HaiBunda

MENYUSUI

7 Tips Produksi ASI Tetap Lancar, Sering Menyusui hingga Hindari Dot

Yuni Ayu Amida   |   HaiBunda

Selasa, 26 May 2020 18:17 WIB
7 Tips Produksi ASI Tetap Lancar, Sering Menyusui hingga Hindari Dot/ Foto: iStock
Jakarta -

Setiap ibu menyusui pastinya ingin proses menyusui bayi dilalui dengan lancar. Namun kadang, ada beberapa sebab yang membuat produksi ASI menjadi tidak lancar atau menurun.

Dikatakan ahli Obstetri dan Ginekologi bersertifikat, Meredith Shur, MD, FACOG, jika persediaan ASI berkurang, maka ibu menyusui mesti mencari tahu sebabnya kemudian memperbaiki masalahnya. Merawat diri sendiri, berusaha mengurangi stres atau mengatasi stres dengan cara yang lebih sehat, dan membuat beberapa perubahan gaya hidup dapat menjadi cara memastikan pasokan ASI tetap lancar.

"Selain itu, Anda bisa mencoba membuat lebih banyak ASI dengan menyusui atau memompa lebih sering," jelas Shur, dilansir Very Well Family.


Tentu saja, terkadang ada hal-hal yang tidak bisa Bunda ubah saat produksi ASI menurun, seperti terjadinya kehamilan atau masalah kesehatan tertentu. Dalam hal itu, Shur menyarankan untuk konsultasi dengan dokter ahli.

Di samping itu, berikut ini 7 tips sederhana agar produksi ASI tetap lancar, dilansir Mayo Clinic.

1. Menyusui sesegera dan sesering mungkin

Menunggu terlalu lama untuk mulai menyusui bisa menyebabkan pasokan ASI rendah. Jadi, setelah bayi lahir, segera letakkan di payudara Bunda untuk mengajarinya tahap awal menyusui.

Selain itu, menyusui juga harus dilakukan sesering mungkin. Selama beberapa minggu pertama, usahakan menyusui 8 hingga 12 kali sehari, sekitar setiap dua hingga tiga jam.

2. Periksa pelekatan

Pastikan bayi terkunci dan diposisikan dengan baik. Cari tanda-tanda bahwa bayi menelan ASI dengan baik.

3. Menyusui di kedua payudara

Tawarkan kedua payudara pada setiap menyusui. Sebenarnya, tidak apa-apa bayi menyusui hanya pada satu payudara saat menyusui sesekali. Tetapi kalau ini berlangsung secara teratur, persediaan ASI akan berkurang.

Bunda mungkin perlu memompa payudara yang lain untuk mengurangi tekanan dan melindungi persediaan ASI, sampai bayi mulai mengisap lebih banyak di setiap menyusui.

Ibu menyusui/ Foto: iStock

4. Jangan melewatkan sesi menyusui

Pompa payudara setiap kali Bunda melewatkan sesi menyusui untuk membantu melindungi persediaan ASI.

5. Jangan berikan dot

Kalau Bunda memilih untuk memberikan dot pada bayi, pertimbangkan untuk menunggu sampai tiga atau empat minggu setelah kelahiran. Ini akan memberi Bunda waktu untuk menyiapkan persediaan ASI.

6. Hati-hati menggunakan obat

Obat-obatan tertentu bisa mengurangi suplai ASI, termasuk obat-obatan yang mengandung pseudoephedrine (Sudafed, Zyrtec D). Penyedia layanan kesehatan seharusnya mengingatkan juga tentang jenis kontrasepsi hormonal tertentu, setidaknya sampai bayi bisa menyusui dengan kuat.

7. Hindari alkohol dan nikotin

Minum alkohol dalam jumlah sedang hingga berat bisa menurunkan produksi ASI. Merokok juga dapat memiliki efek yang sama. Oleh karena itu, hindari minum alkohol maupun merokok saat Bunda menyusui, agar pasokan ASI tidak terganggu.

Simak juga tips aman cegah kehamilan untuk ibu menyusui dalam video ini:



(yun/muf)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Anak Alami Tekanan Sosial dari Teman di Sekolah

Parenting Kinan

Pijat Perut untuk Program Hamil, Benarkah Efektif?

Kehamilan Tiara Jasmine & Adi Prakoso

7 Ciri Orang Cerdas yang Berpikir Cepat, Terlihat dari Obrolan Sehari-hari

Mom's Life Amira Salsabila

150 Nama Bayi Terinspirasi Sakura dan Artinya untuk Anak Laki-laki dan Perempuan

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

Bansos PKH Ibu Hamil 2026: Ketahui Syarat, Cara Daftar, & Jadwal Pencarian

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Deretan Artis Bantu Korban Gempa NTT, Ada yang Galang Donasi hingga Terjun Langsung

Bansos PKH Ibu Hamil 2026: Ketahui Syarat, Cara Daftar, & Jadwal Pencarian

Cara Mengenali Anak Alami Tekanan Sosial dari Teman di Sekolah

150 Nama Bayi Terinspirasi Sakura dan Artinya untuk Anak Laki-laki dan Perempuan

Pijat Perut untuk Program Hamil, Benarkah Efektif?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK