Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Kapan Sebaiknya Program Hamil setelah Operasi Kista? Cek Faktanya

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Selasa, 21 Jul 2026 11:35 WIB

Ilustrasi dokter
Kapan Sebaiknya Program Hamil setelah Operasi Kista? Cek Faktanya/Foto: Getty Images/mixetto
Daftar Isi
Jakarta -

Dalam kebanyakan kasus, kista ovarium dapat menghilang dalam beberapa bulan tanpa pengobatan, tetapi sebagian lainnya memerlukan tindakan operasi. Kapan sebaiknya program hamil setelah operasi kista? Cek faktanya, Bun.

Kasus kista yang memerlukan pengobatan biasanya bergantung pada berbagai faktor ya, Bunda. Di antaranya ukuran dan penampilannya, gejala, apakah pasien sudah menopause atau belum, dan lainnya.

Jika pasien telah mengalami menopause, mereka mungkin disarankan untuk menjalani pemindaian USG dan tes darah setiap 4 bulan selama setahun, karena kemungkinan ada sedikit risiko kanker ovarium yang lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Selian itu, jika pemindaian menunjukkan bahwa kista telah hilang, tes dan pengobatan lebih lanjut biasanya tidak diperlukan. Tetapi, pembedahan mungkin direkomendasikan jika kista masih ada seperti dikutip dari laman NHS.

Jenis pembedahan kista

Kista ovarium yang besar atau menetap atau kista yang menyebabkan gejala, biasanya perlu diangkat melalui pembedahan, Bun. Pembedahan tersebut biasanya direkomendasikan jika ada kekhawatiran bahwa kista tersebut mungkin bersifat kanker atau dapat berkembang menjadi kanker.

Secara umum, ada dua jenis pembedahan yang digunakan untuk mengangkat kista ovarium yakni laparoskopi dan laparotomi. Kedua teknik ini biasanya dilakukan di bawah anestesi umum.

Pemulihan setelah operasi

Waktu pemulihan setelah operasi bagi setiap orang berbeda satu sama lain, Bun. Biasanya, setelah kista ovarium diangkat, pasien akan merasakan nyeri di perut, meskipun ini akan membaik dalam beberapa hari.

Setelah laparoskopi atau laparotomi, mungkin dibutuhkan waktu hingga 12 minggu sebelum Bunda dapat melanjutkan aktivitas normal.

Berapa lama jeda waktu untuk kembali bercinta usai operasi kista?

Mengutip dari laman Vinmec, setelah operasi kista ovarium, serviks akan meregang, yang dapat menyebabkan cedera atau bahkan perdarahan. Melakukan hubungan intim saat organ reproduksi masih dalam pemulihan nantinya bisa menyebabkan perdarahan vagina atau infeksi serviks/rahim. Inilah sebabnya mengapa perempuan disarankan untuk tidak menggunakan tampon selama periode awal pasca operasi.

Oh iya Bunda, jeda waktu untuk berhubungan intim kembali usai operasi kista tergantung pada beberapa faktor, Bun. Termasuk salah satunya jenis operasi yang dilakukan, nutrisi, pemulihan pascaoperasi dan lainnya. Untuk operasi perut, periode yang perlu dilakukan untuk menghindari hubungan intim mungkin perlu diperpanjang hingga 4-6 minggu.

Hal terpenting agar Bunda cepat pulih dari fase operasi kista yakni istirahat cukup dan nutrisi yang tepat untuk mendukung kesehatan Bunda. Bunda hanya boleh melanjutkan aktivitas seksual setelah operasi kista setelah Bunda tak lagi  merasakan sakit di lokasi sayatan dan kesehatan Bunda sudah sepenuhnya stabil.

Kapan sebaiknya program hamil setelah operasi kista?

Jika Bunda belum memasuki masa menopause, dokter beda akan mencoba untuk mempertahankan sebanyak mungkin sistem reproduksi Bunda. Sering kali, memang dimungkinkan hanya untuk mengangkat kista dan membiarkan kedua ovarium tetap utuh. Artinya, kesuburan di fase ini seharusnya tidak terpengaruh.

Namun, saat satu ovarium Bunda diangkat, ovarium yang tersisa akan tetap melepaskan hormon dan sel telur seperti biasa. Kesuburan dalam hal ini seharusnya tidak terpengaruh, meskipun Bunda akan sedikit lebih sulit untuk hamil.

Terkadang, mungkin diperlukan mengangkat kedua ovarium yang ada, bahkan jika Bunda belum masuk menopause. Namun, kondisi ini dapat memicu menopause dini dan artinya tidak akan ada lagi menghasilkan sel telur.

Meski demikian, tak perlu khawatir ya, Bunda. Sebab, Bunda masih memungkinkan untuk memiliki bayi dengan cara mendonorkan sel telur ke rahim. Hal ini bisa didiskusikan dengan dokter lebih lanjut.

Sementara itu, jika Bunda telah masuk masa menopause, kedua ovarium mungkin perlu diangkat karena tak lagi menghasilkan sel telur. Pastikan mendiskusikan tindakan yang tepat dengan dokter untuk penanganan terbaik ya, Bun.

Berapa lama setelah operasi kista bisa hamil?

Setelah operasi kista, ovarium mungkin akan terpengaruh sampai batas tertentu, yang menyebabkan perubahan hormonal dalam tubuh. Hal ini juga dapat mengganggu siklus haid pada banyak perempuan.

Biasanya, siklus haid akan kembali normal setelah operasi. Namun, jika haid tidak terjadi setidaknya selama dua bulan pasca operasi, sebaiknya konsultasikan hal tersebut dengan dokter. Melalui USG, dokter akan mengidentifikasi penyebabnya dan merekomendasikan perawatan yang tepat.

Kemungkinan lainnya, jika menstruasi tidak kembali dalam waktu 3 bulan setelah operasi, itu bisa jadi karena kehamilan, menopause dini, stres psikologis atau kecemasan setelah operasi, atau ketidakseimbangan hormon.

Nah, bagi Bunda yang mencoba untuk mendapatkan kehamilan, waktu optimal untuk mencoba kehamilan setelah operasi kista ovarium adalah antara 3 hingga 6 bulan. Dalam hal ini, durasi yang tepat tergantung pada kemajuan pemulihan setiap orang ya, Bunda. 

Selama periode ini, penting untuk menjaga gaya hidup sehat, makan makanan seimbang, dan mengikuti saran dokter tentang penggunaan suplemen untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Semoga informasinya membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda