Sign Up search


menyusui

Kisah Pilu Ibu menyusui dengan PCOS, Kehilangan Bayi Akibat Dehidrasi

Ratih Wulan Pinandu Selasa, 24 Dec 2019 08:30 WIB
Kisah Pilu Ibu menyusui dengan PCOS, Kehilangan Bayi Akibat Dehidrasi caption
Jakarta - Seorang ibu bernama Jillian Johnson membagikan kisah sedih saat menyusui anaknya. Butuh waktu hingga 5 tahun, untuk Johnson untuk bisa menceritakan tentang rasa sakit setelah kehilangan buah hatinya.

Selain itu, Johnson juga takut dihakimi setelah anaknya meninggal dunia. Hingga akhirnya, dia memutuskan untuk membagikan kisahnya yang diunggah di blog Fed Is Best.


Melansir Parents, dalam posting-an itu, dia menceritakan bagaimana anaknya, Landon meninggal karena dehidrasi beberapa hari setelah kelahirannya. Dia juga mengatakan kalau tak menduga bayinya mati akibat kelaparan. Johnson berharap pengalamannya itu bisa menyelamatkan keluarga lain agar tak mengalami rasa sakit seperti yang dia alami.


Diungkap Johnson, selama kehamilan, dia dan suami sudah membekali dirinya dengan ilmu menjadi orang tua. "Kami sudah siap! Atau begitulah kami pikirkan...," tulisnya dalam blog.

"Setiap kelas dan buku mengarahkan untuk menyusui dan betapa pentingnya mengurus bayi yang sehat," lanjutnya.

Kisah Pilu Ibu menyusui dengan PCOS, Kehilangan Bayi Akibat DehidrasiIlustrasi ibu menyusui/Foto: iStock
Bahkan diakui Johnson, Landon lahir di rumah sakit yang 'baby friendly'. Dimana mereka mendapatkan dukungan untuk menyusui eksklusif. kecuali jika sang ibu mengalami pembesaran payudara, kanker, atau alasan medis serius yang membuat mereka tak bisa menyusui bayi.

Landon dilahirkan secara caesar darurat, kemudian Johnson mulai menyusuinya secara eksklusif. "Landon ada di payudaraku sepanjang waktu. Konsultan laktasi akan datang dan melihat bahwa 'dia punya kemampuan mengisap dan baik-baik saja'. Tapi ada salah satu yang menyebutkan kalau saya mungkin memiliki masalah dalam memproduksi susu," tulis Johnson.

Hal itu berkaitan dengan diagnosis polycystic ovarian syndrome (PCOS) atau sindrom ovarium polikistik. Kondisi ini akan membuat wanita kesulitan menghasilkan ASI, karena ketidakseimbangan hormon.

Johnson terus mengingat jika Landon terus menangis sepanjang waktu. "Dia menangis kecuali saat dia menyusu dan aku mulai merawatnya terus-menerus," imbuhnya.

Landon dirawat sekitar 9 jam saat hari pertama kehidupannya. Perawat mengatakan bahwa ini disebut sebagai cluster feeding. Setelah dua hari, dia kehilangan hampir 10 persen dari berat lahirnya. Namun, hal itu dianggap sebagai kondisi normal bayi yang akan kehilangan sekitar 10 persen dari beratnya setelah lahir.

Saat itu, sebenarnya Johnson sudah khawatir kalau Landon tidak mendapatkan cukup ASI. Tapi dia memilih untuk percaya pada profesional medis di sekitarnya yang mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja. Ternyata, bayinya sedang kehausan.

Johnson menceritakan dalam blog tersebut kalau Landon kelaparan dalam makna sebenarnya. Kurang dari 12 jam setelah orang tua baru membawa putra mereka pulang dari rumah sakit (usianya kurang dari tiga hari), ia mengalami serangan jantung akibat dehidrasi.

"Dan saran terbaik yang bisa saya berikan dari dokter NICU-nya untuk mendukungnya hidup adalah dengan memastikan ASI, dengan menakarnya menggunakan botol. Dengan cara ini, Anda tahu bahwa bayi sudah cukup makan, jika aku bisa kembali ke masa lalu. Tapi tak bisa dan Landon akhirnya meninggal setelah beberapa hari dengan bantuan alat napas," jelasnya melengkapi tulisannya.

Ratchel Prete, seorang dokter anak di Rumah Sakit Anak Arnold Palmer di Orlando mengatakan, kasus semacam ini sangat jarang terjadi. Sebagaian besar dokter, perawat, dan konsultan laktasi dapat menavigasi ibu baru dengan baik. Mereka membantu mengatasi berbagai tantangan menyusui, termasuk pasokan susu yang rendah.

Frente menyarankan para ibu baru untuk mencari kolostrum fisik, untuk memastikan bayi mendapatkan makanan.

"Ibu harus bisa mengekspresikan kolostrum dengan tangan. Minimal satu sendok teh (atau 5 mililiter) per makan sudah cukup. Perlu waktu 3 - 5 hari untuk pasokan ASI ibu benar-benar berproduksi," terang Prete.

Kasus PCOS memang sejak lama dikaitkan dengan masalah menyusui, Bun. Dalam ulasan Very Well Health, studi awal menunjukkan bahwa wanita dengan PCOS mungkin memiliki kelenjar payudara yang tidak memadai, untuk memproduksi ASI dalam jumlah cukup.

Hal itu diperkirakan akibat dari rendahnya kadar progesteron yang rendah selama masa pubertas dan kehamilan pada wanita PCOS. Sebab, mereka jarang mengalami ovulasi, bahkan tidak sama sekali yang mengarah ke level rendah.


Mengutip Mayo Clinic, wanita yang mengalami PCOS biasanya akan mengalami periode menstruasi jarang-jarang atau malah berkepanjangan. Sebab, mereka mengalami kelebihan kadar hormon pria (androgen). Dalam hal ini, ovarium akan mengembangkan banyak kumpulan kecil cairan (folikel) dan gagal melepaskan telur secara teratur.

Bunda, simak juga penjelasan mengenai jenis puting payudara tidak normal yang membuat Bunda kesusahan menyusui, dalam video berikut ini.

[Gambas:Video Haibunda]

(rap/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi