sign up SIGN UP search


menyusui

Panduan Menyusui Bayi Baru Lahir di 7 Hari Pertama Kelahiran

Annisa Afani Kamis, 09 Jul 2020 08:03 WIB
Mothers breastfeed while dating a beautiful golden sunset, golden light shines on the mother and child. caption
Jakarta -

Menyusui adalah aktivitas normal, alami dan insting seorang ibu untuk bayinya. Namun hal ini juga merupakan proses yang perlu untuk dipelajari oleh ibu dan bayi.

Ibu baru diharapkan memiliki informasi cukup untuk menyusui bayi yang baru dilahirkan, sama dengan informasi yang cukup tentang perawatan bayi. Menyusui mungkin mudah bagi sebagian ibu, namun sulit dilakukan bagi ibu yang lain pada awal kelahiran.

Dilansir dari Motherly, berikut ini panduan menyusui pada minggu pertama usai melahirkan:


1. Menyusui pada hari 1 hingga 3

Untuk hari pertama setelah kelahiran, bayi akan sering menyusu dan sama sekali tidak terjadwal. Jika berada di rumah sakit, bawalah bayi dekat dengan Bunda dan dekatkan dia dengan Bunda.

Lakukan sesi skin to skin. Dengan begitu bayi akan mencari dan mengetahui di mana letak payudara yang menjadi sumber makanannya. Tanda bayi menyusu, yakni menganggukan kepala sambil mencari puting, mengisap kepalan tangan, dan mengecap mulut kecilnya.

Selama tiga hari pertama tersebut, payudara Bunda akan menghasilkan sejenis susu yang sangat kaya gizi yang disebut sebagai kolostrum. Jumlahnya sedikit, tetapi kaya akan vitamin, protein, antibodi dan agen antivirus. Ini menjadi inokulasi pertama bagi bayi, dan bertindak sebagai laksatif untuk membantu bayi membersihkan kotoran pertama kali (meconium).

Perlu diketahui, bahwa bayi juga akan mengalami penurunan berat badan sekitar 5-7 persen dalam tiga hari pertama kehidupan. Ini terjadi karena bayi mengeluarkan kotoran dan cairan saat dia berada di rahim.

Jika ini terjadi, Bunda tidak perlu memaksa bayi untuk menyusu lebih banyak agar berat badannya naik kembali. Faktanya, perut bayi yang baru lahir memiliki ukuran yang masih sangat kecil dan terbatas. Jika memaksanya memberi banyak susu melebihi kapasitas ususnya akan membuat bayi muntah. Kolostrum yang diproduksi oleh tubuh Bunda sendiri jumlahnya sedikit, namun cukup untuk perut bayi.

Jika bayi mengalami kesulitan untuk melakukan pelekatan ke payudara Bunda, segera minta solusi dari konsultan laktasi. Di sisi lain, tetap pertahankan skin to skin dengan baik, pompa kolostrum dengan tangan Bunda dan beri bayi kolostrum dengan sendok kecil atau pipet.

2. Menyusui pada hari ke 3 sampai 5

Pada hari ketiga hingga kelima setelah kelahiran, ASI Bunda akan mulai keluar lebih banyak serta berlimpah. Kejadian ini sering kali terjadi secara tiba-tiba, namun tidak jarang terjadi dengan cara bertahap, Bunda.

Untuk mengatasi masalah 'ketumpahan', Bunda perlu memastikan bayi mengisap payudara lebih dalam. Selain itu, lebih sering menyusuinya untuk mengosongkan payudara.

Jika payudara begitu penuh sehingga puting menjadi rata, maka bayi mungkin akan mengalami kesulitan untuk mengisap. Bunda, gunakan tangan untuk mengeluarkannya atau mencoba pijatan dengan teknik yang disebut sebagai Reverse Pressure Softening.

Itu adalah bentuk dari upaya untuk membuat puting menjadi lebih lentur dan memudahkan bayi mengisapnya. Sementara untuk memperbesar aliran ASI yang keluar, Bunda bisa melakukan pijatan secara lembut.

Segera setelah bayi menyusu ASI, kotoran bayi akan berubah warna kecokelatan, lalu warna kuning setelahnya. Bayi juga akan makin sering buang air kecil.

Young beautiful mother, breastfeeding her newborn baby boy at night, dim light. Mom breastfeeding infantIbu menyusui/ Foto: Getty Images/iStockphoto/tatyana_tomsickova


3. Menyusui pada hari ke 5 sampai 7

Bunda mungkin akan mulai menemukan alur dan kebiasaan-kebiasaan saat menyusui karena bayi akan menyusui dengan sangat sering sekitar 10 kali dalam 24 jam. Beberapa waktu mungkin akan ada jeda yang sedikit lebih panjang. Namun sebagian besar bayi akan menyusu setiap sekitar dua jam.

Pada minggu pertama menyusui, Bunda bisa juga lho mempelajari hal-hal lainnya, yakni:

1. Isyarat bayi lapar

Jika bayi merasa lapar, biasanya mereka memberi tanda dengan menganggukan kepalanya, dan menghisap kepalan tangannya. Bahkan bayi yang membuat gerakan mengisap ringan merupakan isyarat bahwa dia ingin menyusui.

2. Jadwal bervariasi

Beberapa bayi tampaknya memiliki jadwal makan yang tidak menentu, ingin menyusui setiap jam selama beberapa jam, dan kemudian terlelap selama beberapa jam setelah itu. Namun, semua ini normal, Bunda.

3. Periksa popok

Bayi umumnya mengganti 3-5 kali popok dalam sehari. Kotorannya harus berukuran setidaknya seperempat dari popok, berwarna kuning dan terkadang teksturnya seperti biji-bijian. Beberapa bayi akan buang air besar setelah setiap menyusui, dan beberapa bayi akan mengonsolidasi kotoran lebih banyak. Sedangkan untuk buang kecil bervariasi, Bunda. Namun biasanya bisa 5-6 kali ganti per hari.

3. Cek berat bayi

Diperlukan waktu hingga dua minggu bagi bayi untuk kembali ke berat badan saat kelahirannya. Akan tetapi pada akhir minggu pertama, seorang bayi harus mengalami kenaikan berat badan dibanding penurunan.

Bunda, simak juga cerita Eriska Rein saat mengalami masalah pada ASI-nya dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi