KEHAMILAN
Kadar Hormon di Awal Kehamilan Diduga Berkaitan dengan IQ Anak
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Jumat, 24 Jul 2026 07:30 WIBBunda, tahukah bahwa kondisi hormon di awal kehamilan mungkin memiliki kaitan dengan perkembangan kemampuan berpikir si Kecil di masa depan? Sebuah studi terbaru menemukan bahwa kadar hormon tertentu pada trimester pertama diduga berhubungan dengan skor IQ anak saat mereka tumbuh.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Diabetes & Endocrinology meneliti hubungan antara fungsi tiroid ibu pada awal kehamilan dengan perkembangan otak anak di masa kanak-kanak.
Peneliti menemukan bahwa ibu yang memiliki kadar hormon tiroid bebas (free T4) lebih rendah pada trimester pertama cenderung memiliki anak dengan skor IQ yang sedikit lebih rendah dibandingkan ibu dengan kadar hormon normal. Hubungan ini terlihat meskipun ibu tidak selalu menunjukkan gejala gangguan tiroid yang jelas.
Meski demikian, peneliti menegaskan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan keterkaitan atau asosiasi, bukan bukti bahwa hormon rendah pasti menyebabkan IQ anak menjadi rendah.
Hormon di awal kehamilan dan IQ anak
Pada trimester pertama, janin belum mampu memproduksi hormon tiroid sendiri. Karena itu, janin sangat bergantung pada pasokan hormon dari tubuh ibu.
Hormon tiroid berperan dalam:
- Pembentukan sel-sel otak
- Perkembangan sistem saraf
- Pembentukan koneksi antar neuron
- Pertumbuhan organ-organ penting
Jika kadar hormon tiroid terlalu rendah, proses perkembangan otak janin diduga dapat terpengaruh.
Apakah pengaruhnya besar? Tidak terlalu besar, Bunda. Perbedaan skor IQ yang ditemukan dalam penelitian hanya beberapa poin. Selain itu, kecerdasan anak dipengaruhi oleh banyak faktor lain, seperti:
- Faktor genetik
- Asupan nutrisi selama hamil
- Kesehatan ibu
- Stimulasi setelah lahir
- Pola asuh dan lingkungan keluarga
- Pendidikan anak
Jadi, Bunda tidak perlu langsung khawatir bila memiliki masalah tiroid. Dengan pemantauan dan penanganan yang tepat, banyak ibu dengan gangguan tiroid tetap dapat menjalani kehamilan sehat dan melahirkan anak yang tumbuh optimal.
Kapan ibu hamil perlu memeriksa tiroid?
Pemeriksaan fungsi tiroid biasanya dianjurkan bila Bunda memiliki:
- Riwayat hipotiroid atau hipertiroid
- Penyakit autoimun
- Kesulitan hamil sebelumnya
- Keguguran berulang
- Gejala seperti mudah lelah berlebihan, jantung berdebar, atau perubahan berat badan yang tidak biasa
Untuk menjaga kesehatan tiroid selama kehamilan, Bunda dapat:
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
- Memastikan asupan yodium cukup
- Rutin kontrol ke dokter kandungan
- Mengikuti anjuran pengobatan bila memang didiagnosis gangguan tiroid
- Tidak mengonsumsi suplemen hormon tanpa resep dokter
Studi kadar estrogen pada ibu hamil
Selain itu, sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa kadar hormon estrogen pada awal kehamilan diduga berkaitan dengan ukuran kepala bayi saat lahir dan kemampuan kognitif anak di kemudian hari, termasuk skor IQ. Penelitian ini dilakukan oleh tim dari University of Cambridge dan dipublikasikan dalam jurnal Evolutionary Human Sciences.
Dalam studi tersebut, peneliti mengukur kadar estrogen pada ibu hamil usia 6–8 minggu kehamilan. Mereka kemudian mengikuti perkembangan bayi yang lahir dan menilai kemampuan kognitif anak saat tumbuh besar.
Hasilnya menunjukkan bahwa ibu dengan kadar estrogen yang lebih tinggi pada awal kehamilan cenderung memiliki bayi dengan lingkar kepala lebih besar saat lahir dan anak dengan skor IQ yang lebih tinggi.
Peneliti menduga hormon estrogen membantu mendukung pertumbuhan otak janin pada fase awal pembentukan sistem saraf.
Mengapa estrogen penting saat hamil?
Estrogen merupakan salah satu hormon utama yang meningkat selama kehamilan. Hormon ini berperan dalam:
- Mendukung pertumbuhan rahim dan plasenta,
- Meningkatkan aliran darah ke janin,
- Membantu pembentukan sel-sel saraf,
- Mendukung perkembangan jaringan otak janin.
Pada trimester pertama, otak janin berkembang sangat cepat sehingga perubahan hormonal pada ibu diduga dapat memengaruhi proses tersebut.
Estrogen menentukan kecerdasan anak?
Tidak, Bunda. Penting dipahami, penelitian ini hanya menunjukkan hubungan atau asosiasi, bukan sebab-akibat langsung. Skor IQ anak dipengaruhi banyak faktor lain, seperti:
- Faktor genetik dari orang tua,
- Asupan nutrisi selama kehamilan,
- Kesehatan ibu,
- Stimulasi setelah lahir,
- Pendidikan dan lingkungan keluarga.
Jadi, hormon estrogen bukan satu-satunya penentu kecerdasan Si Kecil.
Daripada fokus pada angka hormon, para ahli menyarankan ibu hamil untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh, misalnya dengan:
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang,
- Memenuhi kebutuhan asam folat, zat besi, dan protein,
- Rutin memeriksakan kehamilan,
- Tidur cukup dan mengelola stres,
- Mengikuti anjuran dokter bila memiliki gangguan hormonal tertentu.
Semoga Bunda dan calon bayi selalu diberi kesehatan, kekuatan, dan kebahagiaan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)