kesehatan

Siapa yang Sering Digigit Nyamuk, Bayi atau Ibu Hamil?

Yuni Ayu Amida Senin, 22 Okt 2018 - 08.03 WIB
Siapa yang Sering Digigit Nyamuk, Bayi atau Ibu Hamil? (Foto: University of Florida) Siapa yang Sering Digigit Nyamuk, Bayi atau Ibu Hamil? (Foto: University of Florida)
Jakarta - Tahukah Bunda apa yang membuat nyamuk tertarik untuk menggigit manusia? Bayi atau ibu hamil yang lebih sering nyamuk incar? Lebih baik simak jawaban pakar ini yuk, Bun.

Menurut Lula Kamal, dokter yang juga seorang artis, nyamuk saat ini lebih kuat dan bandel. Walau ukurannya makin kecil, tetapi dia mengisap darah lebih banyak. Hal ini karena nyamuk telah berevolusi, mereka lebih sering kawin dan bertelur. Jadi jangan heran jika saat ini populasi nyamuk semakin banyak. Soal siapa yang sering nyamuk gigit, bayi atau ibu hamil? Nyamuk menggigit manusia.

"Intinya dia akan gigit manusia, karena bau manusia bikin dia tertarik. Makin bau badan kita makin dia tertarik. Jadi ini bukan soal bayi atau ibu hamil," kata Lula Kamal ditemui di Grand Mercure Kemayoran, Kemayoran, Jakarta Pusat, baru-baru ini.



Pernyataan Lula ini diperkuat oleh dr Cameron Webb, seorang pakar nyamuk (https://www.haibunda.com/kehamilan/d-3751383/tips-agar-ibu-hamil-terhindar-dari-gigitan-nyamuk) yang juga dosen klinis di University of Sydney dan Kepala Ilmuan Rumah Sakit pada Department of Medical Entomologi di Lembaga Patologi Kesehatan, negara bagian New South Wales (NSW). Menurutnya semua dimulai dengan karbon dioksida yang kita lepaskan.

"Sebagai penarik jarak jauh, nyamuk bisa mencium bau karbon dioksida yang kita hirup, dan jika memikirkannya, itulah satu denominator umum di kalangan hewan berdarah panas, entah itu burung, sapi, atau kanguru," kata Cameron dikutip dari detikcom.

Begitu jarak antara nyamuk dan manusia dekat, maka nyamuk akan merespons bau kulit dari suatu sumber darah potensial. Dan, apa sumber terbesar dari pelepasan karbon dioksida? Jawabannya adalah keringat.

"Penelitian asam laktat dalam keringat menunjukkan bahwa itu adalah penarik utama bagi nyamuk, terutama untuk spesies yang menggigit manusia," ujar dr Cameron.



Meskipun berkeringat bisa meningkatkan keinginan nyamuk untuk menggigit manusia, namun rupanya mandi saja tidak cukup untuk terhindar dari gigitan nyamuk lho, Bun. Ada banyak faktor, termasuk bakteri pada kulit yang membuat setiap manusia memiliki bau yang berbeda yang menarik perhatian nyamuk.

Nah Bun, sudah terjawab kan. Jadi, bukan hanya bayi atau ibu hamil saja yang sering digigit nyamuk. Semua manusia bisa sering digigit nyamuk terutama saat mereka bau atau berkeringat lebih. Maka dari itu, selalu perhatikan kebersihan, tidak hanya kebersihan badan tetapi lingkungan juga ya. (nwy/nwy)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi