sign up SIGN UP search


parenting

5 Cara Mengatasi Batuk pada Anak yang Bisa Bunda Lakukan di Rumah

Haikal Luthfi & Maya Sofia Jumat, 05 Feb 2021 16:10 WIB
Cute little blond girl coughing in her elbow isolated on white- the technique  recommended by the U.S. Centers for Disease Control and Prevention and the American Academy of Pediatrics. caption
Jakarta -

Memasuki musim penghujan, beberapa penyakit menular berpotensi sekali menyebar. Tak jarang gejala-gejala seperti batuk kerap ditimbulkan oleh penyakit tersebut. Ya, batuk bisa dialami oleh siapa saja Bunda, termasuk anak-anak.

Anak-anak memiliki sistem imun yang masih berkembang, sehingga lebih rentan sakit. Gejala batuk-batuk seringkali menyangkut masalah organ pernapasan. Tentunya, kondisi ini sangat mengganggu aktivitas mereka.

Sejatinya batuk merupakan reaksi dari pertahanan tubuh ketika sistem pernapasan mengalami gangguan. Berdasarkan studi yang dipublikasikan Journal of Vocational Health Studies Unair dijelaskan bahwa ini merupakan upaya pertahanan paru terhadap berbagai rangsangan yang ada.


Batuk bisa menjadi patologis bila dirasakan sebagai gangguan. Kondisi ini kerap menjadi gejala awal dari suatu penyakit, serta merupakan gejala tersering dari penyakit pernapasan. Sehingga, pada kondisi tertentu, batuk bisa membahayakan nyawa si kecil lho Bunda. Beberapa diantaranya juga disertai gejala lain, seperti demam, sesak napas, hingga dada sakit.

Macam-macam batuk pada anak

Meskipun batuk tergolong reaksi tubuh pada suatu penyakit, terkadang kondisi batuk juga membutuhkan perawatan dokter, Bunda. Dikutip dari Parents, berikut ini enam jenis batuk yang kerap diderita bayi dan anak-anak.

Cute little blond girl coughing in her elbow isolated on white- the technique  recommended by the U.S. Centers for Disease Control and Prevention and the American Academy of Pediatrics.Ilustrasi anak batuk/ Foto: iStock

1. Batuk menggonggong

Anak yang menderita batuk ini, suara batuknya keras dan terdengar seperti suara gonggongan atau siulan bernada tinggi saat mereka menarik napas. Biasanya terjadi pada malam hari karena hidung mereka tersumbat. Batuk menggonggong disebabkan oleh virus yang memicu peradangan di laring dan trakea (batang tenggorokan).

2. Batuk berdahak

Merupakan batuk yang terjadi karena anak sedang pilek, sakit tenggorokan, mata berair, dan nafsu makan buruk. Batuk ini disebabkan oleh virus, sehingga antibiotik tidak bisa membantu meredakan batuk berdahak.

3. Batuk kering di malam hari

Jika anak mengalami batuk yang makin buruk setiap malam hari, bisa jadi ini disebabkan oleh asma. Ini merupakan kondisi kronis di mana saluran udara di paru-paru menjadi meradang dan menyempit serta menghasilkan lendir berlebih. Batuk ini juga bisa dipicu karena olahraga, alergi, pilek, atau udara dingin.

4. Batuk disertai demam dan nyeri otot

Pada kondisi ini, anak akan menderita batuk yang lemah dan serak disertai dengan demam tinggi, nyeri otot, dan pilek. Penyebabnya flu yang bisa menularkan ke orang di sekitarnya.

5. Batuk serak dan berdarah

Jika suara batuk anak serak, napasnya cepat, bisa jadi ini disebabkan oleh bronkhiolitis. Batuk ini ditandai dengan anak akan sulit bernapas. Penyebab paling umum adalah respiratory syncytial virus. Bronkhiolitis paling sering menyerang bayi selama berbulan-bulan.

6. Batuk rejan

Jika anak menderita pilek selama lebih dari seminggu, kemudian diikuti dengan batuk yang bisa lebih dari 20 kali, kesulitan bernapas, dan mengeluarkan suara rejan yang aneh saat menghirup maka disebut dengan batuk rejan.

Penyebabnya adalah bakteri yang disebut pertusis, yang menyerang saluran pernapasan, dan membuat peradangan parah dan kadang menghalangi saluran udara.

Cara mengatasi batuk pada anak

Meskipun anak yang lebih besar dapat menggunakan obat batuk dan pilek yang dijual bebas, namun obat-obatan bebas justru tidak aman untuk anak di bawah usia 2 tahun, Bunda.

Mengutip laman Today, adapun terdapat cara mengatasi batuk pada anak secara alami yang bisa Bunda lakukan secara Home Remedies, antara lain:

1. Angkat kepala mereka

Pada anak usia di atas 1 tahun, atur beberapa bantal di bawah punggung, bahu, dan kepalanya agar ia dapat tidur dengan posisi agak tegak, sehingga memudahkan pernapasan. Sedangkan pada bayi, letakkan bantal di bawah kasur boksnya untuk meninggikan area tempat mereka mengistirahatkan kepala.

2. Menghirup uap air panas

Menurut William Sears, MD, seorang dokter anak dan juga penulis buku The Baby Book, merekomendasikan untuk mengubah kamar mandi menjadi ruang uap.

Caranya dengan mandi air panas, tutup pintu, dan duduk di dalam bersama anak selama 15 menit sebelum tidur dan lagi selama 15 menit di pagi hari. Uap membantu melonggarkan dada dan hidung tersumbat, sehingga memudahkan anak-anak untuk batuk atau meniupnya.

3. Gunakan humidifier

Humidifier merupakan alat pelembab udara yang bekerja dengan cara menyemprotkan uap air ke udara. Ini direkomendasikan untuk menjaga saluran udara anak tetap bersih dan lembab.

4.Gunakan obat semprot hidung

Selain menggunakan alat untuk menyedot lendir ingus dari hidung bayi, Bunda juga bisa menyemprotkan larutan garam dalam bentuk obat semprot pada lubang hidung anak untuk mengeluarkan lendirnya.

Ini bagus untuk meredakan hidung meler, pengap, kering, atau berkerak dengan membilas dan mengeluarkan lendir dari hidung si kecil agar mereka dapat bernapas dengan mudah dan melembabkan dengan aman.

5. Mengonsumsi madu

Obat batuk dan pilek tidak lagi direkomendasikan untuk anak di bawah usia enam tahun. Madu dipercaya lebih ampuh ketimbang obat yang dijual bebas. Berdasarkan penelitian, jenis madu yang digunakan lebih gelap.

Berikan sesendok untuk anak sebelum tidur dan seperlunya dalam cangkir berisi air hangat. Meski terolong aman, madu tidak diperkenankan untuk bayi di bawah 1 tahun, Bunda.

(haf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi