sign up SIGN UP search


menyusui

Bunda Merasa Mual Saat Menyusui? Mungkin Ini Sebabnya

Asri Ediyati Kamis, 09 Apr 2020 13:51 WIB
Mual saat menyusui bukan hal umum bagi ibu menyusui. Hmm.. kira-kira apa penyebabnya? Simak penjelasan pakar serta cara mengatasinya. caption
Jakarta - Saat menyusui, mungkin Bunda pernah mengalami kejadian di luar dugaan. Salah satunya mual. Menurut seorang konsultan laktasi, Susan Guest, mual sebenarnya bukan hal umum terjadi. Akan tetapi, beberapa wanita mengalami mual dengan adanya let down reflex (keluarnya ASI).

"Ini terkait dengan pelepasan hormon oksitosin, yang juga merangsang usus untuk membuat sekresi lambung dan berpotensi menyebabkan mual," jelas spesialis perawat klinis dengan Program Kesehatan Perempuan dan Bayi di Rumah Sakit Mount Sinai di Toronto itu, dikutip dari Today's Parent.


Akan tetapi, mual saat menyusui rupanya umum selama beberapa minggu pertama menyusui ketika Bunda juga sangat lelah dan mungkin lupa minum air putih yang cukup atau melewatkan waktu makan. Sayangnya, semua hal ini dapat memperburuk sakit perut.

"Ini mirip dengan mual yang dialami beberapa wanita selama kehamilan," kata Guest.


Dia menyarankan agar para ibu kembali ke saran yang mereka ikuti untuk mengobati mual di pagi hari. Untuk Bunda yang mual dan muntah selama kehamilan, Motherisk, sebuah program penelitian dan pengajaran klinis di SickKids di Toronto, merekomendasikan untuk mengunyah camilan kecil setiap satu atau dua jam.

Guest juga merekomendasikan untuk tetap mengonsumsi makanan kaya karbohidrat dengan protein, seperti keripik dan roti panggang dengan keju sebelum menyusui. Para ahli di Motherisk mengatakan bahwa minuman dingin, dan es loli dapat mengurangi rasa logam di mulut yang berhubungan dengan mual.
ilustrasi menyusuiilustrasi menyusui/ Foto: iStock

Kemudian menurut Motherisk, pisahkan sesi makan dan minum. Jadi jika Bunda sedang mual maka harus menunggu 20 hingga 30 menit setelah makan camilan kecil untuk akhirnya bisa minum air, teh atau jus. Ini untuk mengurangi perasaan kenyang, yang dapat meningkatkan gas, kembung, refluks asam dan mual.

"Beberapa wanita lebih suka makan sebelum menyusui, sementara yang lain merasa lebih baik jika mereka makan sesudahnya, kata Guest.

"Anda bahkan mungkin ingin menggigit sepotong roti atau biskuit saat bayi menyusu. Itu sering bisa membantu," ujarnya.

Terakhir, jika Bunda merasa mual saat menyusui dan yakin itu disebabkan oleh let down reflex. Kabar baiknya, itu tidak akan bertahan lama. Biasanya, mual menyusui berhenti enam hingga delapan minggu setelah Bunda mulai menyusui, ketika hormon kembali tenang dan Bunda mendapatkan lebih banyak tidur.


Simak juga cara mengatasi bayi tongue tie dan lip tie melalui video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi