sign up SIGN UP search


menyusui

Pentingnya Kolostrum, ASI Pertama yang Keluar Setelah Kelahiran Bayi

Dwi Indah Nurcahyani Jumat, 17 Jul 2020 18:26 WIB
Mothers breastfeed while dating a beautiful golden sunset, golden light shines on the mother and child. caption
Jakarta -

Tahukah Bunda, ASI pertama yang diberikan setelah kelahiran bayi memiliki manfaat yang sangat besar. ASI yang disebut dengan kolostrum ini dihasilkan dari kelenjar susu Bunda selama kehamilan dan dalam beberapa hari pertama setelah kelahiran bayi Bunda. Ini merupakan tahap pertama produksi ASI.

Tubuh Bunda akan mulai merancang kolostrum sebelum mulai memproduksi ASI transisi (ASI tahap kedua), dan ASI matang (tahap akhir ASI). Tetesan awal kolostrum adalah apa yang akan didapat bayi Bunda pertama kali disusui.

"Rasa pertama yang didapat bayi dari payudara Bunda adalah kolostrum yang mengandung gula dan protein untuk energi, ditambah anti-bodi pelindung dan hormon untuk merangsang pencernaan," ujar Dr Yehudi Gordon, seorang nutritionist dari London, dikutip dari Guardian.


Melansir Very Well Family, kolostrum sendiri mungkin akan terlihat jernih, tetapi sering juga berwarna kuning keemasan atau oranye karena mengandung kadar beta-karoten yang tinggi. Serta, kolostrum juga cenderung lebih pekat dibanding ASI transisi dan ASI matang.

Terkadang, darah dari dalam saluran susu dapat juga masuk ke kolostrum. Kolostrum yang bercampur darah dapat terlihat merah, merah muda, cokelat, atau berwarna karat.

Sejumlah kecil darah dalam ASI Bunda ini biasanya tak perlu dikhawatirkan. Namun, selalu lebih baik untuk membicarakannya dengan dokter jika Bunda melihat keluarnya darah atau warna yang berubah dari puting.

Smiling mother breastfeeding her baby daughter while being at home.Manfaat kolostrum untuk bayi/ Foto: iStock

Produksi kolostrum sendiri dimulai jauh sebelum bayi Bunda lahir. Produksi ini dimulai sedini mungkin yakni di awal trimester kedua kehamilan. Jika Bunda melihat tetesan kecil cairan bening atau kuning bocor dari payudara atau menodai bra saat sedang hamil, itu merupakan kolostrum.

Fase produksi kolostrum berlangsung hingga tahap transisi dimulai (yakni antara hari kedua dan kelima setelah kelahiran). Fase transisi produksi ASI dimulai ketika ASI mulai masuk. Selama waktu ini, Bunda akan melihat peningkatan besar jumlah ASI yang dibuat.

Tahap transisi adalah masa ketika ada campuran kolostrum dan ASI matang. Meskipun tidak lagi disebut sebagai fase kolostrum, kolostrum akan terus ada dalam ASI Bunda. Kandungan kecil kolostrum masih dapat ditemukan dalam ASI selama kisaran enam minggu.

Produksi kolostrum pun tidak akan banyak. Dalam 24 jam pertama setelah bayi lahir, Bunda akan menghasilkan rata-rata sedikitnya dua sendok makan atau satu ons (30 ml). Pada hari kedua dan ketiga, Bunda akan menghasilkan sekira 60 ml kolostrum.

Meskipun sedikit, Bunda tidak perlu khawatir karena kolostrum hadir penuh dengan nutrisi yang terkonsentrasi. Kolostrum juga mengandung semua yang dibutuhkan bayi dalam beberapa hari pertama kehidupannya.

Kolostrum juga terdiri dari sifat-sifat kesehatan yang melindungi bayi dan membantu mereka melawan infeksi dan penyakit. Jadi, pastikan Bunda tidak melewatkan pemberian kolostrum pada si kecil usai dilahirkan ya, Bunda.

Semoga membantu, Bunda!

Bunda, simak juga yuk tips menyusui yang tepat seperti dalam video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi