KEHAMILAN
Pakar Ungkap Pola Makan Ibu Hamil yang Salah Bisa Hambat Pertumbuhan Bayi
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Rabu, 19 Aug 2026 07:30 WIBAsupan makanan selama kehamilan menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi kesehatan janin, Bunda. Pola makan yang kurang tepat saat hamil berpotensi menghambat pertumbuhan bayi.
Para ahli kesehatan telah menekankan pentingnya pola makan sehat selama kehamilan. Mereka memperingatkan gizi buruk dan kekurangan gizi dapat membatasi pertumbuhan janin dan meningkatkan risiko berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, hingga kematian janin pada kasus yang parah.
Melansir dari laman Healthwise, para ginekolog mencatat bahwa janin bergantung pada nutrisi yang diberikan oleh ibu melalui plasenta untuk pertumbuhan dan perkembangan yang normal. Kekurangan mikronutrien selama kehamilan dapat mengganggu pertumbuhan janin dan meningkatkan risiko cacat lahir bawaan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyatakan bahwa status gizi seorang perempuan sebelum dan selama kehamilan memainkan peran kunci dalam pertumbuhan dan perkembangan janin.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), pembatasan pertumbuhan janin adalah suatu kondisi di mana janin lebih kecil dari yang diharapkan untuk usia kehamilannya. Kondisi ini dikaitkan dengan hasil perinatal yang merugikan. ACOG juga menyatakan bahwa pembatasan pertumbuhan janin dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian janin dalam kandungan secara signifikan.
Konsultan Obstetri dan Ginekologi di Federal Medical Centre, Abeokuta, Dr. Jimoh Saheed, menjelaskan bahwa nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan janin ditransfer dari ibu ke bayi melalui plasenta. Menurutnya, glukosa, asam amino, protein, vitamin, dan mineral termasuk di antara nutrisi penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bayi.
"Malnutrisi parah dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan bayi secara alami," ungkap Saheed.
Saheed menjelaskan bahwa kekurangan gizi parah selama kehamilan dapat terjadi ketika seorang perempuan tidak mengonsumsi nutrisi yang cukup, ketika tubuh tidak mampu menyerapnya dengan baik, atau ketika penyakit menyebabkan dia kehilangan nutrisi.
Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan kekurangan gizi, yakni penyakit diare, penyakit celiac, HIV, dan tuberkulosis. Sementara itu, mual dan muntah yang berlebihan selama kehamilan juga dapat mempersulit asupan nutrisi yang memadai untuk janin.
Saheed sendiri menyoroti kekurangan protein dan energi selama kehamilan, yang berperan penting dalam pertumbuhan janin. Kekurangan asam folat dan zat besi juga dapat menyebabkan anemia, sementara kekurangan kalsium dan vitamin D bisa memengaruhi kesehatan ibu dan hasil kehamilan.
Kekurangan gizi menyebabkan berat lahir rendah
Menurut Saheed, kekurangan gizi yang parah dapat membuat bayi berisiko mengalami berat badan lahir rendah dan kelahiran prematur, sementara keterlambatan pertumbuhan janin yang parah dapat mengancam jiwa jika tidak terdeteksi dan ditangani.
"Risiko langsung bagi bayi yang mengalami keterlambatan pertumbuhan intrauterin adalah, jika terus berlanjut tanpa penanganan yang tepat atau tanpa perhatian, hal itu dapat menyebabkan kematian janin intrauterin atau keguguran," kata Saheed.
Saat kekurangan gizi parah terdeteksi, penanganannya mungkin akan lebih serius. Selain dokter kandungan, beberapa ahli kesehatan dibutuhkan untuk membantu dalam memantau pembunuhan dan kesejahteraan bayi.
Hal yang sama juga dijelaskan Konsultan Obstetri dan Ginekologi di Aminu Kano Teaching Hospital, Kano, dr. Sule Abdullahi. Menurutnya, nutrisi yang buruk dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh ibu, meningkatkan kerentanannya terhadap infeksi, serta menyebabkan kelemahan umum dan anemia. Perlu diketahui, anemia berat selama kehamilan dapat mengancam jiwa, Bunda.
"Hal itu dapat menyebabkan anemia, yaitu kadar darah rendah dalam tubuh. Jika anemia terjadi dan parah, bisa menjadi salah satu penyebab kematian ibu," ungkap Abdullahi.
Kaitan bayi prematur dan penyakit kuning hingga kematian janin
Selain berat lahir rendah, banyak pakar juga menyoroti kaitan antara pola makan salah dengan bayi prematur dan penyebab penyakit kuning neonatal. Menurut Abdullahi, bayi prematur mungkin mengalami kesulitan menjaga suhu tubuh dan lebih rentan terhadap infeksi.
Pada bayi prematur, organ hati janin yang belum matang mungkin tidak dapat memproses bilirubin sehingga memicu terjadinya penyakit kuning. Pada kondisi yang parah, penyakit kuning bisa menyebabkan bilirubin menumpuk dan merusak otak.
Selain penyakit kuning, bayi yang lahir prematur juga dapat merenggut nyawa. Abdullahi mengatakan bahwa kelahiran prematur adalah salah satu penyebab utama kematian neonatal.
Para pakar mendesak ibu hamil untuk memperhatikan kebutuhan nutrisi mereka dan mencari pertolongan medis jika tidak mampu makan dengan cukup atau mengalami kondisi yang dapat mengakibatkan kekurangan nutrisi. Mereka juga menekankan pentingnya penyedia layanan kesehatan untuk mengidentifikasi dan menangani kasus kekurangan gizi parah selama kehamilan sejak dini.
Demikian kaitan pola makan selama kehamilan dan hambatan pertumbuhan pada janin. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Janin Lebih Aktif Saat Malam, Ternyata..
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Pentingnya Nutrisi dan Pola Makan Sehat Ibu Hamil, Cegah Diabetes Gestasional
Studi Terbaru Temukan Manfaat Bakteri Usus 'Baik' pada Kehamilan, Dukung Pertumbuhan Janin
Pola Makan Buruk Bisa Sebabkan Janin Cacat dalam Kandungan, Waspada Bun
Pola Makan Ideal saat Hamil Agar Bunda dan Bayi Tetap Sehat
TERPOPULER
Kisah Ibu Hamil Terkena Sindrom HELLP hingga Jari Tangan Diamputasi Usai Melahirkan
Ciri Orang Tua Tidak Peka pada Perasaan Anak, Terlihat dari Ucapannya
Pakar Ungkap Pola Makan Ibu Hamil yang Salah Bisa Hambat Pertumbuhan Bayi
Terpopuler: Fakta Menarik Pernikahan Cristiano Ronaldo & Georgina Rodriquez
Ayudia Bing Slamet Bagikan Rahasia Tampil Stylish Tanpa Ribet dengan Hijab
REKOMENDASI PRODUK
7 Panci 3 Susun Stainless Steel yang Bagus dan Berkualitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Reed Diffuser Lokal yang Wanginya Enak & Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Pasta Gigi Bayi 1 Tahun ke Atas yang Aman Jika Tak Sengaja Tertelan, Pilih Terbaik Cegah Karies
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Selang Gas yang Bagus dan Aman, Miliki 3 Lapis Pengaman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Atalia Praratya Tulis Ucapan Manis untuk Sang Putri Tercinta di Hari Ultah, Intip Momennya
Ciri Orang Tua Tidak Peka pada Perasaan Anak, Terlihat dari Ucapannya
Kisah Ibu Hamil Terkena Sindrom HELLP hingga Jari Tangan Diamputasi Usai Melahirkan
Drama China 'The Road to Splendor': Sinopsis, Daftar Pemain, dan Fakta Menarik yang Perlu Diketahui
Pakar Ungkap Pola Makan Ibu Hamil yang Salah Bisa Hambat Pertumbuhan Bayi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Latihan Otot Genggam Untuk Tangan? Coba Hand Grip dengan Digital Counter
-
Beautynesia
Nangis Ketika Nonton Drakor? Ini 3 Alasan Menurut Psikologisnya
-
Female Daily
Review Skintific Perfect Stay Serum Matte Cushion Foundation. Nyaman Seharian di Kulit Acne Prone
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
'Revolusi' Yosafat Dwi Kurniawan dan Karya yang Tidak Tone-Deaf
-
Mommies Daily
8 Kursus Coding untuk Anak Terbaik di Indonesia, Online dan Offline