kehamilan

Berbagai Penyebab Pasutri Susah Punya Anak

Melly Febrida Selasa, 01 May 2018 15:06 WIB
Berbagai Penyebab Pasutri Susah Punya Anak
Jakarta - Pasangan suami istri (pasutri) yang sudah menikah umumnya ingin segera punya momongan. Tapi, dalam beberapa tahun terakhir ini semakin banyak pasutri yang cukup lama menanti kehadiran anak. Ini karena masalah kesuburan menurun drastis dalam beberapa tahun terakhir ini, Bun. Sehingga, si istri susah hamil.

Menurut penelitian yang dilakukan Inito, 40-50 persen ketidaksuburan pada pasangan suami istri disebabkan istrinya. Sedangkan, penyebab ketidaksuburan 30-40 persennya karena faktor suami. "Data statistik menunjukkan 27,5 juta pasangan aktif mengalami ketidaksuburan baik pada pria maupun wanita. Infertilitas sendiri adalah ketidakmampuan untuk hamil dengan cara alami. Apa sebabnya? Banyak faktor. Salah satunya, perubahan gaya hidup," kata peneliti.

Banyak pasangan yang memilih menikah di usia yang tak muda lagi. Misalnya wanita menikah saat usia di atas 30 tahun. Memang banyak yang tak mempercayainya, tapi usia reproduksi merupakan penyumbang masalah vital pada kehamilan. Terus ada lagi nih, Bun. Kesuburan kemungkinan menurun ketika ovarium mulai memproduksi telur dengan jumlah yang lebih sedikit setelah wanita berusia 35 tahun.




Semakin matang usia, semakin banyak pasangan yang cemas ketika mencoba untuk hamil. Akibatnya tingkat stres yang dialami lebih tinggi. Kalau sudah begini, Bun, akan terjadi perubahan yang lebih tidak wajar dalam tubuh yang mengakibatkan timbulnya masalah.

Faktor Penghambat Terjadinya Kehamilan

Sebanyak 64 persen pria dengan pasangan yang berusia lebih dari 30 tahun mengalami tekanan tertinggi untuk punya anak. Akibatnya, nggak cuma stres, tekanan untuk segera punya anak juga meningkatkan konsumsi alkohol dan tembakau yang menyebabkan kenaikan berat badan luar biasa. Padahal, kondisi ini bisa mengganggu keseimbangan hormon pada wanita dan pria, Bun. Selain itu juga mengganggu implantasi telur pada wanita dan menurunkan kualitas sperma pada pria.

Jadi, bukannya berovulasi, tubuh malah meningkatkan masalah kesehatan yang memengaruhi kesuburan. Kemudian, sebanyak 42 persen wanita merasa khawatir dengan usia atau gaya hidupnya saat hamil dan 45 persen merasa cemas atau stres ketika mencoba untuk hamil. Kalau banyak pikiran, hamil pun jadi tantangan besar, Bun.

Selain alasan di atas, ada juga faktor klinis nih. Gaya hidup mengubah kebiasaan dan perilaku kita, sehingga menjadi lebih rentan terhadap kondisi medis yang tidak kita sadari. Nah, yang paling umum adalah Polycystic Ovary Syndrome (PCOS).

Perempuan yang mengalami (PCOS) berada pada risiko infertilitas yang signifikan. Kondisi ini membuat keseimbangan hormon menjadi tidak teratur atau kadang-kadang kurang ovulasi. Hambatan lain yang tidak begitu khas saat hamil adalah kondisi alat kelamin yang tidak umum, misalnya tuberkulosis endometrium, demikian dilansir Mid Day.

Kondisi tersebut memblokir saluran tuba yang menyebabkan infertilitas. Infeksi menular seksual (IMS) juga menjadi penyebab lain sulitnya hamil, Bun. Kalau tidak ditangani bisa menyebabkan komplikasi jangka panjang yang menyebabkan infertilitas.

Untuk mengatasi itu semua, apa yang bisa kita lakukan? Yakni mengendalikan gaya hidup dan membuat perubahan dimulai dengan menjaga kesehatan dan kebugaran. Lalu, diet seimbang yang didukung olahraga teratur bisa amat membantu dalam upaya punya anak.

(rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi