kehamilan

Suamiku, Genggaman Tanganmu Bisa Bikin Persalinanku Lebih Nyaman

Radian Nyi Sukmasari 24 Jan 2018
Suamiku, Genggaman Tanganmu Bisa Bikin Persalinanku Lebih Nyaman/ Foto: Thinkstock Suamiku, Genggaman Tanganmu Bisa Bikin Persalinanku Lebih Nyaman/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Saat menemani istri menghadapi proses persalinan, apalagi melihat istri meringis kesakitan, para suami bisa grogi duluan nih, Bun. Eh, tapi nyatanya ada lho yang bisa dilakukan para suami untuk membantu meredakan nyeri persalinan yang dialami istri. Caranya simpel, cuma dengan menggenggam tangan sang istri, Bun.

Grogi dan bingung apa yang mesti dilakukan sempat dialami oleh peneliti ilmu saraf di Colorado University, Pavel Goldstein. Saat itu dia cerita menemani sang istri di ruang bersalin dan dia bingung apa yang mesti dilakukan. Istri Goldstein memintanya menggenggam tangan dia, nggak banyak bicara dan nyatanya itu membantu sang istri merasa lebih baik, Bun.

Pengalaman itu pun dibawa Goldstein ke laboratorium alias dia teliti. Ada 23 pasangan suami istri umur 23-32 tahun yang diteliti. Mereka nggak sedang menggunakan pengobatan dan berada di hubungan yang romantis yaitu hubungannya serius, tinggal bersama minimal setahun dan saling mencintai. Para istri ditempatkan di empat situasi berbeda, sendirian, bersama pasangan tapi tangannya nggak digenggam, tangannya digenggam pasangan dan tangannya digenggam orang asing.

"Memegang tangan pasangan secara signifikan mengurangi nyeri yang dirasakan wanita. Menggenggam tangan orang asing juga mengurangi kadar nyeri yang dirasa tapi tidak terlalu signifikan," tutur Goldstein dikutip dari Daily Mail.

Ada temuan lagi nih, Bun. Semakin pasangan berempati sama si istri, makin berkurang banyak tuh nyeri yang dirasa. Hmm, kenapa ya ketika tangan istri digenggam suami itu bisa menurunkan kadar nyeri yang dirasa? Kalau kata Goldstein, sinkronisasi, sentuhan, empati, dan pereda nyeri saling berhubungan.



"Menyentuh bisa jadi alat pemulih dengan mengekspresikan empati kita kepada orang yang kita cintai. Dengan kata lain sentuhan adalah alat kita mentransfer empati jadi ini tentang komunikasi dan cara yang paling memungkinkan untuk mengekspresikan sinkronisasi," tambah Goldstein.

Nyeri persalinan memang lumrah terjadi dan kadarnya berbeda-beda bagi tiap ibu. dr Sita Ayu Arumi SpOG dari RS Bunda Jakarta bilang nyeri persalinan dimulai sejak kala I persalinan atau saat pembukaan. Di sini nyeri timbul akibat dilatasi serviks dan segmen bawah rahim serta peregangan dinding rahim. Di kala II persalinan atau saat melahirkan bayi nyeri ditambah dengan regangan dan ribekan jaringan.

"Nyerinya tajam dan terlokalisasi terutama di daerah yang disarafi nervus pudendus. Tahap berikutnya nyeri saat pelepasan plasenta. Di sini sebenarnya merupakan nyeri yang paling minimal dari seluruh proses persalinan. Tahap terakhir adalah nyeri yang timbul akibat penjahitan luka perineum dengan atau tanpa episiotomi. Nyeri timbul akibay kerusakan jaringan dan serabut saraf perifer," tutur dr Sita dalam wawancara dengan detikHealth.

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi