kehamilan

Mengenal Kehamilan Kosong atau Blighted Ovum

Asri Ediyati 16 Jan 2018
Mengenal Kehamilan Kosong atau Blighted Ovum/ Foto: Thinkstock Mengenal Kehamilan Kosong atau Blighted Ovum/ Foto: Thinkstock
- Kehamilan normalnya ada embrio tumbuh di dalam rahim. Tapi, Bunda tahu nggak? Kehamilan ada tiga jenis yaitu hamil normal, hamil kosong atau blighted ovum dan hamil anggur. Kali ini HaiBunda akan membahas apa itu hamil kosong atau blighted ovum, ciri-ciri dan penyebabnya.

Hamil kosong atau blighted ovum (BO) terjadi saat sel telur yang dibuahi di dalam rahim namun tidak berkembang menjadi embrio. Hal ini juga disebut sebagai kehamilan anembryonic (tidak ada embrio) dan merupakan penyebab utama keguguran. Seringkali terjadi begitu awal sehingga sang ibu bahkan tidak tahu kalau ia sebenarnya hamil.

BO biasanya terjadi di trimester pertama. Kehamilan akan berakhir dengan sendirinya dalam 20 minggu pertama. Saat seorang wanita hamil, telur yang dibuahi menempel ke dinding rahim. Pada sekitar lima sampai enam minggu kehamilan, embrio seharusnya sudah ada. Pada waktu ini, kantung kehamilan atau ketuban berukuran sekitar 18 milimeter. Nah kalau hamil kosong, kantung kehamilan akan terbentuk dan tumbuh, namun embrio nggak berkembang.

Penyebab Kehamilan Kosong

Menurut dr Nurwansyah SpOG, hamil kosong 99 persen disebabkan karena kromosom yang tidak bagus. Kromosom tidak bagus bisa karena faktor keturunan atau kebetulan tidak bagus.

"Embrio yang bisa bertahan disebabkan karena plasenta yang bagus. Pada plasenta, ada satu area tertentu yang mungkin bisa berdarah di satu sisi sedangkan sisi lainnya masih bagus. Meski begitu, tetap harus diperiksa ke dokter untuk mengetahui apa penyebab perdarahan," ujar dr Nur dikutip dari detikHealth.

Selain itu, hamil kosong bisa juga terjadi karena pembelahan sel abnormal. Tubuh ibu akan menghentikan kehamilan karena mengenali kelainan ini. Penting untuk dipahami bahwa seorang ibu nggak melakukan apa pun untuk menyebabkan keguguran ini dan ia nggak bisa juga mencegahnya. Untungnya, pada kebanyakan wanita, hamil kosong ini hanya terjadi satu kali.

Ciri-ciri Kehamilan Kosong


Pada awalnya, sang ibu mungkin pernah mengalami tanda-tanda kehamilan. Namun, kemudian ia juga akan memiliki tanda-tanda keguguran seperti kram perut, terdapat bercak darah dari kemaluan, atau pendarahan hebat seperti menstruasi tapi lebih berat. Jika mengalami salah satu tanda atau gejala ini, kita mungkin mengalami keguguran. Tapi ingat, nggak semua pendarahan pada trimester pertama berakhir dengan keguguran ya, Bun. Jadi pastikan segera ke dokter jika ada tanda-tanda ini. Demikian dikutip dari WebMD.

Saat hamil kosong, hormon hCG (human chorionic gondotropin) dapat terus meningkat karena plasenta bisa tumbuh bahkan saat embrio tidak ada. Untuk alasan ini, tes ultrasound biasanya diperlukan untuk mendiagnosisnya serta memastikan bahwa kantong kehamilan kosong.

"Jika sampai terjadi keguguran dan janin sudah bisa keluar di rumah, tetap lakukan USG guna mengetahui ada sisa apa enggak. Kalau nggak ada sisa ya enggak kuret nggak apa-apa," kata dr Nur.

Kalau ada sisa harus dilakukan kuret, karena jika tidak, bisa menimbulkan risiko kanker atau berdarah terus menerus hingga sulit hamil. Kalau sudah diterapi dokter, ia menyarankan si ibu untuk segera hamil.

"Kalau bulan depan sudah menstruasi, itu sudah pulih jangan nunggu tiga sampai enam bulan, itu paradigma lama. Makan makanan yang sehat, mau olahraga juga boleh, enggak ada masalah," pungkas dr Nur.
(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi