kehamilan

Mulanya Dinyatakan Infertil, Tapi Akhirnya Perempuan Ini Hamil

Asri Ediyati 21 Mar 2018
Mulanya Dinyatakan Infertil, Tapi Akhirnya Perempuan Ini Hamil/ Foto: YouTube Mulanya Dinyatakan Infertil, Tapi Akhirnya Perempuan Ini Hamil/ Foto: YouTube
East Point, Kentucky - Pasangan mana yang nggak sedih saat dinyatakan infertil oleh dokter. Padahal saat sudah menikah, kehadiran anak, jadi suatu hal yang dinanti-nanti sebagian besar pasangan. Tapi dalam hidup kadang kita menemukan berbagai keajaiban, Bun.

Ya, seperti dialami Zoey Garner ini. Awalnya dia begitu terpuruk ketika tahu dirinya mengalami infertilitas. Kata Zoey, rasanya setiap hari cuma ingin duduk dan menangis berjam-jam. Demikian dikutip dari Love What Matters.

Padahal sejak menikah, Zoey sudah berangan-angan tentang nama bayi dan merencanakan baby shower. Jadi wajar banget ketika kehamilan nggak kunjung datang dan kemudian dinyatakan infertil, dia sedih bukan main.

Mulanya Dinyatakan Infertil, Tapi Akhirnya Perempuan Ini Hamil/Mulanya Dinyatakan Infertil, Tapi Akhirnya Perempuan Ini Hamil/ Foto: YouTube


"Berjuang dengan ketidaksuburan seperti berurusan dengan lima tahap kesedihan setiap bulan. Kamu menolak, menawar, marah, menangis, dan menerima," terangnya.

Zoey menambahkan wajar banget sebagai perempuan memiliki keinginan alami untuk menjadi ibu. Ya, keinginan untuk hamil, memperhatikan anak tumbuh, melahirkan, dan menjadi ibu bagi anak itu. Sayangnya, bagi sebagian perempuan, hal tersebut tidak sesederhana itu.



"Satu dari delapan wanita bertempur dengan infertilitas. Saya adalah salah satu dari wanita-wanita itu," lanjut Zoey.

Pada Mei 2017, setelah Zoey dan suaminya mencoba memiliki anak sendiri selama beberapa bulan, ia didiagnosis dengan Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Saat itu, Zoey merasa kalah dan malu. Kemudian suatu hari, ia sadar pasti masih ada kesempatan.

"Saya ingat saat suami saya, Burke, dan saya menikah, kami tidak pernah mengira ketidaksuburan akan menjadi cerita kami. Tapi, Tuhan punya rencana lain dan rencana-rencananya tidak pernah salah," tutur Zoey.

Setelah diagnosis PCOS, dokter langsung berbicara tentang perawatan untuk kondisi itu. Zoey pun mulai minum obat Clomid. Sudah empat bulan minum Clomid usaha Zoey untuk hamil belum membuahkan hasil. Tak menyerah sampai situ, Zoey mencoba obat lain, Femara. Obat itu kembali gagal bekerja dalam waktu 3 bulan.

"Setelah ini, Burke dan saya mencari bantuan spesialis kesuburan. Di konsultasi awal, kami sangat gembira. Kami akan melakukan suntikan Gonal-F/ Ovidrel dan memulai IUI (Inseminasi Intrauterine). Tentu, setelah IUI dan injeksi pertama, kami memiliki harapan yang begitu tinggi. Namun, lagi-lagi gagal," ujar Zoey.

Ia lantas memutuskan mencoba IUI sekali lagi sebelum beralih ke IVF. Setelah menjalani IUI terakhir, Zoey sempat berpikir nggak ada cara lagi untuk bisa hamil.

Mulanya Dinyatakan Infertil, Tapi Akhirnya Perempuan Ini Hamil/Mulanya Dinyatakan Infertil, Tapi Akhirnya Perempuan Ini Hamil/ Foto: YouTube


Zoey dan Burke menangis bersama setelah setiap bulan gagal atau setiap tes kehamilan menunjukkan hasil negatif. Hiks, sedih banget ya, Bun.

Tapi suatu hari Zoey mendapat keajaiban. Zoey sudah menyiapkan diri untuk hal terburuk seperti yang sudah-sudah, tapi Zoey kaget luar biasa saat melihat dua garis merah muda di pregnancy test pack. Zoey hamil!

"Seperti saya katakan, Tuhan punya rencana lain dan rencana-rencananya tidak pernah salah. Saya dapat melihat ke belakang sekarang dalam 15 bulan infertilitas dan terima kasih Tuhan karena telah membuat cerita saya. Semua air mata, prosedur, kerja keras, ultrasound, obat-obatan, suntikan, semuanya berharga," kenang Zoey.



Setelah benar-benar dinyatakan positif hamil, Zoey memberi kejutan pada suaminya. Kejutan kehamilannya itu ia abadikan melalui sebuah video. Aw... So sweet!

Terkait dengan apa yang dialami Zoey, Sindrom ovarium polikistik atau Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) merupakan salah satu gangguan infertilitas pada perempuan. Gangguan ini berhubungan dengan penyakit genetik atau hormonal dalam tubuh seperti resistensi insulin.

Menurut dr Ni Made Desy Suratih, SpOG dari RSUP Persahabatan, diagnosis PCOS dapat dilakukan jika seseorang memiliki 2 dari 3 kriteria Rotterdam (2003). Kriteria tersebut yaitu si perempuan memiliki siklus haid yang panjang (oligo) atau tidak haid, kadar progesteron tinggi, dan ovarium polikistik.

"Mayoritas yang mengalami PCOS adalah perempuan obesitas yang memiliki kemungkinan tiga kali lipat mengalami gangguan infertilitas," tutur dr Made dikutip dari detikHealth.

Walaupun begitu, dr Made mengingatkan bahwa PCOS dapat dibantu diatasi dengan menerapkan pola hidup sehat seperti pengaturan pola makan dan rutin olahraga.

"Penanganannya mudah, olahraga untuk menurunkan berat badan, dengan jalan cepat minimal 35 menit sehari dan imbangi dengan olahraga beban tapi harus teratur ya. PCOS dapat diatasi selagi ada niat," sambung dr Made.

dr Made juga mengatakan, pemberian salah satu obat yang umumnya diberi pada pasien diabetes bisa jadi alternatif mengatasi PCOS. Menurutnya, pemberian obat tersebut dapat membantu menurunkan kadar gula dalam tubuh dan membantu terjadinya ovulasi.


[Gambas:Youtube]




(aci/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi