kehamilan

Sering Dikeluhkan Ibu Hamil Tapi 5 Hal Ini Tak Bahayakan Janin

Asri Ediyati 13 Agu 2017
Ilustrasi ibu hamil/ Foto: Ari Saputra Ilustrasi ibu hamil/ Foto: Ari Saputra
Jakarta - Saat hamil, ada aja keluhan ringan seperti sakit punggung, kram, sembelit, dan sebagainya yang bisa Bunda rasakan. Timbul rasa khawatir kalau-kalau keluhan ini bahaya buat janin pun lumrah kita alami ya.

Tapi, yang perlu kita tahu, ada berbagai perubahan akibat perubahan hormonal dan bisa menimbulkan keluhan. Nah, kalau itu dialami, nggak bahaya untuk janin kok, Bun. Dikutip dari buku 'Conception, Pregnancy and Birth', pakar parenting di London dr Mirriam Stoppard mengungkapkan beberapa keluhan yang umum dialami ibu hamil dan nggak berbahaya buat janin.

1. Sindrom Carpal Tunnel

Sindrom ini membuat tangan kita terasa seperti ditusuk-tusuk jarum, khususnya pada ibu jari dan telunjuk, disertai rasa kebal dan lemas. Sindrom ini terjadi karena adanya tekanan pada saraf yang melintang dari lengan ke tangan di sepanjang bagian depan pergelangan.

Tekanan disebabkan pembengkakan carpal tunnel (kumpulan serat berbentuk cincin di sekeliling pergelangan tangan, yang di bawahnya, dilalui saraf-saraf) akibat retensi cairan. Gejala ini biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan.

Menurut Stoppard, kalau kena sindrom ini, sebaiknya kita ke fisioterapi, Bun. Pemasangan spalk di pergelangan tangan pada malam hari bisa membantu meredakan keluhan. Kemudian bisa juga sindrom carpal tunnel ini diatasi dengan mengangkat dan menahan tangan di atas kepala sambil menggerakkan jemari. Pada saat tidur, letakkan tangan di bantal.

Baca juga: Ini Alasannya Kenapa Ibu Hamil Nggak Boleh Stres

2. Heartburn

Heartburn adalah rasa terbakar di belakang tulang dada, terkadang disertai cairan asam dari lambung naik ke mulut. Ini bisa terjadi saat kita berbaring, batuk, mengejan saat buang air besar atau mengangkat barang berat.

Heartburn biasanya terjadi pada awal kehamilan, katup otot di pintu masuk lambung melemas karena efek hormon progesteron. Hal ini menyebabkan asam lambung naik ke esofagus dan menyebabkan rasa terbakar. Di penghujung kehamilan, bayi yang membesar bisa menekan lambung dan menyebabkan isi lambung naik ke esofagus.

Kalau lagi heartburn sebaiknya makan dalam porsi kecil agar lambung tidak terlalu penuh, ya. Terus, waktu tidur sangga kepala pakai bantal. Kalau mau, Bunda bisa lho minum segelas susu sebelum tidur untuk menetralkan asam lambung.

3. Nyeri di Tulang Rusuk

Rasa nyeri di tulang rusuk saat kehamilan biasanya terjadi pada bagian kanan di bawah payudara. Rasa sakit ini bisa memburuk saat kita duduk dan umumnya terjadi pada trimester ketiga kehamilan. hal ini disebabkan tekanan pada tulang rusuk saat rahim membesar di perut. Si bayi juga bisa membuat tulang rusuk memar karena kepalanya atau dengan tinju dan tendangan yang terlalu sering dia dilakukan.

Yang bisa kita lakukan untuk membantu meredakan nyeri di tulang rusuk yaitu pakai baju yang nggak menekan tulang rusuk. Ganjal tubuh dengan bantal saat berbaring. Rasa sakit ini akan berhenti ketika kepala bayi masuk ke dalam rongga panggul sebelum persalinan.

Baca juga: Apa Sih Makanan yang Perlu Dipantang Ibu Hamil?

4. Payudara Tegang dan Sakit

Pada saat hamil, payudara akan terasa berat dan tidak nyaman, dengan sensasi geli pada puting. Hal ini terjadi karena hormon kehamilan membuat payudara siap untuk laktasi di mana kelenjar susu tumbuh dan membesar seiring dengan produksi susu.

Kalau kayak gini sebaiknya pakai bra yang menopang dengan baik sejak awal kehamilan. Jika payudara besar, jangan lupa pakai bra saat tidur. Aplikasikan baby lotion atau baby oil pada puting jika terasa sakit.

5. Keputihan Sesekali

Jika kita keputihan biasanya akan keluar cairan kental dari vagina. Tenang Bun, nggak usah panik. Kata Stoppard, keputihan yang terjadi sesekali dengan cairan yang tidak berwarna dan nggak berbau, lumrah dialami ibu hamil. Keputihan biasanya disebabkan infeksi jamur Candida albicans, yang selalu ada pada saluran pembuangan.

Kata Stoppard, keputihan umum terjadi saat hamil karena peningkatan aliran darah di vagina bisa menyebabkan kebocoran gula ke cairan tubuh. Nah, asupan gula berlebihan sering memperparah kondisi ini.

Kalau keputihan, kita bisa atasi dengan pakai celana yang nggak ketat dan berbahan katun. Tapi, kalau keputihan makin parah ditambah cairan yang keluar berwarna dan berbau, segera cek ke dokter ya.

Baca juga: Perubahan yang Paling Menyenangkan Saat Hamil (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi