sign up SIGN UP search


menyusui

Ibu Menyusui Bukan Berarti Bisa Makan Semaunya, Ini Anjuran Dokter

Asri Ediyati Sabtu, 30 May 2020 12:01 WIB
ilustrasi menyusui caption
Jakarta -

Saat menyusui, wajar sekali jika Bunda sering merasa lapar. Saat merasa lapar seperti ini, kita perlu menahan godaan untuk konsumsi makanan semaunya.

Ya, meski secara teori Bunda perlu 500 kalori tambahan saat menyusui, menambah makan tanpa gizi seimbang sangat tidak dianjurkan.

Hal yang sama ditanyakan Shandy Aulia ketika mengadakan Instagram Live bersama dokter gizinya, Dr. dr. Samuel Oetoro, MS., Sp.GK. Ia bertanya, apakah ibu menyusui bisa makan semaunya agar ASI-nya keluar, atau justru tidak boleh makan semaunya.


Soal ini, Samuel mengatakan bahwa pernyataan ibu menyusui boleh makan semaunya itu salah. Justru yang diperhatikan adalah kualitas makanan yang dikonsumsi ibu menyusui, Bunda.

"Bukan begitu, itu udah zaman dahulu. Justru kualitas makanan yang dimakan ibunya harus yang terbaik, itu penting. Jadi kalau dia menyusui, jumlah kalori yang dimakan harus lebih dari sebelumnya," kata Samuel di IG Live @shandyaulia, Jumat (29/5/2020).

"Tapi harus dilihat juga kalau sebelum hamil. Kalau makannya banyak, nanti kalau menyusui jangan tambah banyak (makannya). Kebiasaan makan, waktu berat badan sebelum hamil juga harus diperhatikan," sambungnya.

Bagaimana jika berat kita sudah ideal? Bagaimana cara menambahkan 500 kalori itu dengan tepat? Kata Samuel, kalau secara teori 500 kalori, itu kan susah hitung-menghitungnya. Jadi, gampangnya Bunda hanya memiliki 1 porsi tambahan dengan nutrisi lengkap, karbohidrat, protein, sayur, dan buah.

Jika sudah makan, Samuel mengatakan, yang tak kalah penting untuk dipantau adalah kualitas ASI. Makanan yang kita makan bisa pengaruhi kualitas ASI. Bagaimana kita bisa memantaunya?

Shandy Aulia dan buah hatinyaShandy Aulia dan buah hatinya/ Foto: Instagram @shandyaulia

"Bayinya nangis, begitu dikasih ASI-nya enggak lama dia tenang berarti kualitas ASI bagus. Jangan udah menyusui lama, dia masih nangis, berarti kualitas ASI jelek," kata dokter Spesialis Gizi Klinik di MRCCC Siloam itu.

Kemudian, selama menyusui, kita justru tidak disarankan untuk menurunkan berat badan secara drastis. Untuk itu, kita perlu konsumsi makanan sehat, cukup kalori agar berat badan ideal.

Nah, untuk tahu makanan yang kita konsumsi sehat atau tidak, bisa dilihat lewat evaluasi berat badan. Samuel menyarankan berat badan timbang seminggu sekali. Pagi hari bangun, setelah pipis, barulah ditimbang.

"Kalau turun banyak, lebih dari 1/2 kg dalam seminggu, porsi makan kamu kurang. Kalau kelebihan, kurangi porsinya, paling banyak kurangi 1/4 porsi," kata Samuel.

"Yang paling penting lagi ke pemilihan jenis makanan, jangan sembarangan makanan. Jenis makanan harus lengkap. Harus ada protein. Lemak juga penting, sumber pembentuk ASI. Sayur, buah, beragam jenisnya," kata Samuel.

Samuel melanjutkan, kelemahan ibu menyusui adalah gampang lapar. Untuk menyiasatinya, makan sedikit-sedikit tapi sering, Bunda.

Bagaimana dengan camilan? Samuel menyarankan agar Bunda mengonsumsi buah dan sayuran karena manis dan kaya akan serat, sehingga tidak akan lapar lagi setelah mengonsumsinya.

Simak juga cara mencegah kehamilan bagi ibu menyusui:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi