Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

5 Efek Samping KB Implan dan Cara Mengatasinya

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Minggu, 02 Aug 2026 07:25 WIB

Ilustrasi sakit kepala
5 Efek Samping KB Implan dan Cara Mengatasinya/Foto: Getty Images/Doucefleur
Daftar Isi
Jakarta -

KB implan menjadi salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang banyak dipilih karena praktis dan memiliki efektivitas sangat tinggi dalam mencegah kehamilan. Alat kontrasepsi ini berbentuk batang kecil seukuran korek api yang dipasang di bawah kulit lengan atas dan bekerja dengan melepaskan hormon progestin secara perlahan.

Dibandingkan pil KB yang harus diminum setiap hari atau suntik KB yang perlu diulang setiap beberapa bulan, implan dapat memberikan perlindungan hingga tiga tahun, bahkan ada jenis yang efektif sampai lima tahun. Menurut World Health Organization (WHO), tingkat keberhasilan KB implan mencapai lebih dari 99 persen sehingga termasuk salah satu metode kontrasepsi paling efektif.

Meski demikian, seperti metode kontrasepsi hormonal lainnya, penggunaan implan juga dapat menimbulkan beberapa perubahan pada tubuh. Efek samping KB implan umumnya bersifat ringan dan akan berkurang setelah tubuh beradaptasi dengan hormon. Namun, ada pula kondisi tertentu yang menjadi tanda Bunda perlu berkonsultasi dengan dokter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Lalu, apa saja efek sampingnya? Simak penjelasannya berikut ini, ya Bunda.

 Tanda yang perlu diketahui

Setelah pemasangan, tubuh memerlukan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan untuk menyesuaikan diri dengan hormon progestin. Pada masa adaptasi, perubahan seperti bercak darah atau haid tidak teratur masih tergolong normal.

Namun, ada beberapa tanda KB implan tidak cocok yang tidak boleh diabaikan, di antaranya:

  • Perdarahan menstruasi sangat banyak atau berlangsung terus-menerus selama berminggu-minggu.
  • Nyeri hebat, kemerahan, bengkak, atau keluar nanah pada area pemasangan.
  • Sakit kepala berat yang disertai gangguan penglihatan.
  • Sesak napas atau nyeri dada secara tiba-tiba.
  • Muncul reaksi alergi seperti ruam, gatal hebat, atau pembengkakan pada wajah dan bibir.
  • Perubahan suasana hati yang sangat berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Bila mengalami salah satu tanda tersebut, sebaiknya segera periksa ke dokter agar dapat diketahui penyebabnya. Dokter akan menentukan apakah keluhan tersebut masih tergolong normal atau justru menandakan implan perlu dilepas.

5 Efek samping KB implan

Tidak sedikit Bunda yang bertanya mengenai efek KB implan terlalu lama, terutama jika masa pakainya sudah hampir habis.

Pada dasarnya, implan hanya efektif sesuai masa penggunaan yang dianjurkan pabrik, yaitu sekitar tiga hingga lima tahun, tergantung jenisnya. Setelah melewati batas tersebut, kadar hormon yang dilepaskan akan menurun sehingga efektivitasnya dalam mencegah kehamilan juga ikut berkurang.

Karena itu, implan sebaiknya segera diganti atau dilepas sesuai jadwal yang ditentukan dokter. Meski tidak selalu menimbulkan bahaya bila terlambat beberapa waktu, penggunaan yang terlalu lama dapat meningkatkan risiko kehamilan yang tidak direncanakan.

Selain itu, jangan menunda kontrol bila Bunda mengalami keluhan seperti nyeri pada area pemasangan, batang implan terasa bergeser, atau muncul tanda KB implan tidak cocok yang telah dijelaskan sebelumnya.

Berikut 5 efek samping KB implan:

1. Perubahan pola menstruasi

Perubahan siklus haid merupakan efek samping KB implan yang paling sering dialami pengguna.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), hormon progestin pada implan menyebabkan lapisan rahim menjadi lebih tipis sehingga pola menstruasi berubah.

Perubahan yang mungkin dialami antara lain:

  • Haid menjadi lebih sedikit.
  • Haid lebih lama dari biasanya.
  • Muncul flek di luar jadwal menstruasi.
  • Haid datang lebih sering.
  • Tidak mengalami menstruasi sama sekali.

Perubahan ini biasanya tidak berbahaya. Bahkan setelah sekitar enam hingga dua belas bulan, sebagian perempuan akan memiliki pola haid yang lebih stabil.

2. Efek samping KB implan tidak haid

Salah satu kondisi yang paling sering membuat Bunda khawatir adalah efek samping KB implan tidak haid.

Padahal, tidak haid saat menggunakan KB implan merupakan hal yang cukup umum. Hal ini terjadi karena hormon progestin membuat lapisan rahim menjadi sangat tipis sehingga tidak ada banyak jaringan yang harus luruh setiap bulan.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), amenore atau tidak menstruasi akibat kontrasepsi hormonal bukanlah kondisi berbahaya dan tidak menyebabkan darah haid menumpuk di dalam rahim.

Meski demikian, bila tidak haid disertai gejala kehamilan seperti mual, payudara terasa sangat nyeri, atau hasil tes kehamilan positif, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

3. Berat badan terasa bertambah

Banyak perempuan mengaitkan penggunaan KB implan dengan kenaikan berat badan. Namun, penelitian menunjukkan hubungan keduanya tidak selalu bersifat langsung.

Sebuah tinjauan penelitian yang diterbitkan dalam Cochrane Database of Systematic Reviews menyebutkan bahwa bukti mengenai kenaikan berat badan akibat kontrasepsi hormonal masih terbatas. Faktor seperti pola makan, aktivitas fisik, usia, hingga metabolisme tubuh juga berperan besar.

Karena itu, bila berat badan meningkat setelah menggunakan implan, bukan berarti penyebabnya hanya berasal dari alat kontrasepsi tersebut.

4. Jerawat dan perubahan kondisi kulit

Perubahan hormon akibat penggunaan implan juga dapat memengaruhi produksi minyak pada kulit.

Sebagian perempuan mengalami jerawat yang lebih sering muncul, terutama pada beberapa bulan pertama setelah pemasangan. Namun menariknya, ada pula pengguna yang justru merasakan kondisi kulit menjadi lebih baik.

Jika jerawat cukup mengganggu, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan perawatan yang sesuai.

5. Sakit kepala dan perubahan suasana hati

Efek samping lain yang cukup sering dirasakan adalah sakit kepala ringan, payudara terasa lebih sensitif, hingga perubahan suasana hati.

Keluhan ini umumnya muncul pada awal penggunaan dan perlahan membaik setelah tubuh beradaptasi dengan hormon.

Namun, apabila sakit kepala terasa sangat berat, muncul gangguan penglihatan, atau perubahan mood sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

5 Pantangan setelah KB implan yang perlu diketahui

Setelah menjalani pemasangan KB implan, Bunda sebenarnya tetap bisa beraktivitas seperti biasa. Namun, ada beberapa pantangan setelah KB implan yang sebaiknya diperhatikan agar luka bekas pemasangan cepat sembuh dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.

Berikut hal-hal yang sebaiknya dihindari.

1. Jangan mengangkat beban berat dengan lengan yang dipasang implan

Selama 1-2 hari pertama setelah pemasangan, sebaiknya hindari mengangkat barang berat menggunakan lengan tempat implan dipasang. Aktivitas tersebut dapat memicu nyeri, memar, atau perdarahan ringan di area pemasangan.

Bila Bunda harus beraktivitas, gunakan lengan yang satunya terlebih dahulu hingga rasa tidak nyaman berkurang.

2. Hindari membasahi luka terlalu cepat

Dokter biasanya akan memasang perban pada area pemasangan implan. Selama 24 jam pertama, usahakan area tersebut tetap kering agar luka dapat menutup dengan baik.

Setelah perban dilepas sesuai anjuran dokter, Bunda boleh mandi seperti biasa. Namun, tetap hindari menggosok bekas luka terlalu keras.

3. Jangan menggaruk atau menekan area pemasangan

Bekas pemasangan mungkin terasa sedikit gatal saat proses penyembuhan berlangsung. Meski begitu, hindari menggaruk, memijat, atau menekan area tersebut karena dapat meningkatkan risiko infeksi atau menyebabkan posisi implan bergeser.

4. Tunda olahraga berat selama beberapa hari

Olahraga ringan seperti berjalan kaki umumnya aman dilakukan. Namun, aktivitas yang melibatkan banyak gerakan lengan, seperti angkat beban, tenis, atau olahraga intensitas tinggi, sebaiknya ditunda selama beberapa hari hingga luka benar-benar membaik.

5. Jangan mengabaikan tanda infeksi

Sedikit memar dan nyeri ringan masih tergolong normal setelah pemasangan. Namun, bila muncul kemerahan yang semakin meluas, bengkak, demam, atau keluar cairan bernanah dari bekas pemasangan, segera periksakan diri ke dokter.

Kondisi tersebut bisa menjadi tanda infeksi yang membutuhkan penanganan medis.

5 Manfaat KB implan

Selain dikenal efektif mencegah kehamilan, KB implan juga memiliki sejumlah manfaat lain yang membuat banyak perempuan memilih metode kontrasepsi ini.

1. Sangat efektif mencegah kehamilan

Menurut World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), KB implan memiliki efektivitas lebih dari 99 persen. Artinya, kurang dari 1 dari 100 perempuan akan mengalami kehamilan dalam satu tahun penggunaan.

Hal ini membuat KB implan menjadi salah satu metode kontrasepsi yang paling efektif dibandingkan pil KB atau kondom.

2. Perlindungan jangka panjang

Satu kali pemasangan dapat memberikan perlindungan selama tiga hingga lima tahun, tergantung jenis implant yang digunakan.

Bunda juga tidak perlu datang ke fasilitas kesehatan setiap bulan atau mengingat jadwal minum pil setiap hari.

3. Praktis dan tidak mengganggu aktivitas

Setelah dipasang, implan bekerja secara otomatis melepaskan hormon dalam dosis rendah setiap hari.

Bunda tetap bisa bekerja, berolahraga, berhubungan intim, hingga bepergian tanpa perlu memikirkan jadwal penggunaan kontrasepsi.

4. Kesuburan cepat kembali setelah dilepas

Banyak perempuan khawatir akan sulit hamil setelah menggunakan KB implan.

Padahal, menurut Faculty of Sexual & Reproductive Healthcare (FSRH), kesuburan umumnya kembali dengan cepat setelah implan dilepas. Ovulasi bahkan bisa terjadi dalam beberapa minggu setelah pencabutan.

Karena itu, metode ini cocok bagi perempuan yang masih berencana memiliki anak di masa depan.

5. Aman untuk ibu menyusui

KB implan hanya mengandung hormon progestin sehingga umumnya aman digunakan oleh ibu menyusui.

WHO menyebutkan bahwa kontrasepsi berbasis progestin tidak memengaruhi kualitas maupun jumlah ASI bila digunakan sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

Cara mengatasi efek samping KB implan

Sebagian besar efek samping KB implan bersifat ringan dan dapat membaik setelah tubuh beradaptasi dengan hormon progestin. Namun, bila keluhan terasa mengganggu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar Bunda tetap nyaman selama menggunakan KB implan.

1. Berikan waktu tubuh untuk beradaptasi

Pada beberapa perempuan, perubahan seperti haid tidak teratur, muncul flek, sakit kepala, atau perubahan suasana hati dapat terjadi dalam beberapa bulan pertama setelah pemasangan.

Tubuh biasanya membutuhkan waktu sekitar 3-6 bulan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan hormon. Jika keluhan masih ringan, dokter umumnya akan menyarankan untuk melakukan pemantauan terlebih dahulu.

2. Catat perubahan pola menstruasi

Perubahan siklus haid merupakan salah satu efek samping KB implan yang paling sering terjadi. Bunda dapat mencatat jadwal menstruasi, lama perdarahan, serta jumlah darah yang keluar.

Catatan ini akan membantu dokter menilai apakah perubahan tersebut masih normal atau membutuhkan penanganan lebih lanjut.

3. Konsumsi makanan bergizi dan terapkan pola hidup sehat

Meski KB implan tidak selalu menyebabkan kenaikan berat badan, sebagian perempuan merasa mengalami perubahan berat badan setelah pemasangan.

Untuk menjaga tubuh tetap sehat, Bunda dapat:

  • Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.
  • Memperbanyak konsumsi sayur dan buah.
  • Membatasi makanan tinggi gula dan lemak jenuh.
  • Melakukan olahraga ringan secara rutin.
  • Tidur yang cukup.

Pola hidup sehat juga dapat membantu mengurangi keluhan seperti mudah lelah atau perubahan suasana hati.

4. Konsultasikan jerawat atau perubahan kulit

Perubahan hormon dari KB implan dapat memicu munculnya jerawat pada sebagian pengguna.

Untuk mengatasinya, Bunda dapat menggunakan produk perawatan kulit yang sesuai dengan kondisi kulit. Bila jerawat semakin parah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan perawatan yang aman.

5. Gunakan obat sesuai anjuran dokter

Jika mengalami sakit kepala atau nyeri ringan setelah pemasangan, dokter dapat menyarankan obat pereda nyeri yang sesuai.

Jangan mengonsumsi obat tertentu secara rutin tanpa berkonsultasi, terutama bila Bunda memiliki kondisi kesehatan tertentu.

6. Konsultasikan jika mengalami perdarahan berkepanjangan

Bercak darah atau perubahan pola haid memang umum terjadi. Namun, jika perdarahan berlangsung lama, sangat banyak, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya periksa ke dokter.

Dokter dapat mengevaluasi penyebabnya dan memberikan pilihan penanganan, termasuk pemberian obat tertentu bila diperlukan.

7. Segera periksa jika muncul tanda KB implan tidak cocok

Bunda perlu segera berkonsultasi jika mengalami tanda KB implan tidak cocok, seperti:

Nyeri hebat pada area pemasangan.Bengkak, kemerahan, atau keluar cairan dari luka.Demam.Sakit kepala berat disertai gangguan penglihatan.Perdarahan yang tidak kunjung berhenti.

Dokter akan memastikan apakah keluhan masih berkaitan dengan proses adaptasi hormon atau ada kondisi lain yang perlu ditangani.

8. Jangan melepas KB implan tanpa konsultasi

Jika merasa tidak nyaman dengan efek sampingnya, sebaiknya jangan langsung mencoba melepas implan sendiri. Pelepasan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk menghindari risiko cedera atau infeksi.

Dengan pemantauan yang tepat, sebagian besar perempuan tetap dapat menggunakan KB implan dengan aman dan nyaman. Jika keluhan menetap atau semakin berat, dokter dapat membantu menentukan apakah metode kontrasepsi lain lebih sesuai.

Berbahayakah jika tidak haid karena KB implan?

Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan pengguna KB implan adalah apakah tidak haid merupakan kondisi yang berbahaya.

Jawabannya, tidak selalu.

Efek samping KB implan tidak haid atau amenore merupakan kondisi yang cukup umum terjadi akibat pengaruh hormon progestin. Hormon ini membuat lapisan rahim menjadi lebih tipis sehingga tidak banyak jaringan yang harus luruh setiap bulan.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), tidak haid selama menggunakan KB implan bukan berarti darah menstruasi menumpuk di dalam tubuh. Kondisi ini juga tidak menyebabkan rahim menjadi kotor, seperti mitos yang masih banyak beredar di masyarakat.

Meski begitu, Bunda tetap perlu berkonsultasi ke dokter bila mengalami kondisi berikut:

  • Tidak haid disertai hasil tes kehamilan positif.
  • Nyeri perut hebat.Perdarahan yang sangat banyak setelah sebelumnya tidak haid.
  • Demam atau nyeri pada area pemasangan implan.
  • Keluhan lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya sekaligus menentukan apakah implan masih aman digunakan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda