HaiBunda

KEHAMILAN

Dampak Paparan Virus Zika saat Hamil, Picu Gangguan Penglihatan & Pendengaran Anak

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 10 Jun 2026 13:20 WIB
Ilustrasi Ibu Hamil Terpapar Virus Zika/ Foto: Getty Images/iStockphoto/urbazon
Jakarta -

Ibu hamil perlu waspada dengan paparan virus Zika. Studi terbaru kembali menemukan dampak paparan virus selama kehamilan bisa menyebabkan masalah perkembangan pada anak setelah lahir, termasuk gangguan penglihatan dan pendengaran.

Virus Zika adalah virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes yang terinfeksi. Virus ini dikenal bisa menyebabkan cacat lahir yang parah, seperti kerusakan otak serta mikrosefali atau ukuran kepala dan otak, yang jauh lebih kecil dibandingkan rata-rata ukuran normal.

Sejauh ini, masih sedikit yang dipahami oleh ilmuwan tentang penyebab 30 persen bayi lahir dari ibu terpapar virus Zika, tidak menunjukkan gejala fisik, namun mengalami masalah perkembangan termasuk gangguan penglihatan dan pendengaran.


Nah, untuk lebih memahami apa yang terjadi pada bayi baru lahir yang terinfeksi Zika, profesor terapi okupasi dari University of Wisconsin-Madison Karla Ausderau dan rekan-rekannya mempelajari dampak tersembunyi dari paparan virus Zika pada anak setelah lahir. Para peneliti ini menggunakan subjek monyet rhesus betina yang sedang hamil di Wisconsin National Primate Research Center.

Hewan-hewan tersebut terpapar virus Zika atau plasebo pada awal kehamilan. Para ilmuwan lalu mengikuti perkembangan bayi monyet tersebut selama satu tahun dengan melakukan tes perilaku, penilaian penglihatan dan pendengaran, serta pengamatan sosial.

Studi menemukan bahwa, monyet yang terpapar virus sebelum lahir, terlepas dari status vaksinasi ibunya, memiliki peningkatan risiko keterlambatan penglihatan, gangguan pendengaran, dan perubahan dalam keterikatan dengan ibu meskipun tidak menunjukkan gejala yang terlihat saat lahir. Temuan pada bayi monyet tersebut diasosiasikan seperti bayi manusia.

Paparan virus Zika dan gangguan mata pada bayi

Dalam studi, para peneliti menemukan gangguan dalam cara mata berkomunikasi dengan otak atau disebut disfungsi visual kortikal. Jenis gangguan penglihatan ini juga terlihat pada anak-anak yang mengalami kesulitan penglihatan meskipun memiliki mata yang sehat.

Keterlambatan penglihatan dini muncul sejak usia tiga bulan, dan perbedaan tersebut hilang pada usia 12 bulan. Meski temuan cukup meyakinkan, perubahan penglihatan dini tersebut tidak memprediksi tantangan perkembangan di kemudian hari dan gangguan awal ini mungkin menandakan efek yang lebih luas dari paparan prenatal.

"Bayi yang terpapar Zika sebelum lahir menunjukkan perubahan perkembangan sosial-emosional dan perubahan fungsi visual kortikal selama masa bayi, bahkan ketika mereka tampak sehat saat lahir," kata profesor pediatri UW-Madison dan salah satu penulis studi, Emma Mohr, dilansir laman MedicalXpress.

"Kami tidak dapat memprediksi hasil tersebut dari karakteristik infeksi ibu, yang merupakan masalah jika kami mencoba mengidentifikasi bayi mana yang membutuhkan pengawasan lebih ketat," sambungnya.

Paparan virus Zika dan gangguan pendengaran bayi dan masalah sosial

Dalam studi ini, para peneliti juga menemukan bahwa gangguan pendengaran lebih sering terjadi pada bayi yang terpapar Zika saat di dalam kandungan, dibandingkan pada hewan yang tidak terpapar. Meski begitu, perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik.

Sementara dari sisi masalah sosial, bayi yang terpapar Zika diketahui menghabiskan lebih banyak waktu 'menempel' pada ibunya daripada yang biasanya dilakukan pada usia ini. Selain itu, mereka juga mengalami peningkatan berat badan lebih banyak daripada kelompok kontrol karena peningkatan akses terhadap ASI.

Para peneliti percaya bahwa keterikatan yang berkepanjangan ini mungkin mencerminkan kesulitan dalam pemrosesan sensorik, pengaturan emosi, dan penilaian ancaman. Semua keterampilan tersebut sangat penting untuk perkembangan sosial anak setelah lahir, Bunda.

Bayi yang terpapar Zika juga menunjukkan penurunan pengendalian diri pada situasi baru yang lebih cepat dari yang diharapkan. Perilaku ini mungkin menandakan kecemasan dini, keterlambatan pembelajaran emosional, atau kesulitan dalam menafsirkan informasi sensorik dari lingkungan yang berisiko.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications ini menunjukkan pesan yang jelas. Paparan Zika selama kehamilan dapat memengaruhi perkembangan awal, bahkan tanpa adanya cacat lahir yang terlihat.

"Anak-anak yang terpapar Zika selama kehamilan membutuhkan tindak lanjut perkembangan saraf jangka panjang, bukan hanya sekadar dinyatakan sehat saat lahir," ungkap Mohr.

"Hal-hal yang kami temukan tidak akan terdeteksi dalam pemeriksaan rutin, tetapi itu semua dapat membentuk pembelajaran, perilaku, dan perkembangan sosial anak-anak seiring pertumbuhannya."

Menurut para penulis studi, penelitian ini juga memperkuat argumen untuk pemantauan perkembangan rutin semua anak yang terpapar virus selama kehamilan, terlepas dari ada atau tidaknya gejala saat lahir. Deteksi dini dapat memungkinkan intervensi tepat waktu ketika keterlambatan muncul. Mereka juga menekankan bahwa pencegahan tetap menjadi hal yang penting.

"Vaksin dan pengendalian nyamuk masih merupakan alat terbaik yang kita miliki. Begitu sudah terinfeksi, kerusakan mungkin sudah terlanjur terjadi," ujar Mohr.

Demikian hasil studi terbaru yang mengungkap dampak paparan virus Zika selama kehamilan pada bayi setelah lahir. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Imunisasi Ibu Hamil, Ketahui Waktu Pemberian & Harganya, Bun

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Ummi Quary Umrah, Menangis hingga Bahagia Bisa Pegang Ka'bah

Mom's Life Annisa Karnesyia

Termakan Hoaks Keramas Pakai Telur Mentah agar Hamil, Bunda Ini Kini Bangun Komunitas Online

Kehamilan Amrikh Palupi

Daftar Negara yang Terletak Paling Selatan di Dunia dan ASEAN, Beri Tahu Si Kecil Bun

Parenting Elia Amaliana

Cerita Bunda Hamil setelah 8 Tahun Menanti, Bayinya Ternyata Tumbuh di Luar Rahim

Kehamilan Annisa Karnesyia

Cara Mengenali Orang Pura-Pura Pintar dari Percakapannya Sehari-hari

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Daftar Negara yang Terletak Paling Selatan di Dunia dan ASEAN, Beri Tahu Si Kecil Bun

Kisah Pilu dari Gempa di Manggarai Timur NTT, Ibu dan 2 Anak Tewas Tertimbun Reruntuhan

Termakan Hoaks Keramas Pakai Telur Mentah agar Hamil, Bunda Ini Kini Bangun Komunitas Online

Potret Ummi Quary Umrah, Menangis hingga Bahagia Bisa Pegang Ka'bah

Cara Melatih Anak Berpikir Kritis di Era AI, Orang Tua Bisa Lakukan Ini

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK