KEHAMILAN
Haru, Perawat Ini Viral karena Selalu Buat Bantal Khusus untuk Pasien yang Keguguran
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Jumat, 21 Aug 2026 14:00 WIBKehilangan bayi tentu bukan pengalaman yang mudah bagi seorang ibu. Setelah melewati proses persalinan atau keguguran, ada ibu yang harus pulang dari rumah sakit tanpa membawa bayi yang selama ini dinantikan.
Hal inilah yang membuat seorang perawat persalinan di Amerika Serikat melakukan hal sederhana, tetapi begitu menyentuh. Ia membuat bantal berbentuk hati khusus untuk ibu yang kehilangan bayinya.
Bantal tersebut kemudian viral setelah kisahnya dibagikan melalui TikTok. Bukan sekadar bantal biasa, benda ini dibuat dengan cara khusus agar ibu yang berduka bisa memiliki sesuatu untuk dipeluk. Kisahnya dibagikan oleh Motherly.
Perawat buat bantal khusus untuk ibu yang kehilangan bayi
Perawat yang dikenal melalui akun TikTok @thelabornursern tersebut membuat bantal berbentuk hati menggunakan selimut bayi. Selimut kemudian dipotong dan dijahit hingga membentuk hati. Setelah itu, bantal diisi dengan beras sehingga memiliki bobot tertentu.
Yang membuatnya semakin mengharukan, berat bantal tersebut disesuaikan dengan berat lahir bayi yang telah meninggal. Dengan begitu, ketika ibu memeluk bantal tersebut, ia bisa merasakan bobot yang kurang lebih menyerupai berat tubuh bayinya.
Bantal hati tersebut dibuat sebagai bentuk perhatian agar ibu tidak merasa benar-benar pulang dengan tangan kosong. Benda itu memang tidak dapat menggantikan bayi yang telah pergi. Namun, bantal tersebut bisa menjadi sesuatu yang dapat dipeluk dan menjadi pengingat bahwa bayi mereka pernah ada dan sangat dicintai.
Ide sederhana dari sang perawat ternyata mendapat respons besar setelah dibagikan di TikTok. Banyak orang memberikan dukungan dan menceritakan pengalaman mereka sendiri mengenai kehilangan bayi. Beberapa bahkan menawarkan bantuan agar sang perawat bisa membuat lebih banyak bantal untuk keluarga yang mengalami kehilangan.
Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman kehilangan kehamilan ternyata dirasakan oleh banyak keluarga, meski tidak selalu mudah dibicarakan. Bagi sebagian orang tua, duka setelah kehilangan bayi juga tidak langsung hilang setelah meninggalkan rumah sakit. Kesedihan tersebut bisa terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari.
"Sebagai seorang ibu yang harus pulang dari rumah sakit tanpa bayiku, terima kasih, TERIMA KASIH. Rasanya sangat sepi saat meninggalkan rumah sakit; aku terus memegangi perutku sepanjang perjalanan pulang, lalu melangkah masuk ke rumah yang penuh perlengkapan bayi namun tanpa kehadiran bayiku," tulis @harleelovestulips.
Pengguna lain, @jennifer_lilly_, berkomentar, "Sebagai ibu yang mengalami bayi lahir meninggal (*stillbirth*), meninggalkan rumah sakit tanpa bayiku rasanya sungguh menyiksa. Memiliki sesuatu yang berbobot untuk dipeluk pasti akan sangat menenangkan hati. Kamu sungguh baik hati karena membuat ini!!!
Akun @babyangelmom merenungkan rasa sakit fisik akibat kehilangan,“Putra saya lahir dalam keadaan meninggal dunia awal tahun ini. Satu hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya adalah betapa lengan saya benar-benar terasa nyeri karena ingin sekali menggendongnya. Tubuh kita tidak paham bahwa bayi kita telah tiada, dan secara naluriah kita membutuhkan sesuatu untuk dipeluk. Ini sungguh hadiah yang indah.”
Respons yang muncul sangat luar biasa; para pengguna TikTok mengungkapkan rasa terima kasih dan menawarkan dukungan untuk membantu keluarga yang sedang berduka.
“Sebagai seorang ibu yang kehilangan bayinya (yang kini menjadi malaikat kecil), apa yang Anda lakukan ini dampaknya jauh lebih besar daripada yang bisa Anda bayangkan! Semoga Anda diberkati,” komentar @gracefully_gone.
Kehilangan kehamilan bisa menimbulkan duka yang mendalam
Perasaan sedih setelah keguguran bukanlah sesuatu yang berlebihan atau harus segera dilupakan. Sebuah systematic review yang diterbitkan di BMC Psychiatry menganalisis 21 penelitian dari 11 negara dengan total 2.597 perempuan yang mengalami keguguran atau stillbirth.
Hasilnya, 17 dari 21 penelitian atau sekitar 81 persen menemukan tingkat kesedihan yang meningkat secara nyata setelah kehilangan kehamilan. Sebagian besar penelitian juga menemukan reaksi duka yang intens, meski tingkat kesedihan cenderung menurun seiring berjalannya waktu. Artinya, wajar jika seorang ibu membutuhkan waktu untuk benar-benar memproses kehilangan yang dialaminya.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) juga menjelaskan bahwa pemulihan emosional setelah keguguran dapat berlangsung lebih lama dibandingkan pemulihan fisik. Rasa sedih dan berduka merupakan respons yang umum setelah kehilangan kehamilan.
Bukan cuma fisik, Bunda juga membutuhkan dukungan emosional
Keguguran sering kali dibicarakan dari sisi medis, seperti perdarahan, nyeri, pemeriksaan, atau kapan bisa kembali hamil. Padahal, ada sisi lain yang tidak kalah penting, yaitu kondisi emosional ibu.
ACOG menyebut kehilangan kehamilan dapat terasa traumatis. Setelah mengalami keguguran atau stillbirth, seseorang dapat merasakan kesedihan, kecemasan, depresi, rasa bersalah, bahkan perasaan kewalahan.
Karena itu, dukungan dari pasangan, keluarga, teman, maupun tenaga kesehatan sangat penting. Dukungan tersebut tidak harus selalu berupa nasihat. Terkadang, menemani ibu, mendengarkan ceritanya, atau sekadar mengatakan bahwa perasaannya valid justru bisa lebih berarti.
Studi ungkap kenangan tentang bayi bisa membantu proses berduka
Memang belum ada penelitian yang secara khusus membuktikan bahwa bantal berbobot seperti itu dapat mengurangi kesedihan setelah keguguran. Jadi, bantal tersebut sebaiknya dipandang sebagai bentuk dukungan dan kenang-kenangan, bukan sebagai terapi medis. Namun, ide di baliknya memiliki kaitan dengan konsep memory-making atau membuat kenangan setelah kehilangan bayi.
Sebuah studi kualitatif yang diterbitkan dalam Women and Birth pada 2025 mewawancarai 54 perempuan yang mengalami kehilangan perinatal. Penelitian tersebut menemukan bahwa aktivitas membuat kenangan dapat membantu ibu mengakui keberadaan bayinya dan mempertahankan identitasnya sebagai orang tua. Ketika dilakukan bersama dukungan yang penuh kasih, memory-making dapat membantu proses menghadapi duka dan memberikan rasa nyaman.
Penelitian lain terhadap orang tua yang mengalami kehilangan neonatal juga menemukan bahwa membuat foto, menyimpan kenang-kenangan, dan menciptakan berbagai bentuk 'bukti' keberadaan bayi dapat membantu orang tua memaknai kehidupan bayinya dan pengalaman mereka sebagai orang tua.
Jadi, sebuah benda kecil seperti bantal ternyata bisa memiliki arti emosional yang besar bagi keluarga tertentu.
Setiap Bunda punya cara berduka yang berbeda
Meski begitu, Bunda perlu tahu bahwa tidak semua ibu akan merasa terbantu dengan benda kenangan.
Ada ibu yang ingin menyimpan foto atau pakaian bayi. Ada yang ingin membuat kotak kenangan. Ada pula yang justru belum siap melihat atau menyimpan benda apa pun yang mengingatkannya pada kehilangan. Tidak ada cara berduka yang paling benar.
ACOG juga menekankan bahwa setiap orang dapat memiliki respons berbeda setelah kehilangan kehamilan. Sebagian mungkin ingin membicarakannya, sementara yang lain membutuhkan ruang pribadi. Karena itu, yang terpenting adalah memberikan pilihan kepada ibu dan menghargai cara masing-masing dalam melewati masa berduka.
Dukungan profesional juga bisa dibutuhkan
Kesedihan setelah keguguran memang normal. Namun, jika perasaan tersebut terasa semakin berat dan mengganggu kehidupan sehari-hari, jangan ragu mencari bantuan profesional.
ACOG menyarankan ibu untuk berbicara dengan dokter kandungan, psikolog, psikiater, atau tenaga profesional lain jika mengalami kesulitan menghadapi emosi setelah kehilangan. Terlebih jika muncul gejala seperti kecemasan berlebihan, sulit tidur, kehilangan minat melakukan aktivitas sehari-hari, merasa putus asa, mengalami mimpi buruk atau flashback, hingga muncul pikiran untuk menyakiti diri.
Penelitian terbaru juga menunjukkan pentingnya dukungan psikososial dalam membantu perempuan menghadapi kehilangan perinatal. Sebuah network meta-analysis yang mencakup 30 randomized controlled trials dengan 6.181 peserta menemukan bahwa intervensi psikososial dapat membantu kondisi psikologis perempuan setelah kehilangan perinatal. Intervensi dukungan duka juga menunjukkan manfaat terhadap gejala grief.
Bantal sederhana, maknanya begitu dalam
Bagi orang lain, bantal berbentuk hati mungkin terlihat seperti benda sederhana. Namun bagi seorang ibu yang baru kehilangan bayi, benda tersebut bisa menjadi simbol cinta, kenangan, sekaligus penghormatan kepada janin yang pernah hadir dalam hidupnya.
Kisah perawat ini juga mengingatkan bahwa membantu seseorang yang sedang berduka tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar. Terkadang, perhatian kecil yang diberikan dengan tulus justru bisa menjadi bentuk dukungan yang paling berarti.
Dan untuk para Bunda yang pernah mengalami kehilangan, tidak perlu terburu-buru untuk terlihat baik-baik saja. Duka setelah kehilangan bayi itu nyata dan setiap Bunda punya waktunya sendiri untuk memprosesnya. Yang terpenting, Bunda tidak harus melewati semuanya sendirian.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
Janin Lebih Aktif Saat Malam, Ternyata..
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
9 Penyebab Keguguran, dari Faktor Genetik hingga Penyakit Kronis
Yuk, Bunda Lakukan Ini Usai Keguguran Supaya Cepat Pulih
Perlukah Menjalani Kuret Setelah Keguguran?
Bisakah Bunda Keguguran Tanpa Mengalami Pendarahan?
TERPOPULER
Pakar Ungkap Warna Favorit yang Identik dengan Orang Ber-EQ Tinggi
Haru, Perawat Ini Viral karena Selalu Buat Bantal Khusus untuk Pasien yang Keguguran
Haru! Perjuangan Dokter di NTT Lakukan Operasi Caesar usai Gempa, Bayi Prematur 1,5 Kg Lahir Selamat
5 Fakta Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta, Anak Ditenggelamkan hingga Diikat
Kabut Asap di Banjarbaru Kalimantan Selatan Makin Parah, Jam Masuk Sekolah Diundur
REKOMENDASI PRODUK
7 Minyak Kemiri untuk Bayi yang Bagus dan Aman, Ada Pilihan Bunda?
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Merek Panci Anti Lengket Keramik Bebas PFOA dan PTFE
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Glossy Balm, Bikin Bibir Plumpy dan Tampak Sehat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci 3 Susun Stainless Steel yang Bagus dan Berkualitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Reed Diffuser Lokal yang Wanginya Enak & Tahan Lama
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Ayat tentang Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Diajarkan ke Anak
Haru! Perjuangan Dokter di NTT Lakukan Operasi Caesar usai Gempa, Bayi Prematur 1,5 Kg Lahir Selamat
Pakar Ungkap Warna Favorit yang Identik dengan Orang Ber-EQ Tinggi
Haru, Perawat Ini Viral karena Selalu Buat Bantal Khusus untuk Pasien yang Keguguran
7 Minyak Kemiri untuk Bayi yang Bagus dan Aman, Ada Pilihan Bunda?
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Bukan Buat Kerja, Tote Bag Ini Justru Pas Buat ke Pasar sampai Mall
-
Beautynesia
Praktis dan Hemat! Ini 3 Cara Membuat Air Beras untuk Perawatan Rambut di Rumah
-
Female Daily
Jangan Asal Pakai! Ini Cara Memilih Bra yang Tepat Sesuai Model Baju
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Pesona Bak Dewi, Foto Prewedding Jun Ji Hyun 14 Tahun Lalu Viral Bikin Takjub
-
Mommies Daily
7 Rekomendasi Outfit Kondangan Elegan untuk Perempuan Usia 30–40 Tahun