HaiBunda

MENYUSUI

Ibu Terinfeksi Hepatitis B, Bolehkah Menyusui?

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Selasa, 07 Jan 2020 10:10 WIB
Ibu hepatitis B menyusui/ Foto: iStock
Jakarta - Proses menyusui tiap ibu berbeda. Apalagi di tengah-tengah ibu sedang sakit. Misalnya, saat Bunda terinfeksi hepatitis B, pertanyaan bisakah tetap menyusui bukan enggak mungkin muncul di benak Bunda.



Pada dasarnya, hepatitis A adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, Bun. Hepatitis A disebabkan infeksi virus hepatitis B. Virus ini yang paling sering terjadi.


Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh serangan virus yang menyerang hati sehingga memicu timbulnya penyakit kronis dan akut pada liver. Hepatitits B ditularkan melalui cairan tubuh, darah, dan dari ibu ke anak.

"Vaksin Hepatitis B mampu melindungi 98-100 persen orang dari infeksi hepatitis B. Gejalanya antara lain kelelahan, tubuhya kuning, urine pekat, pusing parah, dan muntah serta nyeri perut," papar WHO.

Situs Ikatan Dokter Anak Indonesia, Nenny Sri Mulyani dalam Buku Indonesia Menyusui menuliskan didapatkannya virus hepatitis B dalam jumlah kecil pada ASI menimbulkan pertanyaan tentang peran ASI tersebut dalam penularan hepatitis B. Untuk diketahui bahwa saat ini segala sesuatu keputusan terutama di bidang kedokteran didasarkan pada bukti ilmiah yang didapat dari penelitian-penelitian yang ada, bukan dari teori saja.

"Banyak penelitian tentang ASI dihubungkan dengan kejadian hepatitis B telah banyak dilakukan di dunia dan membuktikan bahwa ASI tidak meningkatkan risiko penularan hepatitis B. Berikut adalah penelitian di Taiwan yang mengikut sertakan 147 bayi baru lahir dari ibu pembawa virus hepatitis B yang kemudian terbagi menjadi 2 kelompok," paparnya.

ibu dengan hepatitits B menyusui/ Foto: iStock
Nenny menjelaskan, kelompok pertama adalah bayi-bayi yang minum ASI dan kelompok kedua adalah bayi-bayi yang minum susu formula. Hasilnya adalah bahwa ASI tidak terbukti meningkatkan risiko penularan hepatitis B terbukti dari tidak adanya perbedaan kejadian hepatitis B pada ke 2 kelompok.

Dengan demikian tidak ada alasan untuk tidak memberikan ASI untuk bayinya bagi ibu penderita hepatitis B. Jadi bagaimana kesimpulannya?



"Ibu dengan hepatitis B tetap memberikan ASI kepada bayinya dengan ketentuan mengikuti program Nasional yaitu memberikan vaksinasi hepatitis B kepada bayinya segera setelah lahir sebelum berusia 24 jam," tutur Nenny.

"Pencegahan terjadinya luka pada puting sangat dianjurkan pada awal kehidupan bayi sehingga penularan dapat dicegah. Bimbingan menyusui khususnya posisi menyusui yang baik dan pelekatan mulut bayi yang betul dapat mencegah terjadinya puting lecet," tutupnya.

Simak senam lidah untuk bayi tongue tie di video ini.

(rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cerita Zaskia Sungkar Promil Baby Urwah, Ternyata Ada 4 Embrio dan Salah Satunya Perempuan

Kehamilan Amrikh Palupi

Arti Mimpi Orang Meninggal Hidup Lagi, Ini Penjelasan dari Berbagai Sudut Pandang

Mom's Life Elia Amaliana

Makanan Ini Ternyata Bisa Mengandung Racun Sianida, RI Masuk 4 Besar Produsen Dunia

Mom's Life Dilla Atqia Rahmah

10 Pohon yang Bisa Jadi Sarang Ular, Waspadai di Sekitar Rumah

Mom's Life Arina Yulistara

5 Sunscreen Spray Praktis buat Reapply di Atas Makeup

Mom's Life Adi Prakoso & Tiara Jasmine

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Pendapat Hilary Swank Tentang Standar Ganda Punya Anak di Usia Tak Muda pada Pria & Wanita

Arti Mimpi Orang Meninggal Hidup Lagi, Ini Penjelasan dari Berbagai Sudut Pandang

Cerita Zaskia Sungkar Promil Baby Urwah, Ternyata Ada 4 Embrio dan Salah Satunya Perempuan

5 Sunscreen Spray Praktis buat Reapply di Atas Makeup

Makanan Ini Ternyata Bisa Mengandung Racun Sianida, RI Masuk 4 Besar Produsen Dunia

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK