HaiBunda

KEHAMILAN

Benarkah Ibu Hamil Makan Keong Bisa Bikin Bayi Jadi Lamban? Ini Kata Ahli Gizi

Melly Febrida   |   HaiBunda

Sabtu, 10 Oct 2026 15:50 WIB
Benarkah Ibu Hamil Makan Keong Bisa Bikin Bayi Jadi Lamban? Ini Kata Ahli Gizi/Foto: Getty Images/iStockphoto/laperla_foto
Jakarta -

Bunda mungkin pernah mendengar berbagai pantangan makanan yang diwariskan turun-temurun selama kehamilan. Salah satunya, makan siput atau keong dipercaya dapat membuat bayi menjadi lamban setelah lahir. Benarkah?

Lantas muncul pertanyaan,  sebenarnya ibu hamil boleh makan siput dan keong selama diolah dengan cara yang aman? Kabar baiknya, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa makan siput saat hamil akan membuat bayi menjadi lamban. 

Melansir Punch Healthwise, ahli gizi Olusola Malomo dari Lagos State Health Service Commission menegaskan bahwa anggapan tersebut hanya mitos yang tidak memiliki dasar ilmiah. Siput dapat menjadi salah satu sumber protein dan mineral dalam pola makan ibu hamil.


Namun, ibu hamil penting untuk memperhatikan beberapa hal dalam mengonsumsi siput atau keong, terutama cara memilih, membersihkan, dan memasaknya.

Makan siput saat hamil, apa aman?

Pada dasarnya, ibu hamil boleh makan siput atau keong yang merupakan bahan pangan dan diolah hingga matang dengan baik. Siput bukan termasuk makanan yang secara umum harus dihindari selama kehamilan hanya karena bentuk atau jenis hewannya.

Malomo menegaskan bahwa tidak ada dasar ilmiah dari anggapan bahwa makan siput saat hamil dapat membuat bayi menjadi lamban.

Ahli gizi lainnya, Olufunmilola Ogunmiluyi, juga menjelaskan bahwa daging siput dapat menjadi sumber protein hewani sekaligus menyumbangkan sejumlah mineral, termasuk zat besi, kalsium, magnesium, fosfor, kalium, dan seng.

Jadi, yang perlu diperhatikan bukan mitos bahwa siput bisa membuat bayi lamban, melainkan keamanan pangan dan keseimbangan pola makan ibu hamil.

Kandungan gizi siput untuk ibu hamil

Siput memiliki kandungan protein dan sejumlah mineral yang dibutuhkan tubuh. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Heliyon pada 2021 menganalisis kandungan gizi tiga jenis siput darat, yaitu Achatina achatina, Achatina fulica, dan Archachatina marginata.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging ketiga jenis siput tersebut mengandung protein serta berbagai mineral, termasuk kalsium, magnesium, fosfor, seng, dan zat besi. Kandungannya memang berbeda-beda tergantung spesies.

Penelitian lain terhadap empat spesies siput darat raksasa di Nigeria juga menemukan kandungan zat besi, kalsium, magnesium, seng, fosfor, dan kalium dalam daging siput. Ini berarti, siput bisa menjadi salah satu pilihan lauk sumber protein hewani dalam menu kehamilan.

1. Protein

Protein dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin sekaligus membantu memenuhi kebutuhan tubuh ibu yang mengalami berbagai perubahan selama kehamilan. Namun, ibu hamil tidak perlu mengandalkan siput sebagai satu-satunya sumber protein.

Ibu hamil bisa memperoleh protein dari berbagai makanan seperti ikan, telur, ayam, daging, susu dan produk olahannya, tahu, tempe, serta kacang-kacangan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menganjurkan pola makan yang beragam selama kehamilan, bukan hanya mengandalkan satu jenis makanan.

2. Zat besi

Zat besi menjadi salah satu nutrisi penting selama kehamilan. Kebutuhan zat besi pada ibu hamil meningkat seiring bertambahnya volume darah. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. 

WHO menyebut kebutuhan zat besi dan asam folat meningkat selama kehamilan karena harus memenuhi kebutuhan ibu sekaligus janin yang sedang berkembang. Beberapa penelitian pada daging siput menunjukkan adanya kandungan zat besi, meskipun jumlahnya dapat berbeda tergantung spesies dan kondisi pengolahannya.

3. Kalsium

Kalsium dibutuhkan dalam berbagai proses tubuh, termasuk pembentukan dan perkembangan tulang serta gigi janin. Menariknya, penelitian terhadap tiga spesies siput darat menemukan kandungan kalsium yang cukup tinggi pada daging siput yang dianalisis.

Namun, kandungan tersebut tidak bisa dijadikan patokan untuk semua jenis siput karena komposisi nutrisi dapat berbeda antarspesies dan wilayah.

4. Seng atau zinc

Zinc berperan dalam berbagai proses biologis, termasuk pembelahan dan pertumbuhan sel.

Karena itu, zinc termasuk mineral yang penting selama kehamilan. Daging siput dapat memberikan kontribusi terhadap asupan zinc, tetapi tetap sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang beragam.

Bagaimana cara aman makan siput saat hamil?

Beberapa hal berikut bisa diperhatikan:

  • Pilih siput atau keong yang memang diperuntukkan sebagai bahan pangan.
  • Pastikan kondisinya segar dan berasal dari sumber yang dapat dipercaya.
  • Bersihkan dengan baik sebelum dimasak.
  • Cegah kontak antara bahan mentah dengan makanan yang sudah matang.
  • Masak hingga benar-benar matang, bukan sekadar hangat atau setengah matang.
  • Hindari mengonsumsi siput mentah atau kurang matang.
  • Pastikan alat masak dan tangan bersih setelah menangani siput mentah.

Kemenkes menekankan pentingnya memisahkan bahan pangan mentah dan matang serta memasak makanan dengan benar untuk mengurangi risiko kontaminasi mikroba.

Bagaimana dengan keong sawah atau tutut?

Di Indonesia, istilah 'keong' juga sering digunakan untuk menyebut keong sawah atau tutut. Salah satu jenis yang ditemukan di lingkungan persawahan adalah keong mas (Pomacea canaliculata).

Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa keong mas berpotensi sebagai bahan pangan, tetapi juga perlu diperhatikan potensi paparan logam berat dari habitatnya. Karena itu, asal bahan dan cara pengolahan menjadi hal penting sebelum mengonsumsinya.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah asal keong. Keong yang berasal dari lingkungan perairan atau sawah perlu dipastikan aman dan diolah secara higienis. Karena itu, sebaiknya jangan mengonsumsi keong yang tidak jelas sumbernya atau hanya dimasak sebentar.

Prinsip yang paling aman untuk ibu hamil tetap sama, yakni memilih bahan pangan yang layak dikonsumsi, menjaga kebersihan, dan memasaknya hingga matang sempurna.

Apakah siput bisa menggantikan suplemen kehamilan?

Jawabannya tidak, Bunda. Walaupun siput mengandung protein dan beberapa mineral, bukan berarti ibu hamil bisa mengganti vitamin atau suplemen yang diresepkan dokter dengan makan siput.

WHO merekomendasikan suplementasi zat besi dan asam folat selama kehamilan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dan mencegah anemia.

Siput boleh menjadi bagian dari menu, tetapi tetap bukan pengganti vitamin prenatal atau suplemen yang diberikan tenaga kesehatan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Hamil Anak Pertama, Intip Style Maternity ala Alexandra Leclerc

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf C

Mom's Life Azhar Hanifah

Apakah Anak Kecil Bisa Terkena Kanker Payudara? Ini Faktanya

Parenting Annisa Karnesyia

Benarkah Ibu Hamil Makan Keong Bisa Bikin Bayi Jadi Lamban? Ini Kata Ahli Gizi

Kehamilan Melly Febrida

Felicya Angelista & Hito Caesar Bagikan Momen Pertama Kali Saksikan Aurora Borealis

Mom's Life Amira Salsabila

Bayi Lahir dengan Wajah Kena Kotoran? Ternyata Ada Manfaatnya untuk Kesehatan

Parenting Asri Ediyati

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf C

Apakah Anak Kecil Bisa Terkena Kanker Payudara? Ini Faktanya

Benarkah Ibu Hamil Makan Keong Bisa Bikin Bayi Jadi Lamban? Ini Kata Ahli Gizi

Felicya Angelista & Hito Caesar Bagikan Momen Pertama Kali Saksikan Aurora Borealis

Bayi Lahir dengan Wajah Kena Kotoran? Ternyata Ada Manfaatnya untuk Kesehatan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK