kehamilan

8 Perbedaan Hamil di Usia 20 dan 30-an Menurut Sains

Asri Ediyati Sabtu, 12 Mei 2018 - 11.07 WIB
8 Perbedaan Hamil di Usia 20 dan 30-an Menurut Sains/ Foto: Thinkstock 8 Perbedaan Hamil di Usia 20 dan 30-an Menurut Sains/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Ketika pasangan suami istri memulai perjalanan rumah tangganya, pasti akan ada rencana membangun sebuah keluarga di masa depan. Memikirkan usia tepat memiliki anak atau bahkan merencanakan langsung hamil.

Pastinya juga kita membuat daftar pro dan kontra, juga mempertimbangkan hal-hal seperti kesehatan, hubungan dan karir kita. Dengan kata lain, memutuskan untuk memiliki bayi bisa saja menjadi hal yang kompleks.

Lalu, apakah ada usia yang ideal untuk hamil? Apakah ada perbedaan nyata antara hamil di usia 20-an dan 30-an. Jika ya, seberapa drastis sih perbedaan mereka? Berikut telah dirangkum HaiBunda dari berbagai sumber, perbedaan hamil di usia 20-an dan 30-an.

1. Lebih Mudah dan Cepat untuk Hamil di Usia 20-an

Menurut Mayo Clinic, kesuburan kita menurun seiring pertambahan usia karena kuantitas dan kualitas telur menurun, Bun. Jadi, American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) mencatat mungkin lebih sulit untuk hamil di usia 30-an, terutama di usia 32 tahun. Kualitas telur nggak hanya dapat memengaruhi kesuburan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko keguguran dari 10 persen di usia 20-an ke 18 persen setelah kita mencapai pertengahan usia 30-an.

2. Secara Finansial Lebih Baik Hamil di Usia 30-an

Ann Crittenden, penulis 'The Price of Motherhood' bilang jika kita ingin merasa tercukupi dan dapat membayar biaya yang berkaitan dengan kehamilan, kelahiran, dan memiliki bayi, kita mungkin lebih baik menunggu sampai usia 30-an untuk hamil. Ini karena kita lebih mungkin untuk lebih mapan di dunia kerja dan lebih mampu mengatasi bantuan yang diperlukan orang tua pada kita. Menurut Crittenden, perempuan yang memiliki anak-anak mereka di umur 30-an memiliki penghasilan seumur hidup yang lebih tinggi dan peluang karir yang lebih luas daripada ibu yang lebih muda.

3. Hamil Lebih 'Enteng' di Usia 20-an

Seperti dilansir Psychology Today, enteng di sini maksudnya usia 20-an adalah usia optimal untuk mendapatkan kehamilan yang sehat. Menurut ACOG, wanita di atas usia 35 tahun lebih cenderung memiliki kondisi kesehatan seperti diabetes gestasional dan hipertensi, komplikasi kelahiran seperti persalinan prematur, dan bayi dengan masalah kromosom di mana risikonya meningkat dari 1 banding 525 bayi pada usia 20 hingga 1 banding 200 bayi pada usia 35.

8 Perbedaan Hamil di Usia 20 dan 30-an Menurut Sains8 Perbedaan Hamil di Usia 20 dan 30-an Menurut Sains/ Foto: Ari Saputra


4. Hamil Anak Kembar Sering Terjadi di Usia 30-an

Menurut ACOG, wanita di usia 30-an lebih cenderung memiliki anak kembar, daripada wanita di usia 20-an. Bahkan meski mereka nggak menggunakan teknologi reproduksi untuk hamil seperti IVF.



5. Risiko Melahirkan Caesar Lebih Tinggi di Usia 30-an

Menurut ACOG, risiko untuk melahirkan caesar meningkat pada usia 30-an. Dikutip dari Mayo Clinic, ini karena kita mungkin lebih cenderung memiliki komplikasi kehamilan dan kelahiran daripada wanita hamil yang usianya lebih muda. Selain itu, pembuluh darah di umur 30-an juga semakin nggak lentur.

6. Recovery Lebih Cepat Usai Melahirkan di Usia 20-an

Soal pemulihan dari kehamilan, dokter spesialis kandungan Steven Goldstein MD bilang bahwa ibu muda mungkin memiliki waktu lebih cepat untuk pemulihan fisik setelah melahirkan.

7. Hubungan Suami Istri Lebih Rentan Saat Hamil di Usia 20-an

Menurut psikoterapis Leah Seidler, jika hamil di usia 20-an, kita mungkin memiliki waktu yang lebih sulit untuk mengatasi bagaimana kehamilan dapat mengubah hubungan kita dengan pasangan. Hal ini karena kita memiliki lebih sedikit pengalaman menghadapi tantangan dan stres sebagai pasangan.

8. Kita Mungkin Lebih Sehat Jika Menunggu untuk Hamil di Usia 30-an

Satu studi yang diterbitkan dalam Journal of Health and Social Behaviour menemukan bahwa ketika hamil di usia 20-an secara biologis wanita mungkin dalam kondisi optimal. Ibu yang menunda kelahiran pertama mereka sampai sekitar usia 34 ditemukan memiliki kesehatan yang lebih baik daripada mereka yang memiliki bayi lebih awal.

Demikian juga, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Public Health menemukan bahwa wanita yang menunggu untuk memiliki anak pertama mereka di usia 30-an hidup lebih lama daripada mereka yang melakukannya di usia 20-an.

Usia ideal kehamilan pada dasarnya adalah sebuah pilihan, Bun, dan tentu, semuanya perlu direncanakan bersama suami.

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi