sign up SIGN UP search


menyusui

5 Tips Anti Panik Menyusui Bayi dalam Fase Growth Spurt

Asri Ediyati Rabu, 02 Sep 2020 19:04 WIB
Mother breastfeeding a new born baby boy in a hospital room caption
Jakarta -

Cepatnya pertumbuhan bayi hari demi hari membuat kita takjub. Namun, jika kita perhatikan ada masa ketika mereka sedang rewel-rewelnya dan ingin menyusu terus. Masa-masa itu lah dikenal dengan istilah growth spurt.

Growth spurt adalah saat di mana bayi mengalami periode pertumbuhan yang lebih intens. Ya, selama waktu ini, mereka mungkin ingin lebih sering menyusui, mengubah pola tidur, dan umumnya lebih rewel, Bunda.

Growth spurt ini tidak akan berhenti di tahun pertama kehidupan bayi. Meskipun growth spurt dapat terjadi kapan saja selama tahun pertama, kemungkinan besar bayi akan mengalami growth spurt awal antara 1 dan 3 minggu, dan lainnya antara 6 dan 8 minggu.


Setelah itu, bayi juga mengalami growth spurt saat usia 3 bulan, 6 bulan, dan 9 bulan. Nah, kabar baiknya, dilansir What to Expect, growth spurt bayi biasanya hanya berlangsung beberapa hari (bukan sebulan penuh), jadi bayi akan segera kembali normal setelahnya.

Eits, meskipun hanya berlangsung beberapa hari, tak jarang ibu menyusui merasa hidupnya berubah saat bayi mengalami growth spurt, lho. Karena alasan tadi, bayi lebih sering menyusu, lebih rewel, dan jadwal tidurnya berubah.

Supaya menyusui lancar, berikut lima tips menyusui bayi saat mengalami growth spurt:

1. Jika bayi ingin menyusu lagi, cobalah untuk susui lagi

Growth spurt membuat bayi ingin terus menyusu. Jika mereka ingin menyusu walaupun sudah disendawakan, cobalah untuk menyusui lagi. Sebaiknya dari sisi yang sama dengan tempat baru saja menyusui. Enggak perlu khawatir bayi kekenyangan karena bayi mungkin sudah tertidur sebelum mereka selesai menyusu. Kadang-kadang hanya perlu waktu lima menit untuk menyusui bayi agar benar-benar puas.

2. Jika bayi rewel, ajak jalan-jalan

Bayi lebih rewel ketika mengalami growth spurt. Kebanyakan ibu menyusui mengira bayi masih lapar. Jika sudah disodorkan payudara mereka menolak, coba ajak jalan-jalan dengan gendongan. Cepat atau lambat bayi akan tertidur.

3. Saat growth spurt, bayi tak perlu dibangunkan untuk menyusu

Bayi mungkin banyak tidur selama growth spurt, dan ini normal. Tidak dianjurkan membangunkan bayi yang sedang tidur untuk menyusu di masa ini. Tubuh mungil mereka sedang bekerja sangat keras. Jika bayi sedang tidur, Bunda bisa membiarkannya tidur sebentar.

4. Jangan lupa rawat diri Bunda

Saat bayi growth spurt, Bunda akan lebih sering menyusui. Jangan lupa untuk merawat diri. Beberapa ibu menyusui merasa lebih lapar atau haus saat bayi mereka mengalami growth spurt. Cobalah untuk beristirahat, makan sebanyak yang Bunda bisa, dan minum banyak cairan.

5. Tak perlu cemas suplai ASI kurang karena payudara lebih lembut

Jika payudara terasa lebih lembut dan tidak penuh seperti biasanya, ini normal. Payudara lembut tidak otomatis berarti Bunda kehilangan suplai ASI.

Jika bayi terus menyusu selama growth spurt, sebenarnya mereka hanya menyuruh tubuh Bunda untuk membuat lebih banyak ASI. Tubuh tentu akan merespons sesuai dengan permintaan.

Semoga informasi mengenai cara menyusui bayi dalam masa growth spurt di atas bermanfaat, Bunda.

Simak juga cara aman cegah kehamilan saat menyusui:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi