KEHAMILAN
Menggenggam Tangan Suami Terbukti Kurangi Rasa Nyeri saat Persalinan
Melly Febrida | HaiBunda
Selasa, 28 Jul 2026 07:30 WIBPersalinan sering menjadi momen yang paling dinantikan sekaligus mendebarkan. Di balik rasa bahagia menyambut buah hati, kontraksi yang muncul dapat menimbulkan rasa nyeri yang berbeda-beda pada setiap ibu. Menariknya, sebuah penelitian menemukan bahwa menggenggam tangan suami dapat membantu mengurangi persepsi nyeri saat persalinan.
Dukungan suami selama proses persalinan tak hanya membuat ibu merasa lebih nyaman secara emosional, tetapi juga dapat memberikan manfaat secara fisik.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa sentuhan, seperti menggenggam tangan pasangan, dapat membantu mengurangi persepsi nyeri, menurunkan kecemasan, hingga membuat ibu merasa lebih mampu menghadapi proses persalinan.
Menggenggam tangan suami dapat membantu mengurangi nyeri persalinan
Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Scientific Reports menemukan bahwa sentuhan pasangan, seperti berpegangan tangan, dapat meningkatkan sinkronisasi fisiologis dan membantu mengurangi persepsi nyeri. Temuan ini turut mendukung manfaat kehadiran pasangan selama persalinan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika pasangan saling berpegangan tangan, terjadi physiological synchrony atau sinkronisasi fisiologis.
Melansir Motherly, sinkronisasi fisiologis adalah kondisi ketika pasangan mulai menunjukkan respons tubuh yang selaras, seperti pola pernapasan dan detak jantung yang menjadi lebih sinkron saat saling bersentuhan.
Para perempuan yang terlibat dalam penelitian melaporkan bahwa rasa sakit mereka berkurang saat berpegangan tangan dengan pasangannya. Sebaliknya, ketika pasangan hanya duduk berdampingan tanpa menyentuh, tak ditemukan efek tersebut.
Temuan ini menunjukkan bahwa kehadiran pasangan bukan hanya memberikan dukungan emosional, tetapi juga dapat memengaruhi respons fisiologis yang berkaitan dengan persepsi nyeri.
Mengapa genggaman tangan bisa membantu mengurangi rasa sakit?
Sentuhan dari orang yang dipercaya ternyata bukan sekadar kontak fisik. Sentuhan dapat meningkatkan rasa aman, dukungan emosional, serta empati. Ketika pasangan menunjukkan empati melalui sentuhan, tubuh keduanya menjadi lebih sinkron sehingga persepsi terhadap rasa nyeri ikut berkurang.
Pavel Goldstein, peneliti yang memimpin studi tersebut, menjelaskan bahwa sebelumnya telah ada sejumlah penelitian yang menunjukkan sentuhan kulit ke kulit memiliki efek analgesik atau membantu meredakan nyeri.
Misalnya pada bayi yang menjalani prosedur medis maupun sebagai terapi pendamping pada pasien kanker dan nyeri kronis. Namun, mekanisme fisiologis yang mendasari efek tersebut masih belum sepenuhnya dipahami.
Dalam penelitian yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), para peneliti menemukan bahwa sentuhan pasangan juga berkaitan dengan meningkatnya sinkronisasi aktivitas otak (brain-to-brain coupling).
Semakin tinggi sinkronisasi tersebut, semakin besar penurunan nyeri yang dilaporkan oleh perempuan.
Katerina Fotopoulou, ahli neurosains kognitif di University College London yang tidak terlibat dalam penelitian, mengatakan bahwa gagasan sentuhan sosial sebagai analgesik bukanlah hal baru.
"Sering kali orang menganggap rasa sakit sebagai mekanisme mekanis semata... Tetapi kita telah mengetahui setidaknya selama seabad bahwa rasa sakit sangat dipengaruhi oleh konteks sosial. Rasa sakit sangat dipengaruhi oleh komunikasi nonverbal, seperti sentuhan," kata Fotopoulou dikutip dari Vice.
Dukungan pasangan penting selama persalinan
Pendidik persalinan Barb Buckner Suárez mengatakan banyak pasangan mengira mereka tidak banyak membantu selama proses melahirkan. Padahal, tindakan sederhana seperti mengingatkan ibu untuk bernapas, memberikan semangat, menawarkan minum, hingga menggenggam tangan dapat memberikan rasa nyaman selama persalinan.
Menurutnya, kehadiran pasangan yang penuh perhatian membuat ibu merasa didukung secara emosional sehingga lebih mampu menghadapi kontraksi.
Karena itu, dukungan suami selama persalinan bukan hanya membuat ibu merasa ditemani, tetapi juga dapat membantu menciptakan pengalaman melahirkan yang lebih positif.
Suárez menjelaskan bahwa suami juga dapat berperan sebagai pendamping yang membantu memenuhi kebutuhan ibu selama proses persalinan. Misalnya, mengingatkan teknik pernapasan yang telah dipelajari, membantu menyampaikan keinginan atau keluhan ibu kepada tenaga kesehatan, serta memberikan dukungan saat kontraksi datang.
Meski terlihat sederhana, kehadiran suami yang aktif dan penuh perhatian dapat membuat ibu merasa lebih tenang, percaya diri, dan tidak menghadapi proses persalinan seorang diri. Hal ini dapat membantu ibu menjalani setiap tahapan persalinan dengan lebih nyaman.
Cara sederhana suami mendampingi istri saat melahirkan
Selain menggenggam tangan, masih ada berbagai bentuk dukungan sederhana yang dapat dilakukan suami untuk membantu ibu merasa lebih nyaman selama proses persalinan antara lain:
- Memberikan kata-kata penyemangat.
- Mengingatkan teknik pernapasan yang sudah dipelajari.
- Membantu ibu berganti posisi sesuai anjuran tenaga kesehatan.
- Memberikan minum jika diizinkan.
- Menemani ibu sepanjang proses persalinan agar merasa lebih tenang.
Setiap ibu memiliki pengalaman persalinan yang berbeda. Meski demikian, berbagai penelitian menunjukkan bahwa dukungan pasangan dapat membantu ibu merasa lebih tenang dan mengurangi persepsi terhadap nyeri. Karena itu, kehadiran suami selama persalinan bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dalam memberikan kenyamanan emosional bagi ibu.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Kenapa Operasi Caesar Semakin Sering Dipilih dalam Persalinan?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Persiapan Melahirkan Normal Supaya Berjalan Lancar, Bunda Perlu Tahu
Bunda Perlu Tahu, 5 Tanda-tanda Melahirkan Semakin Dekat
11 Tips Supaya Bunda Melahirkan Normal dan Lancar
Suamiku, Genggaman Tanganmu Bisa Bikin Persalinanku Lebih Nyaman
TERPOPULER
7 Kebiasaan Orang IQ Rendah saat Berteman Menurut Ilmu Psikologi
Cara Membuat Roti Goreng Empuk dan Mengembang, Anti Gagal Bikin di Rumah
Tipe Kepribadian yang Konsisten Melakukan Self-Care, Apa Saja Ciri-cirinya?
5 Potret Tedak Siten Shazza, Anak Bungsu Via Vallen yang Baru Berusia 7 Bulan
Makan Sehari Sekali Bikin Cepat Kurus? Dokter Ungkap Bahayanya
REKOMENDASI PRODUK
7 Produk Skintific yang Aman untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Kebiasaan Orang IQ Rendah saat Berteman Menurut Ilmu Psikologi
Cara Membuat Roti Goreng Empuk dan Mengembang, Anti Gagal Bikin di Rumah
7 Produk Skintific yang Aman untuk Ibu Hamil
Tipe Kepribadian yang Konsisten Melakukan Self-Care, Apa Saja Ciri-cirinya?
Makan Sehari Sekali Bikin Cepat Kurus? Dokter Ungkap Bahayanya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Genset 1000 Watt Habis Bensin Berapa Liter per Jam? Ini Cara Hitung Sebelum Mati Lampu
-
Beautynesia
3 Rekomendasi Jus yang Baik untuk Kesehatan Kulit
-
Female Daily
5 Rekomendasi Flat Shoes untuk ke Kantor, Nyaman Dipakai Seharian tapi Tetap Stylish
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
90% Wanita Salah Ukuran Bra, Begini Cara Mengukurnya yang Benar
-
Mommies Daily
8 Drakor dan Film Kim Yoo-jung, Terbaru Ada 100 Days of Deception