kehamilan

Tips Mengatasi Kaki Bengkak Saat Hamil

Radian Nyi Sukmasari Kamis, 13 Sep 2018 - 08.53 WIB
Ilustrasi kaki bengkak saat hamil/ Foto: Thinkstock Ilustrasi kaki bengkak saat hamil/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Bagi ibu hamil, kaki bengkak bisa jadi salah satu keluhan yang umum dirasakan. Duh, sudah pasti kondisi kaki yang bengkak bikin nggak nyaman saat beraktivitas ya, Bun. Sebenarnya, kaki bengkak saat hamil normal kok.

Seperti dikatakan dr Jolinda Johary M.Med dari Go Dok, kaki bengkak saat hamil adalah hal wajar apalagi jika usia kehamilan sudah menginjak trimester kedua. Ini terjadi karena kehadiran janin di dalam kandungan memengaruhi metabolisme dan kerja fungsi organ tubuh.

Selain itu, kaki bengkak saat hamil bisa terjadi karena ibu hamil biasanya menghasilkan hormon serta darah 50 persen lebih banyak dari biasanya agar dapat membantu pertumbuhan janin. Kemudian, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kaki ibu hamil bengkak antara lain beban lebih yang diterima kaki saat berat badan meningkat tajam, penimbunan banyak cairan di daerah kaki, tersumbatnya pembuluh darah balik di kaki, kurang bergerak, hingga preeklampsia (hipertensi pada kehamilan).



"Untuk mengatasi pembengkakan kaki ibu hamil yang normal atau bukan karena suatu penyakit, jangan sering berdiri, banyak bergerak, meninggikan posisi kaki, konsumsi makanan yang sehat, pakai alas kaki yang nyaman, tidur dengan posisi miring, minum air yang cukup, hindari konsumsi garam berlebih, hindari kafein, lakukan pemijatan halus dan lembut pada kaki," tutur dr Jolinda.

Kaki bengkak saat hamil biasanya bikin ukuran alas kaki bertambah. Tenang, Bun, dr Jolinda bilang biasanya ukuran kaki akan kembali seperti semula setelah melahirkan. Selain bengkak, kadang saat hamil kaki juga sering kram atau kesemutan. Kata dr Jolinda ini disebabkan berkurangnya aliran darah ke kaki karena meningkatnya volume cairan tubuh saat hamil yang berkaitan dengan banyaknya darah yang dihasilkan.

"Penyebab lainnya adalah seiring dengan perkembangan janin yang makin besar dan menghambat aliran darah ke kaki. Tips untuk mengatasinya jangan terlalu lama duduk atau berdiri, hindari tidur pada satu sisi dalam jangka waktu lama dan coba untuk berolahraga ringan," tutur dr Jolinda.

(rdn/nwy)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi