِلاَّ شِفَاؤُما شِفَاءً لَقاؤُما شِفَاءً لَقاؤُماً اَللهُمَّ صَوِّرْهُ حَسَنَةً وَثَبِّتْ قَلْبَهُ اِيْمَانًابِكَ وَبِرَسُوْلِكَ. اَللهُمَّ اَخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِىْ وَقْتَ وِلاَدَتِىْ سَهْلاً وَّتَسْلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً وَعَاقِلاً حَاذِقًا عَلِمًا عَامِلاً. اللهم طول عمره وصحح جسده وحسن خلقه وافصح لسانه واحسن صوته لقراءة الحديث والقرآن ببركة محمد صلى الله عليه وسلم والحمد لله رب العالمين.

(Allahummahfazh waladii ma daama fii bathnii. Wasyfihi ma'ii. Anta asy-syaafii laa syifaa'an illa syifaa 'uka syifaa 'an laa yughaadiru saqamaa. Allahumma showwirhu hasanatan watabbit qalbahuu iimaanambika wabirasuulika. Allahumma akhrijhu mimbathnii waqta wilaadatii sahlan watasliimaa. Allahummaj'alhu shohiihan kaamilaw wa'aaqilan hadziqon 'aliman 'aamilaa. Allahumma thowwil 'umrohu washohhih jasadahu wahasan khuluqohu wafshoh lisaanahu wa ahsin shoutahu liqirooatil hadiitsi walquraani bibarakati muhammadin shollallahu 'alaihi wa sallam. walhamdulillahi robbil 'aalamiin).

Artinya: "Ya Allah, semoga Engkau lindungi bayiku ini selama ada dalam kandunganku, Berikanlah kesehatan kepadanya bersamaku. Sesungguhnya Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesehatan selain kesehatan yang Engkau berikan, kesehatan yang tidak diakhiri dengan penyakit lain. Ya Allah, bentuklah dia di dalam perut ibunya dalam bentuk yang elok dan tetapkanlah hatinya dalam keimanan kepada-Mu dan Rasul-Mu. Ya Allah, keluarkanlah dia dari perut ibunya pada saat kelahirannya dengan mudah dalam keadaan selamat dan dengan bentuk yang indah dan sempurna. Ya Allah, jadikanlah dia anak yang sehat dan sempurna, berakal yang cerdas, yang alim, dan mau mengamalkan ilmunya. Ya Allah, panjangkanlah umurnya, sehatkanlah tubuhnya, baguskanlah akhlaqnya, fasihkan dan merdukanlah suaranya untuk membaca Al-Qu'ran dan Al Hadist dengan berkah Nabi Muhammad SAW. Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam."

7 Surat yang dibaca saat hamil 4 bulan: Arab, Latin, dan artinya

Untuk membantu melancarkan kehamilan hingga persalinan, memanjatkan doa melalui ayat-ayat Al Qur'an bisa menjadi rutintias yang dilakukan setiap harinya, Bunda. Berikut ini beberapa referensi 7 surat yang dibaca saat hamil 4 bulan seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. QS Al Ikhlas

Membaca surat Al Ikhlas dapat membantu ibu hamil senantiasa diberikan perlindungan oleh Allah serta menjauhkan mereka dari penyakit hati. 

Surat Al-Ikhlas adalah surat urutan ke 112 dalam Al Quran. Berisikan 4 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah.

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١
Qul huwallaahu ahad.

اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢
Allaahusshomad.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣
Lam yalid wa lam yuulad.

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ ٤
Wa lam yakul lahu kufuwan ahad.

2. Ayat kursi

Ayat Kursi Arab:

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥

Ayat Kursi Latin: Allāhu lā ilāha illā huw(a), al-ḥayyul-qayyūm(u), lā ta'khużuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), man żal-lażī yasyfa'u 'indahū illā bi'iżnih(ī), ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min 'ilmihī illā bimā syā'(a), wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ(a), wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm(u).

Arti Ayat Kursi: Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.

3. Al Mulk


تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌۙ

Latin: Tabārakal-lażī biyadihil-mulk(u), wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr(un).

Artinya: "Maha Berkah Dzat yang menguasai (segala) kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,"

ۨالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ

Latin: Allażī khalaqal-mauta wal-ḥayāta liyabluwakum ayyukum aḥsanu 'amalā(n), wa huwal-'azīzul-gafūr(u).

Artinya: "yaitu yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."

الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَاقًاۗ مَا تَرٰى فِيْ خَلْقِ الرَّحْمٰنِ مِنْ تَفٰوُتٍۗ فَارْجِعِ الْبَصَرَۙ هَلْ تَرٰى مِنْ فُطُوْرٍ

Latin: Allażī khalaqa sab'a samāwātin ṭibāqā(n), mā tarā fī khalqir-raḥmāni min tafāwut(in), farji'il-baṣara hal tarā min fuṭūr(in).

Artinya: "(Dia juga) yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu tidak akan melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih ketidakseimbangan sedikit pun. Maka, lihatlah sekali lagi! Adakah kamu melihat suatu cela?"

ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ اِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَّهُوَ حَسِيْرٌ

Latin: Ṡummarji'il-baṣara karrataini yanqalib ilaikal-baṣaru khāsi'aw wa huwa ḥasīr(un).

Artinya: "Kemudian, lihatlah sekali lagi (dan) sekali lagi (untuk mencari cela dalam ciptaan Allah), niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu dengan kecewa dan dalam keadaan letih (karena tidak menemukannya)."

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيْحَ وَجَعَلْنٰهَا رُجُوْمًا لِّلشَّيٰطِيْنِ وَاَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيْرِ

Latin: Wa laqad zayyannas-samā'ad-dun-yā bimaṣābīḥa wa ja'alnāhā rujūmal lisy-syayāṭīni wa a'tadnā lahum 'ażābas-sa'īr(i).

Artinya: "Sungguh, Kami benar-benar telah menghiasi langit dunia dengan bintang-bintang, menjadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat pelempar terhadap setan, dan menyediakan bagi mereka (setan-setan itu) azab (neraka) Sa'ir (yang menyala-nyala)."

وَلِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ

Latin: Wa lil-lażīna kafarū birabbihim 'ażābu jahannam(a), wa bi'sal-maṣīr(u).

Artinya: "Orang-orang yang kufur kepada Tuhannya akan mendapat azab (neraka) Jahanam. Itulah seburuk-buruk tempat kembali."

اِذَآ اُلْقُوْا فِيْهَا سَمِعُوْا لَهَا شَهِيْقًا وَّهِيَ تَفُوْرُۙ

Latin: Iżā ulqū fīhā sami'ū lahā syahīqaw wa hiya tafūr(u).

Artinya: "Apabila dilemparkan ke dalamnya (neraka), mereka pasti mendengar suaranya yang mengerikan saat ia membara."

تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِۗ كُلَّمَآ اُلْقِيَ فِيْهَا فَوْجٌ سَاَلَهُمْ خَزَنَتُهَآ اَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيْرٌۙ

Latin: Takādu tamayyazu minal-gaiẓ(i), kullamā ulqiya fīhā faujun sa'alahum khazanatuhā alam ya'tikum nażīr(un).

Artinya: "(Neraka itu) hampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaganya bertanya kepada mereka, "Tidak pernahkah seorang pemberi peringatan datang kepadamu (di dunia)?"

قَالُوْا بَلٰى قَدْ جَاۤءَنَا نَذِيْرٌ ەۙ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللّٰهُ مِنْ شَيْءٍۖ اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ كَبِيْرٍ

Latin: Qālū balā qad jā'anā nażīr(un), fa każżabnā wa qulnā mā nazzalallāhu min syai'(in), in antum illā fī ḍalālin kabīr(in).

Artinya: "Mereka menjawab, "Pernah! Sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(-nya) dan mengatakan, 'Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun.'" (Para malaikat berkata,) "Kamu tidak lain hanyalah (berada) dalam kesesatan yang besar."

وَقَالُوْا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ اَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِيْٓ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِ

Latin: Wa qālū lau kunnā nasma'u au na'qilu mā kunnā fī aṣḥābis-sa'īr(i).

Artinya: "Mereka juga berkata, "Andaikan dahulu kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), tentulah kami tidak termasuk ke dalam (golongan) para penghuni (neraka) Sa'ir (yang menyala-nyala)."

فَاعْتَرَفُوْا بِذَنْۢبِهِمْۚ فَسُحْقًا لِّاَصْحٰبِ السَّعِيْرِ

Latin: Fa'tarafū biżambihim, fasuḥqal li'aṣḥābis-sa'īr(i).

Artinya: "Mereka mengakui dosanya (saat penyesalan tidak lagi bermanfaat). Maka, jauhlah (dari rahmat Allah) bagi para penghuni (neraka) Sa'ir (yang menyala-nyala) itu."

اِنَّ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ كَبِيْرٌ

Latin: Innal-lażīna yakhsyauna rabbahum bil-gaibi lahum magfiratuw wa ajrun kabīr(un).

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya dengan tanpa melihat-Nya akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar."

وَاَسِرُّوْا قَوْلَكُمْ اَوِ اجْهَرُوْا بِهٖۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌ ۢبِذَاتِ الصُّدُوْرِ

Latin: Wa asirrū qaulakum awijharū bih(ī), innahū 'alīmum bidzatiṣ-ṣudūr(i).

Artinya: "Rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati."

اَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَۗ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ

Latin: Alā ya'lamu man khalaq(a), wa huwal-laṭīful-khabīr(u).

Artinya: "Apakah (pantas) Dzat yang menciptakan itu tidak mengetahui, sedangkan Dia (juga) Maha Halus lagi Maha Mengetahui?"

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖۗ وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ

Latin: Huwal-lażī ja'ala lakumul-arḍa żalūlan famsyū fī manākibihā wa kulū mir rizqih(ī), wa ilaihin-nusyūr(u).

Artinya: "Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu dalam keadaan mudah dimanfaatkan. Maka, jelajahilah segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Hanya kepada-Nya kamu (kembali setelah) dibangkitkan."

ءَاَمِنْتُمْ مَّنْ فِى السَّمَاۤءِ اَنْ يَّخْسِفَ بِكُمُ الْاَرْضَ فَاِذَا هِيَ تَمُوْرُۙ

Latin: A'amintum man fis-samā'i ay yakhsifa bikumul-arḍa fa'iżā hiya tamūr(u).

Artinya: "Sudah merasa amankah kamu dari Dzat yang di langit, yaitu (dari bencana) dibenamkannya bumi oleh-Nya bersama kamu ketika tiba-tiba ia terguncang?"

اَمْ اَمِنْتُمْ مَّنْ فِى السَّمَاۤءِ اَنْ يُّرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًاۗ فَسَتَعْلَمُوْنَ كَيْفَ نَذِيْرِ

Latin: Am amintum man fis-samā'i ay yursila 'alaikum ḥāṣibā(n), fa sata'lamūna kaifa nażīr(i).

Artinya: "Atau, sudah merasa amankah kamu dari Dzat yang di langit, yaitu (dari bencana) dikirimkannya badai batu oleh-Nya kepadamu? Kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku."

وَلَقَدْ كَذَّبَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيْرِ

Latin: Wa laqad każżabal-lażīna min qablihim fakaifa kāna nakīr(i).

Artinya: "Sungguh, orang-orang sebelum mereka pun benar-benar telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka, betapa hebatnya kemurkaan-Ku!"

اَوَلَمْ يَرَوْا اِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صٰۤفّٰتٍ وَّيَقْبِضْنَۘ مَا يُمْسِكُهُنَّ اِلَّا الرَّحْمٰنُۗ اِنَّهٗ بِكُلِّ شَيْءٍۢ بَصِيْرٌ

Latin: Awalam yarau ilaṭ-ṭairi fauqahum ṣāffātiw wa yaqbiḍn(a), mā yumsikuhunna illar-raḥmān(u), innahū bikulli syai'im baṣīr(un).

Artinya: "Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu."

اَمَّنْ هٰذَا الَّذِيْ هُوَ جُنْدٌ لَّكُمْ يَنْصُرُكُمْ مِّنْ دُوْنِ الرَّحْمٰنِۗ اِنِ الْكٰفِرُوْنَ اِلَّا فِيْ غُرُوْرٍۚ

Latin: Am man hāżal-lażī huwa jundul lakum yanṣurukum min dūnir-raḥmān(i), inil-kāfirūna illā fī gurūr(in).

Artinya: "Atau, siapakah yang akan menjadi bala tentara bagimu yang dapat menolongmu selain (Allah) Yang Maha Pengasih? Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu."

اَمَّنْ هٰذَا الَّذِيْ يَرْزُقُكُمْ اِنْ اَمْسَكَ رِزْقَهٗ ۚ بَلْ لَّجُّوْا فِيْ عُتُوٍّ وَّنُفُوْرٍ

Latin: Am man hāżal-lażī yarzuqukum in amsaka rizqah(ū), bal lajjū fī 'utuwwiw wa nufūr(in).

Artinya: "Atau, siapakah yang dapat memberimu rezeki jika Dia menahan rezeki-Nya? Sebaliknya, mereka terus-menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri (dari kebenaran)."

اَفَمَنْ يَّمْشِيْ مُكِبًّا عَلٰى وَجْهِهٖٓ اَهْدٰىٓ اَمَّنْ يَّمْشِيْ سَوِيًّا عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ

Latin: Afamay yamsyī mukibban 'alā wajhihī ahdā ammay yamsyī sawiyyan 'alā ṣirāṭim mustaqīm(in).

Artinya: "Apakah orang yang berjalan dengan wajah tertelungkup itu lebih mendapatkan petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?"

قُلْ هُوَ الَّذِيْٓ اَنْشَاَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ

Latin: Qul huwal-lażī ansya'akum wa ja'ala lakumus-sam'a wal-abṣāra wal-af'idah(ta), qalīlam mā tasykurūn(a).

Artinya: "Katakanlah, "Dialah Dzat yang menciptakanmu dan menjadikan bagimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani. (Akan tetapi,) sedikit sekali kamu bersyukur."

قُلْ هُوَ الَّذِيْ ذَرَاَكُمْ فِى الْاَرْضِ وَاِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ

Latin: Qul huwal-lażī żara'akum fil-arḍi wa ilaihi tuḥsyarūn(a).

Artinya: "Katakanlah, "Dialah yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi dan kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan."

وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

Latin: Wa yaqūlūna matā hāżal-wa'du in kuntum ṣādiqīn(a).

Artinya: "Mereka berkata, "Kapankah (datangnya) janji (azab) ini jika kamu orang-orang benar?"

قُلْ اِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللّٰهِ ۖوَاِنَّمَآ اَنَا۠ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ

Latin: Qul innamal-'ilmu 'indallāh(i), wa innamā ana nażīrum mubīn(un).

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Sesungguhnya ilmu (tentang hari Kiamat itu) hanya ada pada Allah. Aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas."

فَلَمَّا رَاَوْهُ زُلْفَةً سِيْۤـَٔتْ وُجُوْهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَقِيْلَ هٰذَا الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تَدَّعُوْنَ

Latin: Falammā ra'auhu zulfatan sī'at wujūhul-lażīna kafarū wa qīla hāżal-lażī kuntum bihī tadda'ūn(a).

Artinya: "Ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat) sudah dekat, wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dikatakan (kepada mereka), "Ini adalah (sesuatu) yang dahulu kamu selalu mengaku (bahwa kamu tidak akan dibangkitkan)."

قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ اَهْلَكَنِيَ اللّٰهُ وَمَنْ مَّعِيَ اَوْ رَحِمَنَاۙ فَمَنْ يُّجِيْرُ الْكٰفِرِيْنَ مِنْ عَذَابٍ اَلِيْمٍ

Latin: Qul ara'aitum in ahlakaniyallāhu wa mam ma'iya au raḥimanā, famay yujīrul-kāfirīna min 'ażābin alīm(in).

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Tahukah kamu jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersamaku atau memberi rahmat kepada kami (dengan memperpanjang umur kami,) lalu siapa yang dapat melindungi orang-orang kafir dari azab yang pedih?"

قُلْ هُوَ الرَّحْمٰنُ اٰمَنَّا بِهٖ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَاۚ فَسَتَعْلَمُوْنَ مَنْ هُوَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ

Latin: Qul huwar-raḥmānu āmannā bihī wa 'alaihi tawakkalnā, fasata'lamūna man huwa fī ḍalālim mubīn(in).

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Dialah Dzat Yang Maha Pengasih, kami beriman kepada-Nya dan hanya kepada-Nya kami bertawakal. Kelak kamu akan tahu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata."

قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ اَصْبَحَ مَاۤؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَّأْتِيْكُمْ بِمَاۤءٍ مَّعِيْنٍ

Latin: Qul ara'aitum in aṣbaḥa mā'ukum gauran famay ya'tīkum bimā'im ma'īn(in).

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Terangkanlah kepadaku jika (sumber) air kamu surut ke dalam tanah, siapa yang akan memberimu air yang mengalir?"

4.  Al Insyirah

1) أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

A lam nasyraḥ laka ṣadrak

Artinya: Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?

2) وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ

Wa waḍa'nā 'angka wizrak

Artinya: dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,

3) ٱلَّذِىٓ أَنقَضَ ظَهْرَكَ

Allażī angqaḍa ẓahrak

Artinya: yang memberatkan punggungmu?

4) وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ

Wa rafa'nā laka żikrak

Artinya: dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,

5) فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

Fa inna ma'al-'usri yusrā

Artinya: karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,

6) إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

Inna ma'al-'usri yusrā

Artinya: sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

7) فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ

Fa iżā faragta fanṣab

Artinya: Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,

5. Ar Rahman

ٱلرَّحْمَٰنُ

Arab-Latin: ar-raḥmān

1. (Tuhan) Yang Maha Pemurah,

عَلَّمَ ٱلْقُرْءَانَ

'allamal-qur`ān

2. Yang telah mengajarkan al Quran.

خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ

khalaqal-insān

3. Dia menciptakan manusia.

عَلَّمَهُ ٱلْبَيَانَ

'allamahul-bayān

4. Mengajarnya pandai berbicara.

ٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ

asy-syamsu wal-qamaru biḥusbān

5. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.

وَٱلنَّجْمُ وَٱلشَّجَرُ يَسْجُدَانِ

wan-najmu wasy-syajaru yasjudān

6. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.

وَٱلسَّمَآءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ ٱلْمِيزَانَ

was-samā`a rafa'ahā wa waḍa'al-mīzān

7. Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).

أَلَّا تَطْغَوْا۟ فِى ٱلْمِيزَانِ

allā taṭgau fil-mīzān

8. Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.

وَأَقِيمُوا۟ ٱلْوَزْنَ بِٱلْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا۟ ٱلْمِيزَانَ

wa aqīmul-wazna bil-qisṭi wa lā tukhsirul-mīzān

9. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.

وَٱلْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ

wal-arḍa waḍa'ahā lil-anām

10. Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya).

فِيهَا فَٰكِهَةٌ وَٱلنَّخْلُ ذَاتُ ٱلْأَكْمَامِ

fīhā fākihatuw wan-nakhlu żātul-akmām

Artinya: 11. Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.

وَٱلْحَبُّ ذُو ٱلْعَصْفِ وَٱلرَّيْحَانُ

wal-ḥabbu żul-'aṣfi war-raiḥān

12. Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

13. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِن صَلْصَٰلٍ كَٱلْفَخَّارِ

khalaqal-insāna min ṣalṣāling kal-fakhkhār

14. Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,

وَخَلَقَ ٱلْجَآنَّ مِن مَّارِجٍ مِّن نَّارٍ

wa khalaqal-jānna mim mārijim min nār

15. dan Dia menciptakan jin dari nyala api.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

16. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

رَبُّ ٱلْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ ٱلْمَغْرِبَيْنِ

rabbul-masyriqaini wa rabbul-magribaīn

17. Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

18. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

مَرَجَ ٱلْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ

marajal-baḥraini yaltaqiyān

19. Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,

بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيَانِ

bainahumā barzakhul lā yabgiyān

20. antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

21. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

يَخْرُجُ مِنْهُمَا ٱللُّؤْلُؤُ وَٱلْمَرْجَانُ

yakhruju min-humal-lu`lu`u wal-marjān

22. Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

23. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

وَلَهُ ٱلْجَوَارِ ٱلْمُنشَـَٔاتُ فِى ٱلْبَحْرِ كَٱلْأَعْلَٰمِ

wa lahul-jawāril-munsya`ātu fil-baḥri kal-a'lām

24. Dan kepunyaan-Nya lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

25. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ

kullu man 'alaihā fān

26. Semua yang ada di bumi itu akan binasa.

وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو ٱلْجَلَٰلِ وَٱلْإِكْرَامِ

wa yabqā waj-hu rabbika żul-jalāli wal-ikrām

27. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

28. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

يَسْـَٔلُهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِى شَأْنٍ

yas`aluhụ man fis-samāwāti wal-arḍ, kulla yaumin huwa fī sya`n

29. Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

30. Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?

سَنَفْرُغُ لَكُمْ أَيُّهَ ٱلثَّقَلَانِ

sanafrugu lakum ayyuhaṡ-ṡaqalān

31. Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

32. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

يَٰمَعْشَرَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ إِنِ ٱسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا۟ مِنْ أَقْطَارِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ فَٱنفُذُوا۟ ۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَٰنٍ

yā ma'syaral-jinni wal-insi inistaṭa'tum an tanfużụ min aqṭāris-samāwāti wal-arḍi fanfużụ, lā tanfużụna illā bisulṭān

33. Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

34. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّن نَّارٍ وَنُحَاسٌ فَلَا تَنتَصِرَانِ

yursalu 'alaikumā syuwāẓum min nāriw wa nuḥāsun fa lā tantaṣirān

35. Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya).

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

36. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

فَإِذَا ٱنشَقَّتِ ٱلسَّمَآءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَٱلدِّهَانِ

fa iżansyaqqatis-samā`u fa kānat wardatang kad-dihān

37. Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

38. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُسْـَٔلُ عَن ذَنۢبِهِۦٓ إِنسٌ وَلَا جَآنٌّ

fa yauma`iżil lā yus`alu 'an żambihī insuw wa lā jānn

39. Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

40. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

يُعْرَفُ ٱلْمُجْرِمُونَ بِسِيمَٰهُمْ فَيُؤْخَذُ بِٱلنَّوَٰصِى وَٱلْأَقْدَامِ

yu'raful-mujrimụna bisīmāhum fa yu`khażu bin-nawāṣī wal-aqdām

41. Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandannya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

42. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

هَٰذِهِۦ جَهَنَّمُ ٱلَّتِى يُكَذِّبُ بِهَا ٱلْمُجْرِمُونَ

hāżihī jahannamullatī yukażżibu bihal-mujrimụn

43. Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa.

يَطُوفُونَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيمٍ ءَانٍ

yaṭụfụna bainahā wa baina ḥamīmin ān

44. Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air mendidih yang memuncak panasnya.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

45. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ جَنَّتَانِ

wa liman khāfa maqāma rabbihī jannatān

46. Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

47. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?,

ذَوَاتَآ أَفْنَانٍ

żawātā afnān

48. Kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

49. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

فِيهِمَا عَيْنَانِ تَجْرِيَانِ

fīhimā 'aināni tajriyān

50. Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

51. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

فِيهِمَا مِن كُلِّ فَٰكِهَةٍ زَوْجَانِ

fīhimā ming kulli fākihatin zaujān

52. Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

53. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

مُتَّكِـِٔينَ عَلَىٰ فُرُشٍۭ بَطَآئِنُهَا مِنْ إِسْتَبْرَقٍ ۚ وَجَنَى ٱلْجَنَّتَيْنِ دَانٍ

muttaki`īna 'alā furusyim baṭā`inuhā min istabraq, wa janal-jannataini dān

54. Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

55. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

فِيهِنَّ قَٰصِرَٰتُ ٱلطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَآنٌّ

fīhinna qāṣirātuṭ-ṭarfi lam yaṭmiṡ-hunna insung qablahum wa lā jānn

56. Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

57. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

كَأَنَّهُنَّ ٱلْيَاقُوتُ وَٱلْمَرْجَانُ

ka`annahunnal-yāqụtu wal-marjān

58. Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

59. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

هَلْ جَزَآءُ ٱلْإِحْسَٰنِ إِلَّا ٱلْإِحْسَٰنُ

hal jazā`ul-iḥsāni illal-iḥsān

60. Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

61. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

وَمِن دُونِهِمَا جَنَّتَانِ

wa min dụnihimā jannatān

62. Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

63. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

مُدْهَآمَّتَانِ

mud-hāmmatān

64. Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

65. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

فِيهِمَا عَيْنَانِ نَضَّاخَتَانِ

fīhimā 'aināni naḍḍākhatān

66. Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

67. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

فِيهِمَا فَٰكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ

fīhimā fākihatuw wa nakhluw wa rummān

68. Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

69. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

فِيهِنَّ خَيْرَٰتٌ حِسَانٌ

fīhinna khairātun ḥisān

70. Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

71. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

حُورٌ مَّقْصُورَٰتٌ فِى ٱلْخِيَامِ

ḥụrum maqṣụrātun fil-khiyām

72. (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

73. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَآنٌّ

lam yaṭmiṡ-hunna insung qablahum wa lā jānn

74. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

75. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

مُتَّكِـِٔينَ عَلَىٰ رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَعَبْقَرِىٍّ حِسَانٍ

muttaki`īna 'alā rafrafin khuḍriw wa 'abqariyyin ḥisān

76. Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

77. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

تَبَٰرَكَ ٱسْمُ رَبِّكَ ذِى ٱلْجَلَٰلِ وَٱلْإِكْرَامِ

tabārakasmu rabbika żil-jalāli wal-ikrām

78. Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia.

6. Al Waqiah

Salah satu keutamaan dari membaca surat Al Waqiah ialah diberikan keselamatan dan dijauhkan dari kesempitan, dicukupi segala kebutuhannya, dan hidupnya dijauhkan dari kesulitan. Berikut ini kutipan QS Al Waqiah ayat 1-20:

1. إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ

iżā waqa'atil-wāqi'ah
Artinya: "Apabila terjadi hari Kiamat,"

2. لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ۘ

laisa liwaq'atihā kāżibah
Artinya: "Terjadinya tidak dapat didustakan (disangkal)."

3. خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ

khāfiḍatur rāfi'ah
Artinya: "(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain)."

4. إِذَا رُجَّتِ الْأَرْضُ رَجًّا

iżā rujjatil-arḍu rajjā
Artinya: "Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya,"

5. وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا

wa bussatil-jibālu bassā
Artinya: "Dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya,"

6. فَكَانَتْ هَبَاءً مُنْبَثًّا

fa kānat habā`am mumbaṡṡā
Artinya: "Maka jadilah ia debu yang beterbangan,"

7. وَّكُنْتُمْ اَزْوَاجًا ثَلٰثَةً ۗ

wa kuntum azwājan ṡalāṡah
Artinya: "Dan kamu menjadi tiga golongan,"

8. فَأَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ

fa aṣ-ḥābul-maimanati mā aṣ-ḥābul-maimanah
Artinya: "Yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu,"

9. وَأَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ

wa aṣ-ḥābul-masy`amati mā aṣ-ḥābul-masy`amah
Artinya: "Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu,"

10. وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ

was-sābiqụnas-sābiqụn
Artinya: "Dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk surga)."

11. أُولَٰئِكَ الْمُقَرَّبُونَ

ulā`ikal-muqarrabụn
Artinya: "Mereka itulah orang yang dekat (kepada Allah),"

12. فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ

fī jannātin-na'īm
Artinya: "Berada dalam surga kenikmatan,"

13. ثُلَّةٌ مِنَ الْأَوَّلِينَ

ṡullatum minal-awwalīn
Artinya: "segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,"

14. وَقَلِيلٌ مِنَ الْآخِرِينَ

wa qalīlum minal-ākhirīn
Artinya: "dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian."

15. عَلَىٰ سُرُرٍ مَوْضُونَةٍ

'alā sururim mauḍụnah
Artinya: "Mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata,"

16. مُّتَّكِـِٕيْنَ عَلَيْهَا مُتَقٰبِلِيْنَ

muttaki`īna 'alaihā mutaqābilīn
Artinya: "mereka bersandar di atasnya berhadap-hadapan."

17. يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ

yaṭụfu 'alaihim wildānum mukhalladụn
Artinya: "Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,"

18. بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ

bi`akwābiw wa abārīqa wa ka`sim mim ma'īn
Artinya: "dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir,"

19. لَا يُصَدَّعُونَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُونَ

lā yuṣadda'ụna 'an-hā wa lā yunzifụn
Artinya: "mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,"

20. وَفَاكِهَةٍ مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ

wa fākihatim mimmā yatakhayyarụn
Artinya: "dan buah-buahan apa pun yang mereka pilih,"

7.  Surat Yasin

Surat Yasin menyimpan banyak kebaikan dunia dan akhirat bagi siapa saja yang membacanya. Dijelaskan dalam kitab Khaziinah al-Asraar karya Sayyid Muhammad Haq an-nazily dikatakan, "Orang yang membaca surat Yasin akan mendapatkan syafa'at (pertolongan) dan orang yang mendengarkannya akan diampuni Allah. Ia akan membawa kebaikan yang merata bagi yang membacanya. Berikut ini kutipan Surat Yasin ayat 1-40:

يسٓ

1. yā sīn. Yaa siin

وَٱلْقُرْءَانِ ٱلْحَكِيمِ

2. wal-qur`ānil-ḥakīm. Demi Al Quran yang penuh hikmah,

إِنَّكَ لَمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ

3. innaka laminal-mursalīn. Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul,

عَلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

4. 'alā ṣirāṭim mustaqīm. (yang berada) diatas jalan yang lurus,

تَنزِيلَ ٱلْعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ

5. tanzīlal-'azīzir-raḥīm. (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,

لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّآ أُنذِرَ ءَابَآؤُهُمْ فَهُمْ غَٰفِلُونَ

6. litunżira qaumam mā unżira ābā`uhum fa hum gāfilụn. Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.

لَقَدْ حَقَّ ٱلْقَوْلُ عَلَىٰٓ أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

7. laqad ḥaqqal-qaulu 'alā akṡarihim fa hum lā yu`minụn. Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, kerena mereka tidak beriman.

إِنَّا جَعَلْنَا فِىٓ أَعْنَٰقِهِمْ أَغْلَٰلًا فَهِىَ إِلَى ٱلْأَذْقَانِ فَهُم مُّقْمَحُونَ

8. innā ja'alnā fī a'nāqihim aglālan fa hiya ilal-ażqāni fa hum muqmaḥụn. Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu dileher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.

وَجَعَلْنَا مِنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ

9. wa ja'alnā mim baini aidīhim saddaw wa min khalfihim saddan fa agsyaināhum fa hum lā yubṣirụn. Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.

وَسَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

10. wa sawā`un 'alaihim a anżartahum am lam tunżir-hum lā yu`minụn. Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.

إِنَّمَا تُنذِرُ مَنِ ٱتَّبَعَ ٱلذِّكْرَ وَخَشِىَ ٱلرَّحْمَٰنَ بِٱلْغَيْبِ ۖ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ

11. innamā tunżiru manittaba'aż-żikra wa khasyiyar-raḥmāna bil-gaīb, fa basysyir-hu bimagfiratiw wa ajring karīm 11. Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.

إِنَّا نَحْنُ نُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا۟ وَءَاثَٰرَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنَٰهُ فِىٓ إِمَامٍ مُّبِينٍ

12. innā naḥnu nuḥyil-mautā wa naktubu mā qaddamụ wa āṡārahum, wa kulla syai`in aḥṣaināhu fī imāmim mubīn. Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).

وَٱضْرِبْ لَهُم مَّثَلًا أَصْحَٰبَ ٱلْقَرْيَةِ إِذْ جَآءَهَا ٱلْمُرْسَلُونَ

13. waḍrib lahum maṡalan aṣ-ḥābal-qaryah, iż jā`ahal-mursalụn. Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka.

إِذْ أَرْسَلْنَآ إِلَيْهِمُ ٱثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوٓا۟ إِنَّآ إِلَيْكُم مُّرْسَلُونَ

14. iż arsalnā ilaihimuṡnaini fa każżabụhumā fa 'azzaznā biṡāliṡin fa qālū innā ilaikum mursalụn. (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang di utus kepadamu".

قَالُوا۟ مَآ أَنتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا وَمَآ أَنزَلَ ٱلرَّحْمَٰنُ مِن شَىْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ

15. qālụ mā antum illā basyarum miṡlunā wa mā anzalar-raḥmānu min syai`in in antum illā takżibụn. Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka".

قَالُوا۟ رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّآ إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ

16. qālụ rabbunā ya'lamu innā ilaikum lamursalụn. Mereka berkata: "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu".

وَمَا عَلَيْنَآ إِلَّا ٱلْبَلَٰغُ ٱلْمُبِينُ

17. wa mā 'alainā illal-balāgul-mubīn. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas".

قَالُوٓا۟ إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ ۖ لَئِن لَّمْ تَنتَهُوا۟ لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ

18. qālū innā taṭayyarnā bikum, la`il lam tantahụ lanarjumannakum wa layamassannakum minnā 'ażābun alīm. Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami".

قَالُوا۟ طَٰٓئِرُكُم مَّعَكُمْ ۚ أَئِن ذُكِّرْتُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ

19. qālụ ṭā`irukum ma'akum, a in żukkirtum, bal antum qaumum musrifụn. Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampui batas".

وَجَآءَ مِنْ أَقْصَا ٱلْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱتَّبِعُوا۟ ٱلْمُرْسَلِينَ

20. wa jā`a min aqṣal-madīnati rajuluy yas'ā qāla yā qaumittabi'ul-mursalīn. Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu".

ٱتَّبِعُوا۟ مَن لَّا يَسْـَٔلُكُمْ أَجْرًا وَهُم مُّهْتَدُونَ

21. ittabi'ụ mal lā yas`alukum ajraw wa hum muhtadụn. Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

وَمَا لِىَ لَآ أَعْبُدُ ٱلَّذِى فَطَرَنِى وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

22. wa mā liya lā a'budullażī faṭaranī wa ilaihi turja'ụn. Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan?

ءَأَتَّخِذُ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةً إِن يُرِدْنِ ٱلرَّحْمَٰنُ بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّى شَفَٰعَتُهُمْ شَيْـًٔا وَلَا يُنقِذُونِ

23. a attakhiżu min dụnihī ālihatan iy yuridnir-raḥmānu biḍurril lā tugni 'annī syafā'atuhum syai`aw wa lā yungqiżụn 23. Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafa'at mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?

إِنِّىٓ إِذًا لَّفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

24. innī iżal lafī ḍalālim mubīn. Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.

إِنِّىٓ ءَامَنتُ بِرَبِّكُمْ فَٱسْمَعُونِ

25. innī āmantu birabbikum fasma'ụn 25. Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku.

قِيلَ ٱدْخُلِ ٱلْجَنَّةَ ۖ قَالَ يَٰلَيْتَ قَوْمِى يَعْلَمُونَ

26. qīladkhulil-jannah, qāla yā laita qaumī ya'lamụn. Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke surga". Ia berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kamumku mengetahui.

مَا غَفَرَ لِى رَبِّى وَجَعَلَنِى مِنَ ٱلْمُكْرَمِينَ

27. bimā gafara lī rabbī wa ja'alanī minal-mukramīn. Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan"

۞ وَمَآ أَنزَلْنَا عَلَىٰ قَوْمِهِۦ مِنۢ بَعْدِهِۦ مِن جُندٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا كُنَّا مُنزِلِينَ

28. wa mā anzalnā 'alā qaumihī mim ba'dihī min jundim minas-samā`i wa mā kunnā munzilīn. Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.

إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَٰحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَٰمِدُونَ

29. ing kānat illā ṣaiḥataw wāḥidatan fa iżā hum khāmidụn. Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.

يَٰحَسْرَةً عَلَى ٱلْعِبَادِ ۚ مَا يَأْتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ

30. yā ḥasratan 'alal-'ibād, mā ya`tīhim mir rasụlin illā kānụ bihī yastahzi`ụn. Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.

أَلَمْ يَرَوْا۟ كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّنَ ٱلْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُونَ

31. a lam yarau kam ahlaknā qablahum minal-qurụni annahum ilaihim lā yarji'ụn. Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka.

وَإِن كُلٌّ لَّمَّا جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ

32. wa ing kullul lammā jamī'ul ladainā muḥḍarụn. Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.

وَءَايَةٌ لَّهُمُ ٱلْأَرْضُ ٱلْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَٰهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ

33. wa āyatul lahumul-arḍul-maitatu aḥyaināhā wa akhrajnā min-hā ḥabban fa min-hu ya`kulụn. Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan dari padanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan.

وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّٰتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَٰبٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ ٱلْعُيُونِ

34. wa ja'alnā fīhā jannātim min nakhīliw wa a'nābiw wa fajjarnā fīhā minal-'uyụn. Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,

لِيَأْكُلُوا۟ مِن ثَمَرِهِۦ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ

35. liya`kulụ min ṡamarihī wa mā 'amilat-hu aidīhim, a fa lā yasykurụn. supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْأَزْوَٰجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ

36. sub-ḥānallażī khalaqal-azwāja kullahā mimmā tumbitul-arḍu wa min anfusihim wa mimmā lā ya'lamụn. Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

وَءَايَةٌ لَّهُمُ ٱلَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ ٱلنَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظْلِمُونَ

37. wa āyatul lahumul-lailu naslakhu min-hun-nahāra fa iżā hum muẓlimụn. Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan.

وَٱلشَّمْسُ تَجْرِى لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْعَلِيمِ

38. wasy-syamsu tajrī limustaqarril lahā, żālika taqdīrul-'azīzil-'alīm. dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

وَٱلْقَمَرَ قَدَّرْنَٰهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَٱلْعُرْجُونِ ٱلْقَدِيمِ

39. wal-qamara qaddarnāhu manāzila ḥattā 'āda kal-'urjụnil-qadīm. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.

لَا ٱلشَّمْسُ يَنۢبَغِى لَهَآ أَن تُدْرِكَ ٱلْقَمَرَ وَلَا ٱلَّيْلُ سَابِقُ ٱلنَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِى فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

40. lasy-syamsu yambagī lahā an tudrikal-qamara wa lal-lailu sābiqun-nahār, wa kullun fī falakiy yasbaḥụn. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

Makna syukuran 4 bulan kehamilan menurut Islam

Perayaan rasa syukur atas kehamilan biasanya diwujudkan dalam gelaran pengajian ataupun acara syukuran seperti 4 bulanan. Momen ini menjadi bentuk rasa syukur dan upaya memohon perlindungan bagi janin di dalam rahim yang di fase tersebut memasuki periode ditiupkan ruh.

Seperti dijelaskan DR. Dr. H. Imam Rasjidi, SpOG (K) Onk dalam buku Panduan Kehamilan Muslimah. Menurutnya, Allah SWT meniupkan ruh-Nya kepada janin di bulan ke-4. 

Di dalam Islam sendiri, periode pemberian ruh memang terjadi setelah 120 hari sejak permulaan kehamilan atau mulai usia kehamilan 4 bulan. Berdasarkan keterangan dari Adil bin Yusuf al-'Izazy' dalam Buku Panduan Kehamilan: Perspektif Islam dan Kedokteran Modern, bahwa periode usia kehamilan 4 bulan merupakan fase yang dimaksud dalam Surat Al Mu'minun ayat 14 yang berbunyi:

"Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik."

Terkait syukuran 4 bulanan, Imam Rasjidi menambahkan agar mengisi acara tersebut dengan membaca surat-surat pilihan. Hal ini dimaksudkan agar bayi yang dilahirkan senantiasa sehat dan memiliki kepribadian yang baik.

Sesuai tradisi masyarakat kita, biasanya pada minggu ini selalu diadakan selamatan 4 bulanan dan kedua orang tua dianjurkan untuk membaca surat-surat pilihan, seperti surat Yusuf dan surat Maryam agar bayi yang dilahirkan memiliki kepribadian dan paras yang tampan seperti Nabi Yusuf atau paras yang cantik seperti Siti Maryam, ibunda Nabi Isa AS, seperti ditulisnya.

Hukum mengadakan syukuran 4 bulanan

Mengadakan syukuran seperti syukuran 4 bulanan banyak diadakan masyarakat sebagai bentuk syukur mereka kepada Allah SWT. Di dalam Islam, tidak ada anjuran yang secara detail mengatur perihal tersebut. Sah-sah saja melakukan syukuran 4 bulanan meski kebiasaan tersebut bukan bagian dari syariat Islam.

Para ulama terdahulu mengatakan bahwa syukuran boleh-boleh saja digelar asalkan tujuannya baik dan tidak mengarah pada bentuk kegiatan syirik, seperti dikutip dari laman Detikhikmah.

Pernyataan tersebut merujuk pada surat Al-A'raf ayat 189:

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِ فَلَمَّا أَثْقَلَتْ دَعَوَا اللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحًا لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ

Artinya: "Dia lah zat yang telah menciptakan kalian dari diri yang satu dan darinya Dia ciptakan istrinya agar ia merasa senang kepadanya. Maka ketika ia telah mencampurinya, sang istri mengandung dengan kandungan yang ringan dan teruslah ia dengan kandungan ringan itu. Lalu ketika ia merasa berat kandungannya keduanya berdoa kepada Allah Tuhannya, "Apabila Engkau beri kami anak yang saleh maka pastilah kami termasuk orang-orang yang bersyukur."

Kutipan dari ayat di atas menafsirkan bagaimana kehidupan Nabi Adam dan Hawa dan menceritakan beratnya perjuangan perempuan di masa-masa awal kehamilan yang berlanjut dengan perut yang membesar dan melewati fase persalinan.

Nabi Adam dan Hawa pun sering berdoa memohon kepada Allah agar diberikan keselamatan dan keberkahan untuk calon anaknya tersebut. Dari situlah, para ulama kemudian mempercayai bahwa acara syukuran boleh saja dilakukan asalkan diisi dengan memanjatkan doa dan mengucap syukur pada Allah atas kehamilan yang diberikan.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

En Caul, Fenomena Bayi Lahir Masih Terbungkus Kantung Ketuban

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Cara Mengenali Orang Cerdas dari Sikap Menyebalkannya Menurut Pakar

Mom's Life Azhar Hanifah

Anak Cerdas Berawal dari Kebiasaan Sederhana Ini, Simak Kata Peneliti

Parenting Azhar Hanifah

Kumpulan Doa 4 Bulanan Lengkap Arab, Latin & Artinya

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Resep Croffle Gurih dan Renyah, Seenak Kafe Terkenal

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Terbaru Ziona Anak Joanna Alexandra yang Idap Penyakit Langka

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

15 Nama Anak Artis Indonesia Berawalan K dan Artinya, Bagus Penuh Makna

9 Cara Mengenali Orang Cerdas dari Sikap Menyebalkannya Menurut Pakar

Anak Cerdas Berawal dari Kebiasaan Sederhana Ini, Simak Kata Peneliti

Kumpulan Doa 4 Bulanan Lengkap Arab, Latin & Artinya

Resep Croffle Gurih dan Renyah, Seenak Kafe Terkenal

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK