Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Sel Janin Tetap Tinggal di Tubuh Ibu hingga 27 Tahun setelah Melahirkan, Adakah Manfaatnya?

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Minggu, 06 Sep 2026 11:10 WIB

Ilustrasi Janin
Sel Janin Tetap Tinggal di Tubuh Ibu hingga 27 Tahun setelah Melahirkan, Adakah Manfaatnya?/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Natali_Mis
Jakarta -

Tahukah Bunda, sebagian sel janin ternyata dapat tetap berada di tubuh ibu setelah melahirkan? Para ilmuwan menyebut fenomena ini sebagai mikrokimerisme janin.

Dilansir laman The Science Baby, kehamilan dapat meninggalkan perubahan biologis permanen di dalam tubuh. Selama kehamilan, sel-sel dari janin melewati plasenta dan dapat tetap berada di dalam tubuh ibu selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun.

Di proses kehamilan, nutrisi, oksigen, dan produk limbah mengalir antara ibu dan bayi melalui plasenta. Tetapi bukan hanya nutrisi yang melewati penghalang tersebut. Sel dan DNA juga dapat bergerak dua arah, yakni dari ibu ke bayi, dan dari bayi kembali ke ibu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Para ilmuwan memperkirakan bahwa selama kehamilan, hingga 6 persen DNA bebas yang beredar dalam darah ibu sebenarnya berasal dari bayinya. Bahkan setelah lahir, jejaknya masih tetap ada. Rata-rata, sekitar 3 dari setiap 1 juta sel dalam tubuh ibu membawa DNA anaknya.

Tubuh Bunda sendiri terdiri dari triliunan sel. Itu berarti ada jutaan fragmen kecil bayi yang hidup di dalam tubuh seorang ibu.

Beberapa penelitian sejauh ini telah mendeteksi sel janin pada ibu hingga 27 tahun setelah melahirkan.

Perlu diketahui, mikrokimerisme janin tidak hanya terjadi pada kehamilan cukup bulan. Penelitian telah menemukan bahwa setelah keguguran dini atau sekitar 5 minggu kehamilan, sel-sel masih dapat masuk ke tubuh ibu.

Secara teknis, sistem kekebalan tubuh seharusnya menyerang dan membersihkan sel-sel 'asing' ini. Tetapi karena alasan yang belum sepenuhnya kita pahami, sel-sel bayi berhasil tetap tidak terdeteksi, atau bahkan mungkin terlindungi di dalam tubuh ibu. Beberapa sel bahkan menetap di organ-organ seperti hati, jantung, dan otak.

Apakah mikrokimerisme janin baik atau buruk?

Banyak penelitian tentang mikrokimerisme janin, Bunda. Hingga kini, para ilmuwan masih terus mengumpulkan informasi. Namun sejauh ini, bukti yang ada sangat beragam.

Berikut beberapa buktinya:

  • Penyakit autoimun

Perempuan dilaporkan lebih rentan terhadap kondisi autoimun dibandingkan laki-laki, dan sel janin telah ditemukan di jaringan yang rusak. Beberapa peneliti menduga sel-sel ini dapat berperan dalam memicu penyakit.

  • Perlindungan dari penyakit

Mikrokimerisme juga telah dikaitkan dengan perlindungan terhadap penyakit autoimun tertentu.

  • Penelitian tentang kanker

Dalam beberapa studi, ibu yang mengidap kanker memiliki lebih sedikit sel janin daripada ibu yang sehat, yang menunjukkan peran protektif. Namun, dalam studi lain, sel janin ditemukan di dalam tumor, sehingga menimbulkan kemungkinan bahwa sel-sel tersebut merespons atau berinteraksi dengan penyakit tersebut.

Salah satu teori yang menarik adalah bahwa sel janin mungkin bertindak sebagai alat perbaikan internal. Banyak dari sel-sel ini mempertahankan sifat-sifat seperti sel punca, yang berarti mereka dapat berubah menjadi berbagai jenis sel dan membantu meregenerasi jaringan.

Jadi, ketika tubuh ibu terluka, sel-sel janin dapat bergerak ke lokasi kerusakan. Mereka bertindak sebagai tim pertolongan pertama.

Hal serupa juga dijelaskan dalam ulasan di laman Nature. Bukti yang terkumpul menunjukkan bahwa sel mikrokimera dapat berkontribusi pada proses protektif dan patologis.

Pada janin dan bayi baru lahir, sel ibu dapat memandu pematangan garis keturunan imun dan meningkatkan resistensi terhadap infeksi. Sementara pada ibu, sel janin telah terlibat dalam perbaikan jaringan, modulasi respons inflamasi, dan perkembangan kondisi autoimun.

Keseimbangan antara hasil yang bermanfaat dan merugikan tampaknya bergantung pada jenis sel, lokalisasi jaringan, dan interaksi dengan faktor genetik dan lingkungan inang.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda