kehamilan

Alasan Hubungan Seks Memudahkan Proses Melahirkan

Muhayati Faridatun Kamis, 10 Jan 2019 - 18.01 WIB
Alasan Hubungan Seks Memudahkan Proses Melahirkan/ Foto: iStock Alasan Hubungan Seks Memudahkan Proses Melahirkan/ Foto: iStock
Jakarta - Bunda mungkin tidak asing dengan anggapan bahwa hubungan seks di akhir masa kehamilan akan mempermudah proses persalinan. Sering melakukan 'ehem' disebut-sebut merangsang timbulnya kontraksi, yang membantu Bunda melahirkan secara normal.

Lantas, adakah penjelasan ilimahnya? Psikolog Robin Elise Weiss, PhD, menjelaskan bahwa sperma manusia mengandung prostaglandin, yang merupakan zat mirip hormon yang dapat membantu mematangkan serviks, sehingga membantu merangsang persalinan.

Robin menambahkan, prostaglandin tambahan dilepaskan perempuan saat berhubungan seks. "Karena prostaglandin sintetis digunakan sebagai metode pematangan serviks untuk induksi persalinan, tampaknya masuk akal kalau sumber alami mungkin berguna juga," urainya, seperti dilansir Very Well Family.


Selain itu, Robin memaparkan, sering berhubungan seks juga bermanfaat untuk merangsang payudara dan puting, serta pelepasan oksitosin atau lebih dikenal dengan hormon cinta. Sedangkan pitocin adalah bentuk sintesis dari oksitosin yang digunakan untuk menimbulkan kontraksi rahim dan mempercepat proses persalinan.

"Jadi, cara alami (bercinta) untuk melepaskan oksitosin juga akan menjadi cara logis untuk merangsang persalinan. Orgasme perempuan juga menciptakan kontraksi rahim. Semua faktor ini dapat meningkatkan pematangan serviks dan mempercepat persalinan," tutur Robin.

Ilustrasi hubungan seks bantu memudahkan persalinan/ Ilustrasi hubungan seks bantu memudahkan persalinan/ Foto: iStock

Studi terkait

Dilansir Very Well Family, sebuah studi di Iran menyimpulkan, hubungan seks pada minggu terakhir kehamilan ada keterkaitan dengan timbulnya rangsangan persalinan. Ini merupakan penilitian kecil yang melibatkan 60 ibu hamil, yang datang ke rumah sakit untuk melahirkan. Mereka kemudian diwawancara oleh bidan.

Sementara itu, studi di Malaysia terhadap 1000 ibu hamil mengungkap bahwa setengah dari responden menyarankan berhubungan seks pada akhir kehamilan. Setelah memasuki 36 minggu, melakukan 'ehem' dimanfaatkan sebagai metode alami untuk mempercepat persalinan.

"Semua penelitian ini dan penelitian sebelumnya yang lebih lama tidak menemukan ada efek berbahaya dari berhubungan seks di akhir kehamilan, untuk kehamilan berisiko rendah," jelas Robin.

Psikolog yang juga penulis The Everything Pregnancy Fitness Book ini menambahkan, banyak ibu hamil yang mengakui hubungan seks membantu mereka tidur lelap dan dalam kondisi pikiran yang rileks, tentu membantu proses persalinan lebih cepat.

Dikutip dari Romper, seorang ibu di Inggris mengatakan, dia melakukan hubungan seks dengan sang suami paling tidak sekali dalam seminggu, selama masa kehamilan. "Melakukan hubungan seks dengan suami saat mendekati kelahiran adalah cara fantastis untuk mengurangi kecemasan jelang persalinan, ya walaupun bercinta saat itu terasa kurang nyaman," aku Christie Drozdowski.

(muf/rap)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi