sign up SIGN UP search


kehamilan

7 Minuman Ini Harus Dihindari Ibu Hamil, Bisa Membahayakan Janin

Annisa Karnesyia Senin, 20 Jul 2020 05:41 WIB
Attractive pregnant female chilling while drinking fresh coffee from mug and relaxing at home caption
Jakarta -

Kehamilan menjadi masa yang rentan bagi seorang wanita. Oleh sebab itu, setiap ibu hamil harus menjaga asupan nutrisi makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Menurut ahli nutrisi Adda Bjarnadottir, MS, LN, kehamilan menjadi periode sensitif di sepanjang kehidupan wanita. Ada beberapa jenis makanan dan minuman yang harus dihindari agar tak membahayakan dirinya dan calon buah hati.

"Makanan tertentu akan jarang dikonsumsi, sementara yang lain harus dihindari sepenuhnya," kata Bjarnadottir, dilansir Healthline.


Selain makanan, ibu hamil juga harus memperhatikan minuman yang dikonsumsi sepanjang kehamilan. Mengutip berbagai sumber, berikut tujuh minuman yang harus dihindari ibu hamil:

1. Minuman mengandung tinggi gula

Konsumsi minuman mengandung gula yang tinggi enggak baik untuk ibu hamil ya. Bunda bisa batasi penggunaannya karena gula dengan takaran yang cukup tidak membahayakan.

Amos Grunebaum, dokter kandungan dan ginekolog spesialis kehamilan berisiko tinggi menjelaskan, gula sebenarnya cukup aman selama kehamilan. Namun, jumlahnya harus disesuaikan terutama bagi pengidap diabetes.

"Gula dapat dikonsumsi selama kehamilan dalam jumlah sedang jika tidak memiliki diabetes tipe I, II atau diabetes gestasional," kata Grunebaum, dikutip dari laman Baby Med.

Selama hamil, Bunda harus mempertimbangkan kembali jika ingin minum manis. Sebaiknya, kita memantau seberapa banyak minuman manis yang dikonsumsi.

Sementara menurut ahli diet Natalie B. Allen, minuman manis pada umumnya tidak berbahaya bagi bayi dalam kandungan. Namun, minuman ini tidak memiliki gizi, Bunda.

2. Minuman bersoda

Minuman bersoda umumnya mengandung pemanis buatan yang enggak baik untuk ibu hamil. Kandungan pemanis yang umum digunakan adalah sakarin.

Sakarin adalah bahan kimia yang mudah masuk ke bayi melalui plasenta. Jika sakarin dikonsumsi dalam jumlah berlebih, maka dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi dan menyebabkan cacat.

Di dalam minuman bersoda juga mengandung pemanis lain seperti aspartam. David Elmar, dokter spesialis obgyn di Massachusetts menjelaskan bahwa aspartam bisa memengaruhi perkembangan janin.

"Studi selama 15 tahun menunjukkan, aspartam bisa menyebabkan cacat lahir," kata Elmar.

Dilansir Parents, ada efek yang bisa dialami ibu hamil jika mengonsumsi minuman soda. Beberapa di antaranya adalah kekurangan kalsium, peningkatan tekanan darah tinggi, risiko bayi cacat lahir atau berat badan berlebih, dan meningkatkan risiko keguguran.

ilustrasi ibu hamilIlustrasi ibu hamil soda/ Foto: iStock

3. Teh

Minum teh selama hamil memang tidak membahayakan ibu hamil, Bunda. Asalkan tidak berlebihan dalam mengonsumsinya ya.

Mengutip laman Times of India, teh bisa memicu asam lambung atau perut kembung yang bikin imunitas ibu hamil menurun. Minum teh di awal kehamilan juga bisa memicu sakit kepala karena kandungan kafeinnya.

Salah satu teh yang sebaiknya dihindari selama hamil adalah teh hijau. Jenis teh ini mengandung sejumlah kafein yang bisa menyebabkan masalah pada janin.

Minum teh hijau bisa meningkatkan metabolisme selama hamil, kemudian menyebabkan berkurangnya penyerapan asam folat.

4. Kopi

Sama seperti teh dan minuman soda, kopi juga mengandung kafein. Menurut American Pregnancy Association (APA), kadar kafein yang bisa dikonsumsi berkisar antara 150 hingga 300 miligram (mg) dan ini belum dikaitkan dengan efek negatif pada kehamilan.

APA menyarankan ibu hamil sebaiknya menghindari konsumsi kopi. Cara ini adalah tindakan teraman untuk ibu dan janin di dalam kandungan.

"Bayi yang belum lahir tidak dapat memetabolisme kafein seperti orang dewasa. Bahkan sejumlah kecil kafein dapat menyebabkan perubahan dalam pola tidur bayi atau pergerakan normal pada tahap akhir kehamilan," demikian penjelasan APA.

Peneliti menyarankan bahwa kafein dalam jumlah sedang (tidak lebih dari 300 mg) enggak akan berbahaya bagi ibu hamil. Meski begitu, ada juga penelitian yang mengatakan bahwa konsumsi kafein 300 mg atau kurang per hari dapat berbahaya bagi ibu hamil dan janin.

5. Alkohol

Cukup banyak orang percaya kalau konsumsi alkohol enggak berbahaya untuk ibu hamil dan janinnya. Padahal, alkohol bisa mengganggu perkembangan janin, Bunda.

Alkohol dapat menyebabkan cacat parah pada anak, seperti masalah deformasi tubuh, perkembangan otak terhambat, dan banyak lainnya. Tak ada takaran yang dianjurkan untuk minum alkohol. Mengkonsumsi satu gelas sehari masih dapat menyebabkan sejumlah kelainan pada bayi.

Menurut laporan tahun 2015, tidak ada jumlah asupan alkohol yang dianggap aman dan tidak ada trimester kehamilan yang aman untuk minum alkohol, apapun bentuknya. Semua jenis minuman beralkohol berisiko pada ibu hamil.

High angle view of a young pregnant woman drinking a cup of coffee at homeIbu hamil minum kopi/ Foto: iStock

6. Susu mentah dan tidak dipasteurisasi

Pasteurisasi adalah proses untuk membunuh berbagai bakteri dan mikroba yang ada dalam susu. Jika susu yang kita beli tidak dipasteurisasi, kemungkinan masih ada bakteri di dalamnya dan bisa berbahaya bagi ibu hamil.

Bakteri yang masuk ke tubuh ibu akan dibawa ke janin melalui plasenta. Jika ini terjadi, maka bisa menyebabkan kerusakan pada bayi dalam kandungan.

Menurut Food and Drug Administration (FDA), susu mentah atau tidak dipasteurisasi dapat membawa bakteri berbahaya seperti Salmonella, E. coli, Listeria, Campylobacter, dan lainnya yang sering menyebabkan keracunan makanan.

Menurut konsultan genetik Sara Riordan, bakteri Listeria dapat menyebabkan infeksi yang disebut listeriosis. Ibu hamil rentan terserang infeksi ini.

"Listeriosis bisa menghancurkan bahkan mematikan bagi bayi yang belum lahir," ujar Riordan.

7. Jus wheatgrass

Jus wheatgrass mengandung vitamin, mineral, asam amino esensial, serta antioksidan yang baik untuk kesehatan. Namun, jus ini sebaiknya dihindari oleh ibu hamil.

"Wheatgrass biasanya ditanam di tanah atau air dan dikonsumsi mentah, yang berarti dapat terkontaminasi dengan bakteri atau jamur," ucap Brent A. Bauer, Direktur Department of Internal Medicine's Complementary and Integrative Medicine Program di Mayo Clinic.

"Jika Bunda sedang hamil atau menyusui, jangan konsumsi wheatgrass," sambungnya.

Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi wheatgrass dan keguguran. Minum jus wheatgrass juga berpotensi menyebabkan gangguan pada bayi.

Simak juga penjelasan tentang ibu hamil minum kopi, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi