HaiBunda

KEHAMILAN

Sedang Berjuang Melawan Infertilitas? Coba Ucapkan 7 Afirmasi Ini Setiap Hari

Melly Febrida   |   HaiBunda

Rabu, 26 Aug 2026 11:05 WIB
Sedang Berjuang Melawan Infertilitas? Coba Ucapkan 7 Afirmasi Ini Setiap Hari/Foto: iStock
Jakarta -

Perjuangan menghadapi infertilitas tidak hanya melelahkan secara fisik, tetapi juga dapat menguras emosi. Selain menjalani pemeriksaan dan perawatan, Bunda juga penting untuk menjaga kesehatan emosional. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah dengan mengucapkan kalimat-kalimat afirmasi positif setiap hari.

Afirmasi tidak dapat menghilangkan masalah infertilitas atau menjamin keberhasilan program hamil (promil). Tapi, kalimat yang menenangkan dapat menjadi pengingat agar memperlakukan diri sendiri dengan lebih penuh kasih selama menghadapi masa yang tidak mudah.

Berjuang melawan infertilitas, coba 7 afirmasi ini setiap harinya

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), infertilitas dan proses perawatannya dapat menimbulkan stres, kecemasan, depresi, serta rasa kehilangan. Karena itu, dukungan terhadap kesehatan mental juga menjadi bagian penting dalam menghadapi perjalanan infertilitas.


Penelitian yang diterbitkan dalam Human Reproduction Update juga menunjukkan bahwa intervensi psikologis pada orang yang mengalami infertilitas dapat memberikan manfaat terhadap tekanan psikologis, meski efeknya secara keseluruhan relatif kecil dan kualitas bukti penelitian masih perlu diperhatikan.

Berikut tujuh afirmasi yang bisa Bunda gunakan dan sesuaikan dengan kondisi masing-masing melansir Motherly.

1. "Saya boleh tetap berharap meski sedang merasa sedih"

Perjalanan menghadapi infertilitas menghadirkan berbagai emosi yang datang silih berganti. Bunda mungkin ikut bahagia ketika mengetahui teman berhasil hamil, tetapi pada saat yang sama merasa sedih karena masih menantikan kehamilan sendiri.

Kedua perasaan tersebut bisa hadir bersamaan. Merasa sedih bukan berarti Bunda tidak ikut bahagia untuk orang lain atau sudah kehilangan harapan.

Afirmasi ini bisa menjadi pengingat bahwa Bunda tidak harus memaksa diri untuk selalu berpikir positif. Ada kalanya berharap dan merasa sedih bisa berjalan berdampingan.

2. "Nilai diri saya tidak ditentukan waktu, hasil tes, ataupun harapan orang lain"

Perjalanan kesuburan sering kali dipenuhi tanggal pemeriksaan, hasil tes, jadwal pengobatan, dan masa menunggu. Di luar itu, Bunda mungkin juga menghadapi pertanyaan dari keluarga atau orang sekitar mengenai kapan akan memiliki anak.

Afirmasi ini bisa menjadi pengingat bahwa nilai diri seseorang tidak ditentukan oleh hasil pemeriksaan kesuburan atau seberapa cepat Bunda hamil.

Jika merasa tidak nyaman dengan pertanyaan mengenai program hamil, Bunda juga berhak memberikan batasan. Misalnya dengan mengatakan, "Kami menjalaninya selangkah demi selangkah dan saat ini sedang fokus pada kesehatan."

3. "Tubuh saya layak diperlakukan dengan baik setelah melalui begitu banyak hal"

Berbagai pemeriksaan dan perawatan bisa membuat Bunda merasa tubuh sendiri terus-menerus harus diperbaiki. Padahal, tubuh Bunda tetap layak mendapatkan perhatian dan perlakuan yang baik.

Afirmasi ini dapat digunakan ketika muncul pikiran yang terlalu keras terhadap diri sendiri. Cobalah mengingat bahwa menjalani berbagai pemeriksaan dan perawatan bukan berarti tubuh telah gagal.

ACOG juga menekankan bahwa berbagai emosi seperti stres, kecemasan, depresi, dan duka dapat muncul selama menghadapi masalah kesuburan. Jika beban tersebut terasa semakin berat, Bunda dapat mencari bantuan profesional kesehatan mental.

4. "Saya berhak beristirahat, mempertimbangkan kembali pilihan, atau meminta second opinion"

Menjalani perawatan kesuburan tidak selalu berarti harus terus maju tanpa jeda. Ada kalanya seseorang membutuhkan waktu untuk beristirahat, mempertimbangkan kembali pilihan yang tersedia, atau mencari pendapat dari tenaga kesehatan lain.

Afirmasi ini dapat menjadi pengingat bahwa Bunda memiliki hak untuk memahami pilihan perawatan dan menyampaikan apa yang paling penting untuk diri sendiri.

Jika ada keputusan medis yang membuat ragu, Bunda dapat mendiskusikannya lagi dengan dokter. Meminta penjelasan tambahan atau pendapat kedua juga dapat menjadi pilihan ketika memang dibutuhkan.

5. "Saya boleh memilih kepada siapa saya ingin bercerita"

Infertilitas merupakan pengalaman pribadi. Bunda tidak memiliki kewajiban untuk menceritakan seluruh detail pemeriksaan atau perawatan kepada keluarga, teman, rekan kerja, maupun orang lain.

Bunda dapat memilih kepada siapa ingin bercerita dan informasi apa yang ingin dibagikan.

Misalnya, kepada orang yang dipercaya Bunda dapat mengatakan, "Saat ini saya lebih membutuhkan dukungan daripada saran". Sementara kepada orang lain, Bunda cukup memberikan jawaban singkat bahwa prosesnya masih berjalan.

Menetapkan batasan bukan berarti menutup diri. Hal tersebut dapat menjadi cara untuk menjaga energi selama menjalani proses yang cukup menguras emosi.

6. "Perjalanan saya untuk menjadi orang tua tidak harus sama dengan orang lain"

Setiap orang bisa memiliki perjalanan yang berbeda untuk menjadi orang tua. Ada yang menjalani perawatan kesuburan, ada yang memilih jalan lain, dan ada pula yang mungkin memutuskan untuk berhenti setelah melalui berbagai pertimbangan.

Afirmasi ini bisa menjadi pengingat bahwa Bunda tidak perlu membandingkan perjalanan sendiri dengan orang lain. Apa yang dipilih atau berhasil bagi orang lain belum tentu menjadi pilihan yang sama untuk Bunda.

7. "Saya tetap boleh merasa bahagia sekarang, bukan hanya setelah melihat hasil tes positif"

Ketika sedang berusaha mendapatkan kehamilan, kebahagiaan terkadang terasa seperti sesuatu yang harus ditunda sampai melihat hasil tes positif. 

Padahal, Bunda tetap berhak menikmati hal-hal sederhana yang membuat hati terasa lebih ringan.

Tidak harus sesuatu yang besar. Bertemu teman, memasak makanan favorit, berjalan santai, membaca buku, mendengarkan musik, atau melakukan kegiatan yang disukai dapat menjadi jeda dari rutinitas pemeriksaan dan masa penantian.

Penelitian mengenai intervensi psikologis pada perempuan dengan infertilitas juga menunjukkan adanya manfaat terhadap beberapa aspek kesehatan mental dan kesejahteraan. Karena itu, menjaga kondisi emosional bukan berarti mengabaikan proses medis, tetapi menjadi bagian dari upaya merawat diri selama perjalanan tersebut.

Tujuh afirmasi ini bisa Bunda simpan di aplikasi catatan ponsel, ditulis di kertas tempel (sticky note) dekat cermin, atau diingat dalam hati saat menjalani pengambilan darah dan pemeriksaan USG. Pilih kalimat yang paling sesuai dengan perasaan Bunda, lalu sesuaikan kata-katanya agar terasa lebih personal dan nyaman diucapkan.

Afirmasi bukan pengganti perawatan infertilitas

Mengucapkan afirmasi dapat menjadi salah satu cara untuk memberikan dukungan kepada diri sendiri, tetapi bukan pengganti pemeriksaan maupun perawatan medis.

Saat pikiran Bunda terasa penuh di tengah malam, ketika komentar orang lain, meski bermaksud baik, terasa menyakitkan, atau saat menerima hasil pemeriksaan, Bunda bisa kembali pada kalimat-kalimat yang membantu menghargai diri sendiri sekaligus memberi ruang untuk merasakan berbagai emosi.

Infertilitas memiliki berbagai penyebab sehingga penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasangan. Jika Bunda sedang menjalani program hamil, tetap ikuti pemeriksaan dan pengobatan yang diberikan dokter.

Bunda juga tidak perlu merasa bersalah jika afirmasi tertentu tidak langsung membuat perasaan menjadi lebih baik. Perjalanan infertilitas memang dapat menghadirkan berbagai emosi yang tidak selalu mudah untuk dihadapi.

Yang terpenting, Bunda tidak harus menjalani semuanya seorang diri. Dukungan dari pasangan, keluarga, teman yang dipercaya, tenaga kesehatan, maupun profesional kesehatan mental dapat membantu ketika perjalanan ini terasa terlalu berat.

Afirmasi sederhana mungkin tidak mengubah hasil pemeriksaan, tetapi bisa menjadi pengingat bahwa Bunda tetap layak mendapatkan kebaikan, dukungan, dan ruang untuk merasakan berbagai emosi selama menjalani perjalanan infertilitas.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Luna Maya Hiatus Demi Promil, Inginkan Bayi Kembar

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Nabila Syakieb Liburan Bareng Keluarga, Paras Dua Anaknya Curi Perhatian

Mom's Life Amira Salsabila

Sering Bilang "Aku Tidak Tahu"? Ternyata Bisa Jadi Tanda Orang Cerdas

Mom's Life Amira Salsabila

Mengenali Ciri-ciri Orang dengan Kemampuan Berpikir Tinggi Menurut Psikolog

Mom's Life Dilla Atqia Rahmah

Sedang Berjuang Melawan Infertilitas? Coba Ucapkan 7 Afirmasi Ini Setiap Hari

Kehamilan Melly Febrida

Kenali Ciri-ciri Pneumonia pada Bayi dan Cara Mengatasi

Parenting Kinan

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Mengenali Ciri-ciri Orang dengan Kemampuan Berpikir Tinggi Menurut Psikolog

Sering Bilang "Aku Tidak Tahu"? Ternyata Bisa Jadi Tanda Orang Cerdas

Sedang Berjuang Melawan Infertilitas? Coba Ucapkan 7 Afirmasi Ini Setiap Hari

7 Rekomendasi Hair Mask untuk Rambut Kering dan Rusak

Potret Nabila Syakieb Liburan Bareng Keluarga, Paras Dua Anaknya Curi Perhatian

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK