kehamilan
7 Cara Menghilangkan Air Liur Berlebihan saat Hamil
HaiBunda
Sabtu, 13 Jun 2026 13:40 WIB
Daftar Isi
Perubahan selama kehamilan mungkin banyak dialami dan membutuhkan adaptasi termasuk bagaimana produksi air liur yang semakin banyak dari biasanya. Simak yuk, 7 cara menghilangkan air liur berlebihan saat hamil, Bun.
Selain tubuh yang semakin berisi, ternyata ada juga perubahan lain yang ibu alami selama kehamilan. Salah satunya yakni air liur yang makin melimpah dan tentunya membuat bumil tidak nyaman.
Penyebab air liur berlebihan saat hamil
Mengutip dari laman Baby Center, air liur berlebih disebut dengan ptyalism atau siarorrhea sementara pada ibu hamil disebut ptyalism gravidarum.Â
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya cukup sering melihat ptyalism ringan," kata Kristin Cohen, DNP, seorang bidan bersertifikat dan praktisi perawat perawatan kesehatan perempuan bersertifikat di New Jersey.Â
Ditambahkan Cohen bahwa kondisi ini diperkirakan lebih umum terjadi pada orang-orang keturunan Haiti dan Afrika. "Dalam praktik saya, saya memang melihat kedua populasi pasien ini lebih terpengaruh. Biasanya tidak terlalu parah namun ibu hamil menyadari air liurnya kemudian berlebih dan merasa terganggu. Meski demikian, kondisinya masih dapat diatasi," tuturnya.
Dalam keadaan normal, kelenjar ludah menghasilkan sekitar 1 1/2 liter per hari tetapi umumnya tidak ada yang menyadari hal ini karena setiap orang menelan terus menerus setiap waktu. Jadi, jika Bunda merasa tiba-tiba memiliki lebih banyak air liur di mulut setelah hamil, sebenarnya Bunda mungkin sedang memproduksi lebih banyak atau menelan lebih sedikit, atau bahkan kombinasi keduanya.
Sebagian perempuan bahkan merasakan mereka mengeluarkan lebih banyak air liur dari biasanya ketika mual. Dalam kondisi hamil dan air liur melimpah membuat ibu hamil jadi terus ingin meludah dan sepenuhnya hal ini normal terjadi, Bun.
Beberapa penyebab mengapa terjadi lebih banyak air liur di trimester pertama di antaranya dikarenakan hal berikut:
1. Perubahan hormonal
Para ahli tidak tahu mengapa beberapa perempuan memiliki air liur berlebihan di awal kehamilannya, tetapi perubahan hormonal mungkin menjadi salah satu penyebabnya.
2. Mual
Merasa mual dapat membuat ibu hamil mencoba menelan lebih sedikit dan hal ini justru menyebabkan air liur menumpuk di mulut.Â
3. Mulas
Produksi air liur yang lebih banyak dapat dikaitkan dengan mulas yang umum terjadi selama kehamilan. Mulas sebenarnya dapat menyebabkan iritasi (dari asam lambung) pada kerongkongan, yang kemudian merangsang kelenjar air liur untuk menetralkan asam lambung dengan memproduksi lebih banyak air liur.
4. Masalah gigi
Kerusakan gigi dan infeksi mulut dapat menyebabkan air liur berlebih. Jadi, pastikan untuk tetap melakukan kunjungan rutin ke dokter gigi saat hamil.
5. Iritan
Iritan tertentu seperti asap dapat menyebabkan peningkatan air liur seperti halnya beberapa obat, paparan racun (merkuri dan pestisida), dan beberapa kondisi medis.
Kapan air liur berlebihan umumnya terjadi saat hamil?
Menumpuknya air liur selama hamil sebenarnya gejala yang normal terjadi selama kehamilan, Bun. Biasanya, gejala ini terjadi di awal kehamilan kurang lebih selama tiga bulan pertama atau trimester pertama kehamilan.
Meskipun hal ini membuat para ibu hamil merasa tidak nyaman, ada banyak alasan mengapa kondisi tersebut terjadi. Para ahli menduga ini merupakan cara tubuh untuk melindungi mulut, gigi, dan tenggorokan dari efek korosif asam lambung.
Seperti diketahui bahwa kombinasi faktor dalam kehamilan dapat meningkatkan jumlah refluks yang mungkin terjadi bahkan jika Bunda tidak merasa sakit sekalipun. Dan, kelebihan air liur membantu menopang efek destruktif tersebut.
Kapan berhenti meludah atau produksi air berlebihan berkurang saat hamil?
Seperti banyak gejala kehamilan lainnya, kondisi air liur berlebih yang mengganggu akan berlalu setelah trimester pertama kehamilan atau memasuki trimester kedua.
Namun, ada kasus langka hal tersebut berlanjut hingga persalinan dan bahkan meningkat seiring perkembangan kehamilan. Meskipun kondisi ini sangat tidak nyaman dan bisa berlangsung sepanjang kehamilan, produksi air liur berlebih tidaklah membahayakan bayi. Sehingga, Bunda tidak perlu panik jika memang kondisinya masih terus berlanjut setelah trimester pertama.
Sejauh ini, tidak ada bukti bahwa produksi air liur berlebih selama kehamilan akan menyebabkan komplikasi pada kehamilan dan bayi. Namun, hal tersebut dapat memengaruhi kenyamanan selama kehamilan.
Selain lebih sering meludah, Bunda mungkin mengalami pembengkakan kelenjar ludah dan hal itu dapat memengaruhi tidur Bunda. Bunda juga mungkin merasa malu untuk meludah atau menelan lebih sering sehingga hal itu dapat membatasi keinginan untuk keluar rumah.Â
Cara mencegah air liur berlebihan saat hamil
Kondisi air liur berlebihan saat hamil tentu membuat Bunda jadi tidak nyaman. Sayangnya, belum diketahui adanya obat atau kebiasaan prenatal yang dapat mencegah air liur yang berlebihan selama kehamilan seperti dikutip dari laman Whattoexpect.
Cobalah untuk menghadapinya dengan tenang dan pahamilah bahwa kondisi tersebut bersifat sementara dan akan segera berlalu. Jika Bunda merasa khawatir dan tidak nyaman, konsultasikan hal tersebut dengan dokter untuk mendapatkan treatment terbaik.
Cara menghilangkan air liur berlebihan saat hamil
Dalam keseharian, kita semua tentunya menelan air liur tanpa henti. Namun, ada juga sebagian orang yang mengalami kesulitan menelan air liur dan menyebabkan air liurnya menumpuk di mulut dan tenggorokan di mana menyebabkan mereka 'ngiler'.Â
Agar kondisi tersebut bisa diminimalisir, ingatlkan tubuh untuk menelan lebih sering sehingga air liur dapat dibersihkan secara efektif. Berikut ini beberapa tips cara menghilangkan air liur berlebihan saat hamil:
1. Menyikat gigi dengan teratur dan gunakan obat kumur beberapa kali sehari
2. Makan makanan kecil dan seimbang secara teratur dan jangan makan banyak makanan bertepung
3. Minumlah banyak air dan minumlah sedikit demi sedikit secara teratur
4. Telan air liur berlebih jika memungkinkan
5. Cobalah mengisap permen keras atau mengunyah permen karet tanpa gula. Hal ini tidak akan mengurangi produksi air liur tetapi dapat membantu mengurangi rasa mual akibat air liur berlebih
6. Mengisap es
7. Makan atau minum sesuatu yang asam, seperti mengisap irisan lemon
Itulah cara menghilangkan air liur berlebihan saat hamil. Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Apa Bedanya Baby Brain dan Mom Brain? Keduanya Bisa Dialami Bumil Lho
Kehamilan
Aroma Payudara Berubah saat Hamil, Normalkah? Simak Kata Pakar
Kehamilan
7 Ucapan yang Bisa Bikin Bumil Down
Kehamilan
Catat! Ini 5 Cara Cepat Hamil yang Wajib Dilakukan Calon Bunda
Kehamilan
Bunda Perlu Tahu, Penyebab Ibu Hamil Jadi Lebih Sensitif dan Mudah Menangis
9 Foto
Kehamilan
9 Potret Gaya Busana Keluarga Kerajaan Inggris Usai Melahirkan
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Stres atau Tidak? Kondisi Mental Ibu Hamil Kelak Bisa Dideteksi dengan Air Liur
Tes Kehamilan dengan Air Liur: Cara Kerja, Akurasi, dan Faktanya
Bunda Ini Alami Gejala Hamil yang Unik, Perut Berbunyi Aneh Seperti Kodok