sign up SIGN UP search


menyusui

Studi: Menyusui Tekan Risiko Terkena Kanker Ovarium

Asri Ediyati Selasa, 07 Apr 2020 16:07 WIB
Menyusui jelas punya banyak manfaat bagi ibu dan anak. Sebuah studi dari Australia menunjukkan bahwa menyusui tekan risiko terkena kanker ovarium. caption
Jakarta - Seperti yang kita ketahui atau mungkin Bunda pernah membacanya di buku, menyusui memiliki segudang manfaat bagi ibu dan anak. Selain tentunya untuk tumbuh kembang anak, menyusui juga bermanfaat untuk kesehatan Bunda. Ya, salah satunya bisa menekan risiko terkena kanker ovarium alias kanker rahim, lho.

Hal ini ditemukan oleh sejumlah peneliti dari Australia. Temuan menunjukkan bahwa menyusui adalah faktor yang berpotensi dimodifikasi yang dapat menurunkan risiko kanker ovarium independen dari kehamilan saja. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal JAMA Oncology.


Sebuah studi internasional yang melibatkan para peneliti dari QIMR Berghofer Medical Research Institute menemukan bahwa wanita yang menyusui bayinya dapat menurunkan risiko terkena kanker ovarium hingga hampir 25 persen.


Penelitian ini juga menunjukkan semakin lama seorang wanita menyusui, semakin besar pengurangan risiko. Penulis senior Australia dan kepala Kelompok Kanker Ginekologi QIMR Berghofer, Profesor Penelope Webb, mengatakan menyusui dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena semua kanker ovarium, termasuk jenis yang paling mematikan yang disebut tumor serous tingkat tinggi.

"Secara keseluruhan, risiko terkena kanker ovarium turun 24 persen untuk wanita yang menyusui, dan bahkan mereka yang menyusui anak-anak mereka selama tiga bulan atau kurang memiliki risiko 18 persen lebih rendah terkena kanker ovarium," kata Webb dikutip dari Medical Dialogues.

"Para ibu yang menyusui anak-anak mereka selama lebih dari 12 bulan masing-masing memiliki risiko 34 persen lebih rendah," sambungnya.

Yang penting, manfaat menyusui ini berlangsung setidaknya 30 tahun setelah seorang wanita berhenti menyusui. Lalu, hanya sekitar 45 persen wanita yang didiagnosis dengan kanker ovarium bertahan hidup setidaknya lima tahun setelah diagnosis mereka.
ilustrasi ibu menyusuiilustrasi ibu menyusui/ Foto: iStock

Webb mengatakan studi internasional melibatkan para peneliti dari Konsorsium Asosiasi Kanker Ovarium, yang memeriksa data dari 9973 wanita dengan kanker ovarium dan 13.843 wanita kontrol dari studi yang dilakukan di seluruh dunia.

"Beberapa penelitian sebelumnya mengaitkan menyusui dengan penurunan risiko kanker ovarium, tetapi yang lain tidak menemukan hubungan, jadi kami ingin melihat ini dalam penelitian yang jauh lebih besar untuk memperjelas hubungan," katanya.

Hasil studi menunjukkan hubungan antara menyusui dan mengurangi tingkat kanker ovarium, dan memperkuat rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahwa ibu harus menyusui secara eksklusif selama setidaknya enam bulan jika mereka dapat dan terus melakukannya, dengan penambahan makanan pendamping, untuk dua tahun atau lebih.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa menyusui untuk waktu yang singkat dapat membantu mengurangi risiko kanker. Studi ini didasarkan pada penelitian sebelumnya, yang menemukan bahwa menyusui juga dikaitkan dengan risiko kanker endometrium yang lebih rendah (kanker rahim). Webb mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi bagaimana menyusui mempengaruhi risiko kanker.


Simak juga tips memperbanyak ASI saat menstruasi:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi