KEHAMILAN
Anemia saat Hamil Bisa Bikin Volume Otak Bayi yang Lebih Kecil, Ini Kata Studi
Amrikh Palupi | HaiBunda
Jumat, 18 Sep 2026 14:00 WIBPenanganan anemia saat hamil perlu menjadi perhatian serius bagi setiap calon ibu. Pasalnya pada penelitian terbaru mengungkapkan bahwa ibu yang mengalami anemia selama masa kehamilan berisiko melahirkan bayi dengan volume otak yang lebih kecil dibandingkan bayi yang lahir dari ibu sehat.
Kondisi ini patut diwaspadai karena perbedaan ukuran tersebut berdampak pada area-area vital otak yang mengatur fungsi kognitif, gerakan, hingga emosi anak di masa depan.
Anemia saat hamil bikin volume otak bayi lebih kecil
Mengutip laman Theguardian, Studi ini dilakukan oleh peneliti dari King's College London, Inggris, dan University of Cape Town, Afrika Selatan. Para peneliti mengikuti lebih dari 300 ibu dan bayi mereka di Cape Town, kemudian melakukan pemindaian otak bayi beberapa kali sejak usia 3 bulan hingga 2 tahun.
Hasil penelitan menunjukkan rata-rata, volume otak total bayi yang lahir dari ibu dengan anemia sekitar 4 persen lebih rendah dibandingkan bayi yang lahir dari ibu tanpa anemia. Hal ini terjadi meskipun seluruh ibu yang mengalami anemia dalam penelitian tersebut hanya didiagnosis mengalami anemia ringan.
Perbedaan ditemukan pada tiga bagian otak secara spesifik, yaitu putamen, nukleus kaudatus, dan korpus kalosum.
"Ketiga wilayah otak tersebut berperan dalam fungsi neuropsikologis yang penting," kata Jessica Ringshaw, penulis pertama sekaligus peneliti di King’s Institute of Psychiatry, Psychology & Neuroscience (IoPPN) dan University of Cape Town.
Jessica Ringshaw menyebutkan bahwa fungsi tersebut antara lain berkaitan dengan kecepatan pemrosesan informasi, pengaturan emosi dan fungsi eksekutif.
Perbedaan otak terlihat hingga usia 2 tahun
Tak hanya itu, penelitian ini juga menemukan perbedaan antara kedua kelompok bayi semakin melebar selama dua tahun pertama kehidupan. Salah satu contohnya terlihat pada korpus kalosum. Pada usia 12 bulan, bagian otak ini sekitar 4 persen lebih kecil pada kelompok bayi yang lahir dari ibu dengan anemia.
Kemudian, ketika bayi mencapai usia 24 bulan, perbedaannya meningkat menjadi sekitar 6 persen. Penelitian sebelumnya di Afrika Selatan yang melibatkan anak usia balita hingga usia sekolah menemukan perbedaan volume otak yang serupa.
"Ini bukan anak-anak yang kemudian mengejar ketertinggalannya, sehingga perbedaan pada otak tersebut menghilang seiring waktu," kata Ringshaw.
Menurut Ringshaw, perbedaan tersebut masih terlihat ketika anak berusia 6 tahun dan mulai bersekolah. Pada tahap ini, perbedaan tersebut mungkin mulai terlihat dalam bentuk kesulitan kognitif yang lebih nyata.
Temuan ini juga memberikan kemungkinan penjelasan atas hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa anak-anak yang lahir dari ibu dengan anemia memperoleh nilai yang lebih rendah dalam tes perkembangan.
Ringshaw mengatakan, ibu yang mengalami anemia dan yang tidak mengalami anemia dalam penelitian tersebut pada dasarnya memiliki karakteristik yang sangat mirip, termasuk dalam hal pendapatan rumah tangga dan ketahanan pangan.
Hal tersebut membuatnya yakin bahwa anemia yang dialami ibu selama kehamilan menjadi penyebab perbedaan yang diamati oleh tim peneliti.
Berikut ini pentingnya skrining dan penanganan anemia saat hamil sejak dini:
1. Skrining rutin
Menurut Ringshaw, hasil penelitian tersebut semakin menegaskan pentingnya menangani anemia pada perempuan usia reproduktif.
“Kita seharusnya melakukan skrining untuk mendeteksi anemia dan kekurangan zat besi, terutama selama kehamilan,” katanya.
2. Suplemen tepat
Ringshaw juga merekomendasikan penggunaan suplemen zat besi oral atau bahkan zat besi melalui infus, jika memang diperlukan dan sesuai dengan kondisi pasien.
3. Penanganan infeksi
Ringshaw mengatakan, penyebab anemia cukup kompleks dan dapat mencakup penyakit infeksi. Dalam penelitian tersebut, ditemukan angka anemia yang lebih tinggi pada perempuan yang hidup dengan HIV.
“Jadi, selain melakukan intervensi dengan zat besi, penanganan infeksi yang tepat secara bersamaan juga penting,” ujarnya.
WHO jadikan anemia sebagai salah satu prioritas kesehatan
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan pengurangan angka kejadian anemia sebagai salah satu prioritas. Namun, kemajuan dalam upaya tersebut mengalami stagnasi selama dua dekade terakhir.
"Sekarang, lebih dari sebelumnya, anemia perlu ditempatkan sebagai salah satu fokus utama upaya kesehatan masyarakat jika kita ingin memastikan anak-anak tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga dapat tumbuh dan berkembang secara optimal," kata Ringshaw.
Teknologi MRI portabel bantu peneliti mempelajari otak bayi
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Brain Communications ini juga menarik karena menggunakan teknologi pencitraan otak yang relatif baru.
Para peneliti membandingkan gambar otak yang diperoleh menggunakan MRI konvensional atau high-field MRI dengan hasil pemindaian menggunakan MRI portabel low-field. Hasilnya menunjukkan bahwa MRI portabel tersebut cukup sensitif untuk mendeteksi perbedaan yang sama pada otak bayi yang lahir dari ibu dengan anemia.
Selain itu, teknologi ini memiliki ukuran dan biaya yang lebih rendah serta lebih mudah dibawa dibandingkan mesin MRI konvensional yang umumnya tersedia di rumah sakit.
Steve Williams, profesor neuroimaging di King’s, mengatakan, teknologi tersebut dapat membantu mengukur dampak kekurangan gizi terhadap perkembangan otak dalam skala lebih luas, termasuk di lingkungan dengan keterbatasan fasilitas kesehatan.
"Teknologi ini dapat memberikan penilaian awal yang sensitif terhadap intervensi yang telah direncanakan," tutur Steve Williams.
Begitu penjelasan tentang fakta anemia saat hamil bisa membuat volume otak bayi lebih kecil Bunda. Semoga informasinya bermanfaat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Kabar Bahagia! Jessica Mila Umumkan Hamil Anak Kedua
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Ketahui Bahaya Anemia pada Ibu Hamil, Salah Satunya Bayi Lahir Prematur
Anemia Saat Hamil Bisa Berbahaya, Konsumsi Makanan Penambah Darah Bun!
Anemia pada Ibu Hamil, Mungkinkah Memengaruhi Perkembangan Saraf Bayi?
5 Makanan yang Dapat Mencegah Anemia pada Ibu Hamil
TERPOPULER
Istri Eks Menkeu Pilih Jualan Nasi Bungkus usai Suami Dicopot Presiden
Senang Membukakan Pintu untuk Orang Lain? Ternyata Simpan Ciri Kepribadian Ini
Momen Bahagia Leony Dilamar Kekasih Bule, Cincin Curi Perhatian
Anemia saat Hamil Bisa Bikin Volume Otak Bayi yang Lebih Kecil, Ini Kata Studi
Udah Nikah, Masih Perlu Pacaran?
REKOMENDASI PRODUK
Jangan Dibunuh, Ini 5 Obat Penghilang Semut yang Diklaim Ampuh sampai Tuntas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Food Processor Terbaik & Kelebihannya Dibanding Blender
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lip Product dalam Kemasan Squeeze Tube yang Praktis Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Air Purifier dengan HEPA Filter, Jaga Kualitas Udara dalam Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Mini Vacuum Cleaner, Ukuran Kecil tapi Daya Isap Kuat
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Prediksi Awal Ramadhan 2027 & Jadwal Libur Lebaran 1448 H
Bayi Lahir Kecil, Benarkah Pengaruhi Kecerdasan Anak?
Senang Membukakan Pintu untuk Orang Lain? Ternyata Simpan Ciri Kepribadian Ini
Anemia saat Hamil Bisa Bikin Volume Otak Bayi yang Lebih Kecil, Ini Kata Studi
Keseruan 12 Delegasi IICF dari Berbagai Negara Bertukar Budaya di Global Mandiri Cibubur
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Mata Sering Silau Saat Berkendara? Kenali Helm dengan Dua Visor Ini
-
Beautynesia
3 Tanda Pertemanan Kamu Semakin Renggang
-
Female Daily
Bedazzled Nails Lagi Tren! Kuku Berkilau yang Bikin Manicure Makin Glam
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Bikin Kepo, Ini Alasan Son Ye Jin Tutup Wajah Hyun Bin Pakai Stiker di IG
-
Mommies Daily
8 Acara Weekend 18-20 September 2026 di Jakarta, Korea Travel Fair hingga Jakarta Dessert Week