KEHAMILAN
Hiperemesis Gravidarum Memengaruhi 1 dari 50 Ibu Hamil di Dunia, Ketahui Gejalanya
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Minggu, 21 Jun 2026 16:20 WIBSebagian besar perempuan mengalami mual dan muntah pada awal kehamilan, terutama pada trimester pertama. Kondisi ini sering dikenal sebagai morning sickness, Bunda.
Mual dan muntah pada awal kehamilan umumnya disebabkan oleh perubahan hormon dan perubahan metabolisme tubuh. Dilansir laman Independent, morning sickness sering kali membaik setelah tiga bulan pertama kehamilan.
Namun, sekitar satu dari 50 ibu hamil atau 1 hingga 3 persen di seluruh dunia, mengalami morning sickness yang sangat ekstrem, sehingga mereka tidak dapat makan atau minum secara normal atau melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi yang disebut hiperemesis gravidarum ini dapat berlangsung sepanjang kehamilan dan berbahaya bagi ibu maupun janinnya.
Penyebab hiperemesis gravidarum
Para ilmuwan awalnya menganggap penyebab hiperemesis gravidarum adalah hormon kehamilan, yakni human chorionic gonadotropin (hCG). Namun, saat ini para ilmuwan sudah mengetahui penyebab utamanya adalah kadar GDF15 yang tinggi. GDF15 merupakan hormon yang berfungsi sebagai sinyal untuk mengatur metabolisme energi, nafsu makan, dan respons tubuh terhadap stres.
Sensitivitas seseorang terhadap GDF15 bergantung pada seberapa banyak hormon ini diproduksi tubuh perempuan sebelum kehamilan. Perempuan dengan kadar GDF15 pra-kehamilan yang rendah secara alami lebih sensitif terhadap GDF15 yang diproduksi plasenta selama kehamilan, dibandingkan dengan mereka yang kadarnya sudah tinggi sebelum kehamilan.
Itu artinya, memiliki kadar GDF15 pra-kehamilan yang rendah merupakan faktor risiko untuk mengembangkan hiperemesis gravidarum, Bunda. Namun, meskipun ada tes darah yang dapat mengukur kadar GDF15, pemeriksaan hormon ini belum digunakan untuk mendiagnosis hiperemesis gravidarum.
Selain kadar GDF15, ada beberapa faktor yang dikaitkan dengan peningkatan risiko hiperemesis gravidarum saat hamil, yakni:
- Pernah mengalami kondisi ini pada kehamilan sebelumnya
- Kehamilan ganda (kembar dua, kembar tiga, atau lebih)
- Hamil untuk pertama kalinya
- Riwayat keluarga hiperemesis gravidarum
- Riwayat mabuk perjalanan atau migrain
Gejala hiperemesis gravidarum
Melansir dari Healthline, berikut beberapa gejala hiperemesis gravidarum yang paling umum selama kehamilan:
- Merasa mual hampir terus-menerus
- Kehilangan nafsu makan
- Sering muntah
- Mengalami dehidrasi
- Merasa pusing atau kepala terasa ringan
- Kehilangan lebih dari 5 persen berat badan akibat mual atau muntah
"Hiperemesis gravidarum biasanya dimulai pada trimester pertama kehamilan. Gejalanya bisa datang dan pergi. Jadi mungkin ada saat-saat ibu hamil membutuhkan perawatan di rumah sakit untuk mengatasi gejala, dan ada saat-saat lain ketika ia merasa lebih baik," kata pakar kesehatan Wendy A. Satmary, MD.
Penanganan hiperemesis gravidarum
Sebelum ditangani, Bunda dengan gejala hiperemesis gravidarum mesti menjalani pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis. Di awal pemeriksaan, dokter biasanya akan mencari tanda-tanda umum hiperemesis gravidarum, seperti tekanan darah yang sangat rendah atau denyut nadi yang cepat.
Sampel darah dan urine mungkin juga diperlukan untuk memeriksa tanda-tanda dehidrasi. Dokter dapat meminta tes tambahan untuk menyingkirkan masalah pencernaan sebagai penyebab mual atau muntah. Pemeriksaan USG kemungkinan diperlukan untuk mengetahui apakah ibu hamil kembar atau apakah ada masalah.
Setelah diagnosis ditegakkan, pengobatannya akan dilakukan tergantung pada tingkat keparahan gejala, Bunda. Pengobatan dapat berupa pemberian vitamin tertentu hingga mendapatkan cairan infus.
"Terkadang, pengobatan dini untuk morning sickness dapat menurunkan risiko terkena hiperemesis gravidarum. Dokter mungkin merekomendasikan metode pencegahan mual alami, seperti pemberian vitamin B6, konsumsi jahe, makan lebih sedikit tapi sering, minum banyak cairan untuk tetap terhidrasi," ujar Satmary.
"Tapi tidak seperti morning sickness pada umumnya hiperemesis gravidarum membutuhkan perawatan medis. Jika tidak dapat menahan cairan atau makanan karena mual atau muntah terus-menerus, maka pasien perlu mendapatkannya melalui infus."
Penggunaan obat-obatan anti-mual juga bisa diresepkan oleh dokter. Obat-obatan ini dapat diaplikasikan dengan berbagai cara, seperti diminum, disuntikkan, atau berbentuk pengobatan topikal.
Demikian gejala dan penanganan hiperemesis gravidarum saat hamil. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Wajib Coba, Bun! 7 Makanan ini Bantu Redakan Mual saat Hamil
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Keluhan Hipermesis Gravidarum Terjadi di Usia Kehamilan Berapa Minggu? Simak Cara Mengatasinya
Penyebab & Bahaya Hiperemesis Gravidarum (HeG), Mual Muntah Berlebihan pada Ibu Hamil
Kate Middleton Akui Melahirkan Lebih Mudah daripada Hamil berkat Hypnobirthing
Cara Mengatasi Hiperemesis Gravidarum, Mual & Muntah Hebat Saat Hamil
TERPOPULER
Bukan WhatsApp-Telegram, Gen Z Kini Kirim Pesan dengan Cara ala Merpati
Potret Pernikahan Mario Caesar Personel NPD & Givina, Raisa Bawakan Lagu
Ciri Anak Sering Bohong dan Alasan di Baliknya
Frisian Flag Hadirkan Tanggal Merah untuk Ibu di Bandung, Yuk Jeda Sejenak dan Ciptakan Momen Bermakna
Potret Oki Setiana Dewi dan Anak-anak Kembali ke Mesir usai Liburan di Indonesia
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Slow Juicer Tanpa Ampas, Cocok untuk Pencinta Jus Segar
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Anak Sering Sakit? Ini 5 Vitamin untuk Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
Jangan Dibunuh, Ini 5 Obat Penghilang Semut yang Diklaim Ampuh sampai Tuntas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Food Processor Terbaik & Kelebihannya Dibanding Blender
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lip Product dalam Kemasan Squeeze Tube yang Praktis Digunakan
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Bukan WhatsApp-Telegram, Gen Z Kini Kirim Pesan dengan Cara ala Merpati
Ciri Anak Sering Bohong dan Alasan di Baliknya
Potret Pernikahan Mario Caesar Personel NPD & Givina, Raisa Bawakan Lagu
Apakah Janin Sudah Bisa Mengikuti Ritme Siang dan Malam? Ini Kata Studi
Sering Tidur dengan Lampu Menyala? Waspadai Dampaknya bagi Jantung
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Cari Motor dengan Gaya Klasik yang Tetap Enak buat Harian? Coba XSR 155
-
Beautynesia
Fashion Nation 20th Edition Dibuka Meriah dengan Koleksi Mel Ahyar Archipelago dan TOTON
-
Female Daily
Jangan Asal Layering, Ini Ingredients Skincare yang Nggak Boleh Dicampur!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Kim Kardashian & Lewis Hamilton Makin Go Public, Mesra di Acara High-Profile
-
Mommies Daily
7 Tempat Kursus Bahasa Isyarat untuk Pemula, dari Online hingga Tatap Muka