sign up SIGN UP search


kehamilan

7 Mitos Seputar Cara Membuat Anak, Bunda Perlu Tahu

Annisa Karnesyia Sabtu, 20 Jun 2020 06:01 WIB
Shot of a woman looking worried while holding a pregnancy test with her partner lying in the background caption
Jakarta -

Cara membuat anak merupakan persiapan pasangan suami istri untuk menambah momongan. Namun, yang paling penting justru kesehatan fisik dan mental.

Sebelum merencanakan kehamilan, sebaiknya Ayah dan Bunda menjalani pemeriksaan kesehatan ya. Menurut Paula Hillard, MD, profesor kebidanan dan kandungan di University of Stanford, konsultasikan kesehatan ke dokter dan tanyakan tentang asupan nutrisi yang penting untuk dikonsumsi.

"Lakukan siklus pemeriksaan ini sebelum mencoba hamil. Jika memiliki masalah medis, maka bisa ditangani sebelumnya," kata Hillard, dikutip dari WebMD.


Setelah dinyatakan sehat, Ayah dan Bunda bisa mempersiapkan diri untuk membuat anak. Ada banyak cara yang dianggap bisa mempermudah istri hamil, namun beberapa di antaranya hanya mitos.

Berikut telah HaiBunda rangkum 7 mitos tersebut, seperti mengutip laman What To Expect dan Insider. Catat ya, Bunda!

1. Obat batuk dapat membantu wanita cepat hamil

Mitos: Katanya kandungan ekspektoran dalam obat batuk berhubungan dengan lendir serviks, Bunda. Namun, hanya ada sedikit bukti yang menunjukkan bahwa penggunaan ekspektoran bisa meningkatkan peluang hamil.

2. Harus mengalami orgasme saat berhubungan seksual

Mitos: Orgasme sebenarnya membantu menggerakkan sperma ke arah sel telur. Namun, wanita tidak membutuhkan orgasme untuk memperbesar peluang hamil.

3. Rata-rata wanita hamil dalam waktu 3 bulan setelah berhubungan seksual

Mitos: Konsepsi biasanya tidak terjadi dalam waktu semalam. Sel telur dan sperma mungkin bertemu saat percobaan pertama, tapi kejadian ini tidak bisa dijadikan rata-rata wanita cepat hamil. Apalagi pada pasangan yang memiliki masalah kesuburan, ada yang menunggu hingga 12 bulan baru berhasil.

Shot of an affectionate young couple sharing a romantic moment in the bedroom at homeMitos Seputar Cara Membuat Anak, Bunda Perlu Tahu/ Foto: iStock

4. Wanita dengan diabetes tidak bisa hamil

Mitos: Wanita dengan diabetes faktanya bisa hamil dan melahirkan bayi sehat. Tentunya dengan perencanaan dan persiapan yang matang ya. Jika ingin hamil, maka kadar gula harus dikelola dengan baik agar tak menjadi masalah kesehatan nantinya.

5. Berhubungan seksual setiap hari dapat membantu wanita hamil

Profesor obgyn di Yale University Dr. Rachel Urrutia menjelaskan bahwa hanya berhubungan seks pada masa subur lah wanita bisa hamil. "Tidak semua wanita tahu masa suburnya. Setiap mereka melakukan hubungan seksual paling baik ketika masa subur," ujar Urrutia.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memperkirakan sebagian besar wanita mengalami ovulasi dua hingga tiga minggu setelah menstruasi. Di waktu ini, dia bisa fokus untuk berhubungan seksual.

6. Minum pil KB terlalu lama akan menunda kehamilan

Mitos: Bagi beberapa wanita, kesuburan dapat segera kembali setelah selesai menggunakan pil KB. Namun, bagi yang lain mungkin butuh waktu satu bulan atau lebih untuk kembali ovulasi.

7. Setelah sel telur lepas, dapat dibuahi hingga dua hari

Mitos: Faktanya hanya sperma yang bisa menunggu selama tiga hingga empat hari untuk membuahi sel telur. Sementara sel telur hanya memiliki umur 12 hingga 24 jam. Jadi, sperma harus segera 'menangkap' sel telur.

Waktu adalah hal yang memengaruhi dalam kesuburan. Ini menjadi kunci penting keberhasilan konsepsi pasangan suami istri.

Simak juga penjelasan ahli soal bayi tabung, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi