KEHAMILAN
Haru, Bunda Ini Putuskan Akhiri Perjuangan Panjang IVF setelah 24 OPU dan 7 Kali
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Sabtu, 27 Jun 2026 14:20 WIBPerjuangan mendapatkan Si Kecil tidak selalu punya akhir seperti yang diharapkan. Ada Bunda yang berhasil dalam satu kali program, tapi ada juga yang harus melewati perjalanan panjang, penuh harapan, air mata, dan keputusan berat.
Salah satunya kisah seorang Bunda yang memutuskan mengakhiri perjuangan program bayi tabung (IVF) setelah menjalani 24 kali pengambilan sel telur (ovum pick-up/OPU) dan 7 kali transfer embrio. Setelah bertahun-tahun mencoba, ia akhirnya memilih berhenti dan menerima perjalanan yang sudah ia lalui.
Keputusan ini tentu bukan hal mudah. Bagi banyak pasangan, IVF bukan hanya tentang prosedur medis, tetapi juga perjalanan emosional yang panjang.
Keputusan terbaik
Park Gun dan Han Young, pasangan asal Korea membagikan kisah perjuangannya mengikuti program IVF. Ternyata Han Young telah mencoba program bayi tabung secara terus menerus selama dua tahun terakhir. Yang mengejutkan, Han Young mengungkapkan bahwa dia menjalani 24 pengambilan sel telur dan tujuh upaya transplantasi selama dua tahun.
"Saya bertambah berat badan dan kembung. Tetapi saya tidak beristirahat, saya menjalani 24 pengambilan sel telur dan beberapa transplantasi secara berturut-turut selama dua tahun. Tubuh saya benar-benar kelelahan," kata Han Young dikutip dari Chosun.
Han Young mengaku, saat ini ia belum bisa terbuka tentang prosesnya mengikuti program IVF. Ia khawatir mendapatkan komentar dari banyak orang dengan komentar-komentar yang tidak ia inginkan. Han Young mengumumkan, bahwa ia sudah melakukan yang terbaik dan mencapai batasnya.
Apa itu OPU dalam program IVF?
Dalam program bayi tabung atau IVF (in vitro fertilization), OPU adalah singkatan dari ovum pick-up, yaitu prosedur untuk mengambil sel telur (ovum) dari ovarium Bunda agar bisa dipertemukan dengan sperma di laboratorium.
Sederhananya, OPU adalah tahap ketika dokter 'memanen' sel telur yang sudah matang untuk kemudian diproses menjadi embrio.
Sebelum OPU dilakukan, Bunda biasanya akan menjalani tahap stimulasi ovarium. Dokter memberikan obat hormon untuk membantu ovarium menghasilkan beberapa folikel (kantung berisi sel telur), karena dalam IVF diharapkan ada lebih dari satu sel telur yang bisa diambil.
Setelah folikel berkembang cukup matang, dokter melakukan prosedur OPU:
- Bunda diberikan obat bius atau sedasi agar tidak merasakan sakit selama tindakan.
- Dokter menggunakan alat berbentuk jarum tipis yang dipandu dengan USG transvaginal.
- Jarum tersebut masuk melalui vagina menuju ovarium untuk mengambil cairan folikel yang berisi sel telur.
- Sel telur kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa dan dibuahi dengan sperma pasangan.
- Setelah pembuahan berhasil, embrio yang berkembang bisa dipindahkan kembali ke rahim melalui proses transfer embrio.
Kenapa perjalanan IVF bisa sangat panjang?
Banyak yang mengira IVF hanya soal 'mempertemukan sel telur dan sperma'. Padahal, keberhasilannya dipengaruhi banyak faktor, seperti:
- Usia dan kualitas sel telur,
- Kualitas sperma,kondisi rahim,
- Kualitas embrio,
- Respons tubuh terhadap obat stimulasi,
- Faktor genetik embrio.
Tidak semua sel telur yang diambil akan menjadi embrio, dan tidak semua embrio akan berhasil menempel di rahim. Penelitian menunjukkan bahwa jumlah sel telur yang didapat dalam satu kali OPU memang berhubungan dengan peluang mendapatkan embrio, tetapi bukan satu-satunya penentu keberhasilan. Kualitas sel telur dan embrio tetap menjadi faktor penting.
24 Kali OPU, apakah itu umum?
Setiap perjalanan IVF berbeda. Ada pasien yang menjalani beberapa siklus, sementara lainnya membutuhkan lebih banyak percobaan.
OPU sendiri merupakan prosedur yang sering dilakukan dalam teknologi reproduksi berbantu (assisted reproductive technology/ART). Studi terkait OPU menunjukkan prosedur ini menjadi bagian penting dari IVF, tetapi hasil akhirnya tetap dipengaruhi kondisi masing-masing pasien.
Melalui perjalanan sebanyak itu, tentu ada beban fisik dan emosional yang besar.
Mulai dari suntikan hormon, pemeriksaan rutin, menunggu hasil laboratorium, sampai menghadapi kemungkinan embrio tidak berkembang atau transfer tidak berhasil.
IVF bukan cuma perjuangan fisik, tapi juga mental
Banyak pasangan yang menjalani IVF menggambarkan proses ini seperti naik roller coaster emosi.
- Ada harapan saat melihat embrio terbentuk.
- Ada rasa cemas saat menunggu hasil transfer.
- Ada rasa kehilangan ketika hasil tes kehamilan tidak sesuai harapan.
Karena itu, dukungan emosional selama menjalani IVF menjadi bagian penting. Perjalanan ini tidak hanya membutuhkan kesiapan tubuh, tetapi juga kesiapan hati.
Ketika Bunda memilih berhenti
Kadang sebuah keputusan untuk berhenti adalah bentuk penerimaan setelah seseorang memberikan seluruh usaha terbaiknya. Perjalanan IVF seperti ini menunjukkan bahwa perjuangan menjadi Bunda dan Ayah memiliki banyak bentuk. Ada yang berakhir dengan kehamilan, ada yang membutuhkan jalan berbeda, dan ada pula yang sampai pada titik menerima bahwa perjalanan mereka sudah cukup. Setiap cerita punya waktu masing-masing.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)