kesehatan

Mengenal Croup, Infeksi Saluran Napas yang Rentan Dialami Anak

Radian Nyi Sukmasari Jumat, 23 Nov 2018 - 07.07 WIB
Ilustrasi anak kena croup/ Foto: iStock Ilustrasi anak kena croup/ Foto: iStock
Jakarta - Napas anak tiba-tiba sulit dan berbunyi 'ngik-ngik', Bun? Bunda dan Ayah perlu waspada nih. Siapa tahu anak kena croup. Hmm, apa sih croup itu?

Dijelaskan dr Marlyn Cecilia Malonda SpA dari Mayapada Hospital Tangerang, croup mengacu pada infeksi saluran pernapasan bagian atas, yang menghalangi pernapasan dan menyebabkan batuk dengan suara yang khas. Croup biasanya disebabkan oleh infeksi virus, paling sering virus parainfluenza, Bun.

Sayangnya, sampai sekarang belum ada vaksin yang melindungi virus parainfluenza. Lantas, apa gejala croup? "Croup sering dimulai dengan gejala flu biasa. Jika ada cukup peradangan dan batuk, anak akan mengalami batuk keras dan kencang. Ini sering memburuk di malam hari. Ini makin parah jika anak menangis, cemas, dan rewel. Sehingga, gejala tampak makin memburuk," tutur dr Marlyn.

Saat berbincang dengan HaiBunda, saat anak kena croup, mereka juga bisa demam, suaranya serak, kemudian napasanya terdengar berisik dan berbunyi seperti siulan. Gejala croup biasanya berlangsung selama tiga hingga lima hari, Bun. Gejala lain croup adalah adanya pembengkakan di sekitar pita suara (laring), tenggorokan (trakea) dan cabang bronkial (bronkus).


"Ketika terjadi batuk maka udara melalui bagian sempit ini. Lalu, pita suara yang membengkak menghasilkan suara yang mirip dengan gonggongan anjing. Demikian juga, mengambil nafas sering menghasilkan suara siulan bernada tinggi dan agak kasar (stridor)," tambah dr Marlyn.

Ilustrasi croupIlustrasi croup/ Foto: iStock
Biasanya, anak yang paling rentan kena croup adalah yang berusia 6 bulan sampai 3 tahun, dengan puncak insiden kondisi ini di usia sekitar 24 bulan, Bun. Soalnya, anak-anak memiliki saluran udara kecil.

dr Marlyn mengingatkan, anak bisa tertular virus dengan menghirup percik renik pernapasan yang terinfeksi saat batuk atau bersin ke udara. Partikel virus dalam bentuk percik renik ini juga dapat bertahan pada mainan dan permukaan lainnya. Jadi, kalau anak menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh mata, hidung atau mulut, terjadilah infeksi.

Nah, Bunda perlu tahu croup spasmodik (croup berulang) nih. Croup spasmodik biasanya muncul di malam hari dengan serangan batuk dan stridor yang mendadak. Anak mungkin mengalami keluhan pernapasan atas yang ringan sebelumnya dan sering kelihatan membaik sebelum timbul gejala. Pada croup spasmodik, faktor alergi bisa jadi penyebab karena perubahan epitel pernapasan dari infeksi virus.

"Croup biasanya didiagnosis dokter atau dokter spesialis anak dengan mengamati dan memeriksa pernapasan anak, mendengarkan dada anak dengan stetoskop dan memeriksa tenggorokan anak. Kadang, rontgen dada atau tes lain digunakan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lainnya," pungkas dr Marlyn.

(rdn/muf)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi