sign up SIGN UP search


menyusui

Alasan Bunda Perlu Menyusui Hingga 2 Tahun, Banyak Manfaat Tak Terduga

Asri Ediyati Sabtu, 01 Aug 2020 16:02 WIB
Mother breastfeeding a new born baby boy in a hospital room caption
Jakarta -

Bunda, saat ini kita sedang memperingati Pekan Menyusui Sedunia nih, yang jatuh pada 1 - 7 Agustus 2020. Peringatan ini dibuat untuk meningkatkan kesadaran seluruh orang tua di dunia akan pentingnya menyusui.

Soal menyusui, Bunda pasti pernah dengar rekomendasi dari WHO dan UNICEF. Keduanya merekomendasikan inisiasi menyusui dini dalam 1 jam setelah kelahiran, serta pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi.

Mereka juga merekomendasikan pengenalan MPASI pada usia 6 bulan bersama dengan pemberian ASI berkelanjutan hingga usia 2 tahun atau lebih.


Terkait rekomendasi terakhir, seperti yang Bunda ketahui bahwa 2 tahun pertama kehidupan seorang anak itu sangat penting, karena nutrisi yang optimal selama periode ini menurunkan morbiditas dan mortalitas, mengurangi risiko penyakit kronis, dan mendorong perkembangan yang lebih baik secara keseluruhan.

"ASI juga merupakan sumber energi dan nutrisi penting pada anak usia 6-23 bulan. Ini dapat menyediakan setengah atau lebih dari kebutuhan energi anak antara usia 6 dan 12 bulan, dan sepertiga dari kebutuhan energi antara 12 dan 24 bulan," tulis WHO.

ASI juga merupakan sumber energi dan nutrisi penting selama sakit, dan mengurangi angka kematian di antara anak-anak yang kekurangan gizi. Fakta menariknya adalah bahwa ternyata menyusui yang optimal sangat penting sehingga dapat menyelamatkan nyawa lebih dari 820.000 anak di bawah usia 5 tahun setiap tahun, Bunda.

Anak-anak dan remaja yang disusui saat bayi cenderung memiliki berat badan ideal. Selain itu, mereka berkinerja lebih baik dalam tes kecerdasan dan memiliki kehadiran di sekolah yang lebih tinggi.

"Menyusui dikaitkan dengan pendapatan yang lebih tinggi dalam kehidupan orang dewasa. Meningkatkan perkembangan anak dan mengurangi biaya kesehatan menghasilkan keuntungan ekonomi bagi keluarga individu maupun di tingkat nasional," tulis WHO.

Menariknya lagi, durasi menyusui yang lebih lama juga berkontribusi pada kesehatan dan kesejahteraan ibu. Hal ini mengurangi risiko kanker ovarium dan payudara dan mencegah kehamilan ektopik.

"Pemberian ASI eksklusif pada bayi di bawah 6 bulan memiliki efek hormonal yang sering menyebabkan kurangnya menstruasi. Ini adalah metode alami untuk pengendalian kelahiran yang dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi," tulis WHO.

ilustrasi menyusuiilustrasi menyusui/ Foto: thinkstock

Eits, manfaatnya belum selesai sampai situ saja, Bunda. Sesuai dengan tema tahun ini, menyusui tak cuma untuk kesehatan anak di masa depan tapi untuk bumi yang lebih sehat.

dr.Wikan Indrarto, Sp.A., menjelaskan bahwa yang dimaksud menyusui untuk bumi yang lebih sehat yaitu dapat mendukung kesehatan bumi dan penghuninya, serta menyusui merupakan keputusan cerdas atas iklim yang lebih baik.

Ia menyebutkan, penelitian di Inggris menemukan bahwa pemberian ASI eksklusif sejak bayi lahir hingga 6 akan menguras sedikit sumber air, tanah, dan enggak menghasilkan emisi karbon.

"Menyusui selama 6 bulan, dapat mengurangi emisi karbon dibandingkan diberikan susu formula. Jika seluruh bayi di Inggris disusui maka ada penghematan emisi karbon yang setara dengan 50.000 - 77.000 mobil di daratan Inggris," ujarnya di kanal YouTube pribadinya, dikutip Kamis (30/7/2020).

Selain itu penggunaan susu formula memerlukan pemanasan air 70 derajat celsius agar steril dan aman bagi. Pemanasan air itu setara dengan emisi 1,5 juta kg karbondioksida. Belum lagi sampah yang dihasilkan. Itu pun baru ASI eksklusif selama 6 bulan, Bunda. Kebayangkan jika berlanjut hingga 2 tahun tanpa susu formula?

"Dukungan untuk para ibu untuk menyusui secara eksklusif harus didengungkan ke seluruh dunia," ujarnya.

Simak juga cara aman cegah kehamilan saat Bunda menyusui:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi