kesehatan

Di Balik Senyum Bayi Ini, Ada Kisah Mengharukan

Amelia Sewaka 24 Agu 2017
Kisah mengharukan bayi prematur/ Foto: Alex Warden Photography Kisah mengharukan bayi prematur/ Foto: Alex Warden Photography
Jakarta - Van, begitu nama bayi ini, lahir saat usia kandungan ibunya baru 31 minggu. Karena lahir prematur, Van pun dimasukkan ke ruang NICU.

Sang bunda, Alex Warden, blogger sekaligus fotografer Australia ini lantas mengabadikan momen indah sekaligus sedih ini ke dalam blognya. "Mengabadikan perjuangan Van, mengajarkan saya untuk menerima dan merayakan perjalanannya dalam lahir ke dunia ini," ungkap Warden dilansir Babble.

Van, bayi yang lahir prematur/Van, bayi yang lahir prematur/ Foto: Alex Warden Photography


Memiliki bayi yang lahir prematur memang menjadi 'ketakutan' tersendiri bagi semua ibu di dunia. Di satu sisi kita para Bunda sangat lega si kecil lahir ke dunia dan kita langsung mencintainya, tapi dalam waktu yang sama kita sekaligus bergulat dengan kekhawatiran bahwa mungkin bayi kita tidak akan bertahan lama.

Baca juga: Gangguan Tidur Saat Hamil Bisa Bikin Bayi Lahir Prematur, Lho

Van merupakan anak kedua Warden yang lahir pada Mei tahun ini. Ia sebenarnya sudah mengira bahwa anaknya ini mungkin akan lahir lebih awal. Maka itu ketika usia kehamilannya 26 minggu, ia pun sudah mempersiapkan perawatan medis yang intensif.

Van, bayi prematur/Van, bayi prematur/ Foto: Alex Warden Photography


Tetap saja, tidak ada ibu yang benar-benar bisa mempersiapkan hati ketika melihat anaknya bergegas menuju NICU, diinkubasi, dan berjuang begitu baru lahir.

Ketika Warden sudah boleh pulang dari rumah sakit sedangkan Van berada di ruang NICU, perasaan bersalah menghantuinya. Ketika di rumah, ia merindukan Van. Namun ketika di rumah sakit ia merindukan Lennon, anak pertamanya. Minggu-minggu berikutnya adalah pembagian waktu Warden dengan rumah sakit dan rumah.

Baca juga: Berbagai Masalah yang Bisa Dialami Bayi Prematur

Setelah akhirnya Van boleh dipulangkan, cegukan kecil membuat Van harus kembali ke rumah sakit karena berefek dengan pernafasannya. Banyak yang telah dilalui Warden, hingga akhirnya ia bisa tenang untuk membawa Van ke rumah tanpa rasa khawatir.

"Tidak pernah dalam hidupku aku merasa sangat tidak berdaya," tulisnya. "Dia sangat membutuhkan lengan ibunya lebih dari apapun dan saya selalu siap disampingnya, walaupun ia berada di ruang isolasi."

Untung Van pulih dengan baik. Sekarang ia aman dan sangat bahagia di rumah. Seluruh keluarga sangat gembira dengan kehadiran Van karena semua sudah berkumpul bersama.

Menurut Dr dr Irwanto, SpA(K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga-RSUD Dr Soetomo, stimulasi yang diberikan pada bayi prematur tak jauh berbeda dengan bayi yang lahir tepat waktu. "Cuma kita harus lebih hati-hati karena lebih sensitif kulitnya," pesan dr Irwanto.

Baca juga: Stimulasi Tepat untuk Bayi yang Lahir Prematur

Semua ibu hamil memiliki risiko melahirkan prematur Bun, tapi bukan berarti nggak ada cara meminimalisirnya kok.

Van, bayi lahir prematur/Van, bayi lahir prematur/ Foto: Alex Warden Photography


Diungkapkan dr Yusfa Rasyid SpOG dari RSIA YPK Mandiri, hal pertama yang bisa dilakukan ibu adalah menghindari segala sesuatu yang menyebabkan rahim kontraksi. Penyebab rahim kontraksi antara lain ada infeksi vagina, gigi, dan saluran kencing, kemudian mengalami keputihan, dan terlalu lelah secara fisik.

dr Yusfa juga mengingatkan agar ibu hamil memastikan pada pemeriksaan ke dokter kandungan tidak ada kelainan mulut rahim seperti inkompetensia serviks di mana mulut rahim pendek dan gampang membuka. Selain itu, dikatakan dr Yusfa kehamilan kembar juga lebih mudah menyebabkan rahim kontraksi. (vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi