HaiBunda

KEHAMILAN

Mengapa Diabetes Gestasional Hanya Terjadi pada Sebagian Ibu Hamil? Begini Penjelasan Pakar

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 25 Jun 2026 13:40 WIB
Mengapa Diabetes Gestasional Hanya Terjadi pada Sebagian Kehamilan? Begini Penjelasan Pakar/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Nagaiets
Jakarta -

Diabetes gestasional merupakan kondisi khusus kehamilan yang menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Penyebabnya sering dikaitkan dengan faktor hormonal hingga gaya hidup.

Tidak semua ibu hamil memiliki risiko yang sama untuk mengalami diabetes gestasional, Bunda. Ya, sebagian ibu hamil dapat mengalami peningkatan kadar gula darah yang berujung pada diabetes gestasional, sementara yang lain tidak.

Diabetes gestasional biasanya menghilang setelah bayi lahir. Tidak seperti diabetes tipe 1 atau tipe 2, ini bukan kondisi seumur hidup, tetapi dapat membawa risiko serius jangka pendek dan jangka panjang bagi ibu dan bayi.


Mengapa diabetes gestasional hanya terjadi pada sebagian kehamilan?

"Tidak ada jawaban yang pasti, tetapi ini merupakan kombinasi dari gaya hidup, genetika, dan peran kompleks hormon kehamilan, khususnya hormon yang dilepaskan oleh plasenta," kata Profesor di University of Newcastle, Kirsty Pringle dari Universitas Newcastle, dilansir laman Hunter Medical Research Institute (HMRI).

Faktor hormon

Diabetes gestasional dikaitkan dengan perubahan hormon. Selama kehamilan, plasenta memproduksi hormon yang secara alami dapat meningkatkan resistensi insulin. Namun pada beberapa ibu hamil, resistensi insulin ini menjadi terlalu parah hingga menyebabkan diabetes.

"Kehamilan itu sendiri merupakan kondisi resistensi insulin. Sel-sel ibu hamil menjadi kurang sensitif terhadap insulin, sehingga glukosa tetap berada di aliran darah lebih lama. Pada kehamilan yang sehat, ini membantu memberi nutrisi pada bayi" ungkap Pringle.

"(Namun) Beberapa hormon yang dilepaskan oleh plasenta menyebabkan resistensi insulin. Jika hormon-hormon tersebut tidak seimbang, ibu hamil bisa mengalami resistensi insulin yang berlebihan dan itulah yang membuatnya berisiko terkena diabetes."

Faktor genetik

Selain hormon, pakar juga percaya bahwa faktor genetik memegang peranan penting dalam terjadinya diabetes gestasional. Beberapa perempuan, termasuk dengan latar belakang etnis tertentu, dianggap lebih rentan daripada yang lain.

"Ada juga komponen genetik yang dapat meningkatkan risiko. Kita bisa mendapatkan apa yang disebut polimorfisme nukleotida tunggal atau mutasi kecil pada gen hormon, yang berarti hormon tersebut tidak bekerja seefektif yang seharusnya," ujar Pringle.

"Jika ibu memiliki seseorang dalam keluarga dekat seperti saudara kandung atau orang tua yang mengidap diabetes tipe 2, maka ia lebih berisiko," sambungnya.

Faktor gaya hidup: berat badan berlebih

Diabetes gestasional juga dapat terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat. Misalnya, memulai kehamilan dengan berat badan berlebih atau mengalami peningkatan berat badan yang terlalu cepat di awal kehamilan merupakan faktor risiko dari kondisi medis ini, Bunda.

Menurut Pringle, mengubah gaya hidup memang membantu meminimalkan risiko diabetes selama kehamilan. Namun, cara tersebut sering kali kurang efektif ketika berat badan sudah berlebih.

"Meskipun perubahan gaya hidup memang membantu, hal itu tidak menjamin apa pun," kata Pringle.

"Tapi dengan menjaga kesehatan, diabetes gestasional kemungkinan besar tidak akan menjadi atau membawa banyak konsekuensi potensial bagi bayi. Jadi, menjaga kesehatan tetap dianjurkan," lanjutnya.

Pringle menambahkan, strategi terbaik untuk mencegah diabetes gestasional adalah mengoptimalkan kesehatan sebelum kehamilan. Tak hanya itu, penambahan berat badan selama kehamilan juga harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

"Menjadi sesehat mungkin sebelum mencoba hamil adalah pendekatan terbaik. Setelah hamil, bukan lagi tentang menurunkan berat badan, tetapi tentang mengelola kenaikan berat badan dengan cara yang sehat," katanya.

Demikian penjelasan terkait diabetes gestasional pada ibu hamil menurut pakar. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Tanda Perubahan Kulit yang Bisa Jadi Gejala Diabetes

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Aurel & Atta Halilintar Nonton Piala Dunia di AS, Lihat Langsung Messi hingga Ronaldo

Mom's Life Annisa Karnesyia

Cara Mengenali Orang IQ Tinggi dari Hal-hal yang Kerap Dipikirkan Berlebihan

Mom's Life Azhar Hanifah

Anak Sering Mengeluh Bosan Saat Libur Sekolah? Pakar Sebut Itu Baik untuk Otaknya

Parenting Nadhifa Fitrina

5 Potret Rossa Gendong Raina yang Disebut Anak dan Adik dari Rizky Si Anak Tunggal

Parenting Annisa Karnesyia

Tanpa Disadari, 10 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Rezeki Seret Menurut Feng Shui

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Aurel & Atta Halilintar Nonton Piala Dunia di AS, Lihat Langsung Messi hingga Ronaldo

Anak Sering Mengeluh Bosan Saat Libur Sekolah? Pakar Sebut Itu Baik untuk Otaknya

Eks Atasan Pelaku Penyiksa Perempuan di Bandung Minta Hadiah Sayembara Diberikan ke Korban

Cara Mengenali Orang IQ Tinggi dari Hal-hal yang Kerap Dipikirkan Berlebihan

Mengapa Diabetes Gestasional Hanya Terjadi pada Sebagian Ibu Hamil? Begini Penjelasan Pakar

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK