KEHAMILAN
Apakah Paparan Produk Plastik Bisa Bikin Sulit Hamil? Simak Faktanya
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Senin, 31 Aug 2026 18:20 WIBBunda mungkin cukup sering menggunakan produk berbahan plastik dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari wadah makanan, botol minum, kemasan makanan hingga berbagai produk rumah tangga. Namun, pernahkah terpikir bahwa paparan bahan kimia tertentu dari plastik juga bisa berkaitan dengan kesuburan?
Sejumlah penelitian memang menemukan adanya hubungan antara paparan bahan kimia tertentu yang digunakan dalam produk plastik dengan kesehatan reproduksi. Dua kelompok zat yang paling banyak diteliti adalah bisphenol A (BPA)dan phthalates (ftalat).
Meski begitu, bukan berarti menggunakan satu wadah plastik kemudian otomatis membuat seseorang sulit hamil. Hubungan antara paparan bahan kimia dan kesuburan cukup kompleks dan masih terus diteliti.
Bahan kimia dalam plastik yang perlu diperhatikan
BPA merupakan bahan kimia yang dapat ditemukan pada sejumlah jenis plastik dan material yang bersentuhan dengan makanan. Sementara itu, phthalates digunakan sebagai bahan tambahan untuk membuat plastik tertentu lebih fleksibel dan tahan lama.
Keduanya termasuk endocrine-disrupting chemicals (EDCs), yaitu bahan kimia yang berpotensi mengganggu sistem hormon tubuh. Padahal, hormon memiliki peran penting dalam proses reproduksi, termasuk produksi sperma, pematangan sel telur dan ovulasi.
Karena itu, para peneliti tertarik melihat apakah paparan BPA dan phthalates dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk memiliki keturunan.
Benarkah plastik bisa memengaruhi kesuburan?
Jawabannya, ada indikasi hubungan, tetapi belum berarti paparan plastik menjadi penyebab tunggal infertilitas.
Salah satu penelitian terbaru pada 2026 yang diterbitkan dalam Reproductive Sciences menganalisis 38 penelitian dengan total lebih dari 55 ribu peserta. Hasil meta-analisis tersebut menemukan bahwa paparan BPA dan phthalates berkaitan dengan sejumlah parameter reproduksi, termasuk penurunan hormon AMH dan jumlah folikel antral pada perempuan. Paparan BPA juga berkaitan dengan penurunan angka kehamilan klinis pada beberapa penelitian teknologi reproduksi berbantu.
Namun, penelitian tersebut juga menemukan bahwa hubungan antara paparan lingkungan dan waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan kehamilan (time to pregnancy) secara keseluruhan tidak signifikan. Artinya, bukti yang ada belum cukup untuk menyimpulkan bahwa paparan zat-zat tersebut pasti menyebabkan seseorang mengalami infertilitas.
Pada perempuan, perhatian peneliti terutama tertuju pada kemungkinan pengaruh bahan kimia pengganggu hormon terhadap fungsi ovarium. Sebuah studi mengenai paparan phthalates dan kesehatan reproduksi perempuan menunjukkan bahwa zat tersebut berpotensi berkaitan dengan perubahan fungsi hormon dan berbagai aspek kesehatan reproduksi. Namun, hasil penelitian pada manusia masih beragam sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.
Sementara itu, meta-analisis 2026 menemukan bahwa paparan BPA berkaitan dengan kadar anti-Müllerian hormone (AMH) yang lebih rendah, sedangkan paparan phthalates dikaitkan dengan jumlah folikel antral yang lebih rendah. Kedua parameter tersebut sering digunakan sebagai bagian dari penilaian cadangan ovarium.
Meski demikian, Bunda perlu ingat bahwa AMH atau jumlah folikel bukan satu-satunya penentu seseorang bisa atau tidak bisa hamil.
Bukan hanya perempuan, kesuburan pria juga bisa terpengaruh
Kesuburan merupakan urusan pasangan, bukan hanya perempuan. Paparan bahan kimia tertentu juga sedang diteliti kaitannya dengan kualitas sperma.
Sebuah systematic review tahun 2026 yang mengevaluasi 38 penelitian menemukan bahwa paparan phthalates, termasuk MEHP, DEHP dan DBP, dikaitkan dengan perubahan sejumlah parameter semen, seperti konsentrasi dan motilitas sperma. Para peneliti menduga mekanismenya berkaitan dengan gangguan hormon dan stres oksidatif, meski hasil penelitian antar-populasi masih bervariasi.
Temuan tersebut sejalan dengan meta-analisis mengenai BPA yang mencakup 18 penelitian. Penelitian itu menemukan bahwa kadar BPA dalam urine berkorelasi negatif dengan konsentrasi sperma dan jumlah total sperma.
Menariknya, penelitian LIFE Study yang melibatkan 501 pasangan yang sedang berusaha mendapatkan kehamilan menemukan bahwa beberapa jenis phthalate pada pria berkaitan dengan waktu menuju kehamilan yang lebih lama. Sementara itu, kadar BPA pada pria maupun perempuan tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan waktu menuju kehamilan dalam penelitian tersebut.
Jadi, paparan bahan kimia dari lingkungan berpotensi menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam kesehatan reproduksi pria maupun perempuan.
Bagaimana dengan pasangan yang menjalani program bayi tabung?
Hubungan antara paparan bahan kimia dari plastik dan keberhasilan program IVF juga mulai banyak diteliti.
Systematic review dan meta-analisis yang diterbitkan pada 2025 terhadap pasien yang menjalani teknologi reproduksi berbantu menemukan bahwa sebagian besar metabolit phthalates yang diteliti memiliki hubungan negatif dengan sejumlah parameter kesehatan reproduksi. Namun, peneliti menekankan bahwa penelitian yang tersedia masih memiliki keterbatasan dan diperlukan studi yang lebih besar.
Penelitian lain mengenai BPA dan IVF/ICSI menemukan adanya hubungan negatif antara paparan BPA dengan beberapa hasil reproduksi, khususnya tingkat fertilisasi normal dan jumlah embrio berkualitas tinggi. Akan tetapi, penelitian tersebut tidak menemukan hubungan signifikan dengan angka kehamilan klinis, pembentukan blastokista atau keberhasilan implantasi. Artinya, pengaruh BPA dan phthalates terhadap keberhasilan bayi tabung masih belum bisa disimpulkan secara sederhana.
Haruskah berhenti menggunakan plastik?
Tidak perlu sampai panik atau menghindari seluruh produk plastik. Yang lebih penting adalah mengurangi paparan yang tidak perlu.
Beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan antara lain:
- Hindari memanaskan makanan menggunakan wadah plastik yang tidak dirancang untuk pemanasan.
- Gunakan wadah kaca atau stainless steel untuk makanan dan minuman panas.
- Jangan menggunakan wadah plastik yang sudah rusak, tergores berat atau berubah bentuk.
- Ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan, terutama mengenai microwave atau suhu tinggi.
- Kurangi konsumsi makanan ultra-proses yang banyak menggunakan kemasan.
- Bila memungkinkan, pilih produk yang mencantumkan informasi bebas BPA atau sesuai standar keamanan pangan.
- Jangan hanya fokus pada perempuan. Pasangan pria juga dapat melakukan langkah yang sama untuk mengurangi paparan bahan kimia lingkungan.
Yang perlu digarisbawahi, mengurangi paparan bukan berarti menjamin seseorang akan lebih subur. Kesuburan dipengaruhi banyak faktor, termasuk usia, kondisi hormonal, kualitas sperma dan sel telur, penyakit tertentu, berat badan, gaya hidup serta faktor genetik.
Jadi, Bunda tidak perlu takut berlebihan. Mulai saja dari langkah sederhana untuk mengurangi paparan, sambil tetap menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan jika sudah lama mencoba hamil tetapi belum mendapatkan kehamilan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Pijat Perut untuk Program Hamil, Benarkah Efektif?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Waspada, Paparan Zat Kimia di Produk Plastik Bisa Turunkan Jumlah Sperma
7 Makanan yang Dilarang Selama Program Hamil, Hindari Dulu Bun
7 Makanan Penambah Sperma, Bantu Sukseskan Program Hamil
Cara Mengonsumsi Buah Zuriat untuk Promil, Ayah Juga Perlu Tahu Lho
TERPOPULER
Suri Jabrik Keponakan Luna Maya Jalani Ritual Sambut Momen Dewasa, Ini Potretnya
Anak Kurang Tidur di Usia Dini Bisa Tingkatkan Risiko Depresi saat Remaja
Cara Membuat Roti Tawar Lembut dan Mengembang, Mudah untuk Pemula
Ciri Orang yang Punya Pengaruh Positif, Mampu Bikin Orang Lain Jadi Lebih Baik
Ciri Kepribadian Orang Kreatif, Sering Punya Kebiasaan Ini
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Portable Solar Generator untuk Cadangan Listrik di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Teko Pemanas Air Listrik Terbaik dengan Watt Kecil
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Merek Sabun Mandi untuk Ibu Hamil yang Aman
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Hair Mask untuk Rambut Kering dan Rusak
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Suri Jabrik Keponakan Luna Maya Jalani Ritual Sambut Momen Dewasa, Ini Potretnya
Anak Kurang Tidur di Usia Dini Bisa Tingkatkan Risiko Depresi saat Remaja
Apakah Paparan Produk Plastik Bisa Bikin Sulit Hamil? Simak Faktanya
Cara Membuat Roti Tawar Lembut dan Mengembang, Mudah untuk Pemula
Ciri Orang yang Punya Pengaruh Positif, Mampu Bikin Orang Lain Jadi Lebih Baik
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Sering Gagal Kocok Telur Kaku Buat Kue? Coba Andalkan Hand Mixer Mini Ini
-
Beautynesia
5 Tanda Pria Green Flag yang Bisa Dilihat dari Kebiasaannya Sehari-hari
-
Female Daily
Dry Shampoo Bisa Gantikan Keramas? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Mewah! Tasya Farasya Hadiahi Ibunda Mobil Lexus & Hermes di Ultah Ke-62
-
Mommies Daily
Benarkah Autoimun Tidak Bisa Disembuhkan? Simak Fakta dan Cara Mengontrolnya!