sign up SIGN UP search


menyusui

11 Makanan Pelancar ASI untuk Busui, Bunda Perlu Tahu

Annisa Afani Rabu, 26 Aug 2020 07:05 WIB
Young mother breastfeeding  her newborn baby boy at home caption
Jakarta -

Sebagai seorang ibu menyusui, sangat normal jika Bunda mengkhawatirkan tentang suplai Air Susu Ibu (ASI) untuk buah hati. Sebenarnya tak perlu terlalu khawatir lantaran sebagian besar Bunda bisa menghasilkan ASI yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayinya.

Meski demikian, ada kalanya Bunda mungkin ingin mengetahui cara memproduksi ASI lebih banyak. Bunda mungkin pernah mendengar bahwa mengubah pola makan atau mengonsumsi makanan tertentu bisa membantu meningkatkan produksi ASI.

Soal makanan yang bisa melancarkan ASI, Ginger Carney, seorang konsultan laktasi, ahli diet, dan direktur layanan nutrisi dan laktasi di Rumah Sakit Penelitian Anak St. Jude di Memphis, Tennessee mengatakan, sebenarnya belum ada bukti ilmiah yang kuat bahwa makanan dapat meningkatkan suplai ASI. "Namun, jika ibu menyusui ingin mencoba dan melihat hasilnya, menurut saya itu tidak ada salahnya," kata dia, dikutip dari Parents.


Makanan pelancar ASI

Nah seperti yang dikatakan Carney, tidak ada salahnya Bunda mencoba untuk mengetahui apakah makanan tertentu berhasil atau tidak membantu meningkatkan produksi ASI. Dikutip dari Parents dan Mom Junction, berikut ini 10 makanan yang diyakini bisa melancarkan ASI Bunda:

1. Fenugreek

Fenugreek sangat umum digunakan dalam suplemen menyusui. Menurut Carney, fenugreek berfungsi merangsang produksi keringat dan karena payudara adalah kelenjar keringat yang dimodifikasi, maka juga merangsang produksi ASI.

"Kebanyakan wanita yang mengonsumsi fenugreek melaporkan peningkatan produksi ASI dalam waktu 24 hingga 72 jam setelah mulai mengonsumsi secara oral," ujarnya.

2. Gandum

Ahli laktasi berhipotesis bahwa meningkatnya produksi ASI setelah mengonsumsi gandum bisa dikaitkan dengan tingkat zat besi yang tinggi.

"Gandum adalah salah satu hal yang tampaknya cukup membantu, meskipun tidak ada cukup penelitian untuk memberi tahu mengapa gandum bisa membantu suplai susu," kata Sedjenane Chang, seorang konsultan laktasi di San Jose, California.

3. Adas

Selain Fenugreek, sayuran berdaun dalam keluarga wortel ini juga dianggap sebagai galactogogue atau bisa meningkatkan produksi ASI. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan kecil dan keterkaitan dengan pemberian ASI yang lebih baik.

Adas sering ditemukan dalam teh dan suplemen lain untuk ibu menyusui, tetapi juga sangat cocok untuk dimasak sebagai bahan makanan. Adas enak dipanggang, menjadi campuran salad, atau bahkan diiris dan disajikan dengan saus.

4. Ragi

Mengonsumsi ragi juga dipercaya bisa meningkatkan ASI, Bunda. Meski ragi menjadi salah satu bahan minuman alkohol yang harus dihindari, namun mengonsumsinya tanpa campuran alkohol aman kok. Ragi juga kaya akan vitamin B yang dapat membantu meningkatkan energi, Bunda. Bagi beberapa ibu, biasanya ragi bisa dikonsumsi sebagai tambahan dalam smoothie.

5. Bayam

Makanan kaya zat besi seperti bayam bisa efektif mengisi kembali kadar zat besi dalam tubuh, terutama jika Bunda sempat mengalami perdarahan pasca persalinan atau kehilangan jumlah darah yang tidak normal selama melahirkan.

Salah satu studi menunjukkan bahwa kadar zat besi yang rendah berhubungan dengan suplai susu yang rendah. Jadi, jika Bunda merasa kesulitan, mintalah dokter untuk memeriksa kadar zat besi secara rutin.

Selain bayam, zat besi bisa Bunda dapatkan dari beberapa jenis makanan lain, seperti daging merah,, kacang-kacangan, buncis, dan sayuran berdaun hijau lainnya.

6. Pepaya Mentah

Pepaya mentah adalah bagian dari masakan Asia Selatan. Selain itu, buah ini juga telah digunakan sebagai obat penenang alami, yang dapat membantu penenang alami dan memberi makan bayi lebih baik.

7. Bawang putih

Bawang putih dianggap sebagai makanan terbaik untuk meningkatkan ASI. Selain itu, bawang putih juga memiliki senyawa kimia yang membantu mencegah semua jenis kanker.

Bunda bisa mengonsumsinya dengan memasukkan beberapa siung bawang putih tumis ke dalam sup, sebagai tambahan ke dalam sayuran pilihan, atau menumis untuk disantap bersamaan dengan nasi kukus, setiap dua hari sekali.

8. Wortel

Segelas jus wortel sebagai sarapan atau makan siang akan menghasilkan keajaiban dalam menyusui, Bunda. Seperti bayam, wortel mengandung vitamin A yang dapat meningkatkan kualitas ASI. Bunda dapat mengonsumsi wortel saat mentah, dikukus atau dihaluskan menjadi sup.

-Wortel/ Foto: The Nation/Asia News Network/iStock

9. Air dan Jus

Minum air putih dan jus juga bisa meningkatkan produksi ASI. Selain itu, minum air dan jus dapat mencegah Bunda dari dehidrasi serta menggantikan cairan yang hilang selama menyusui. Minumlah segelas air saat haus atau bahkan sebelum mulai menyusui.

10. Asparagus

Asparagus dianggap sebagai makanan yang harus dikonsumsi ibu menyusui karena makanan ini kaya kandungan serat, juga tinggi vitamin A dan K. Selain itu, asparagus juga bisa membantu merangsang hormon pada ibu menyusui yang penting untuk menyusui, Bunda.

Untuk mengonsumsinya, Bunda bisa mencuci dan potong asparagus, lalu rebus menggunakan susu. Setelahnya, saring dan minum untuk produksi ASI yang lebih baik.

11. Beras merah

Menurut makalah penelitian berjudul Increase Breast Milk Supply with Herbal Galactagogues yang diterbitkan dalam World Journal of Pharmaceutical and Life Sciences, beras merah dianggap mampu meningkatkan produksi ASI, Bunda.

Beras merah memiliki stimulan hormon yang meningkatkan laktasi, ini juga memberi ibu menyusui energi ekstra yang dibutuhkan pasca melahirkan. Selain itu, beras merah juga dapat meningkatkan nafsu makan sehingga memungkinkan ibu makan makanan bergizi.

Bunda, secara umum memang penting untuk makan makanan yang sehat saat menyusui. Karena fungsinya tidak hanya agar bayi mendapatkan nutrisi yang baik tetapi juga untuk memastikan tubuh Bunda tetap sehat.

Makanan yang dihindari saat menyusui

Sementara itu, ada makanan yang sebaiknya Bunda hindari selama menyusui. Itu karena makanan ini bisa menghasilkan gas atau memengaruhi produksi ASI secara negatif. Makanan tersebut yakni:

  • Makanan yang menghasilkan gas
    Misalnya: kentang, kacang-kacangan, mangga mentah, dan pisang mentah.
  • Makanan yang mempengaruhi produksi ASI secara negatif
    Misalnya: peterseli, peppermint, dan kubis.

Cara lain meningkatkan produksi ASI

Selain mengonsumsi makanan tertentu, ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk meningkatkan produksi ASI. Tapi perlu diketahui bahwa seringkali para ibu berasumsi bahwa suplai ASI yang dimilikinya rendah, padahal sebenarnya tidak, lho.

Cara terbaik untuk memastikan bahwa bayi menyusu dengan baik dan Bunda menghasilkan cukup ASI adalah dengan terus memeriksa berat badan bayi. Jika Bunda mencurigai adanya penurunan suplai ASI dan ingin meningkatkannya, berikut tips yang dapat Bunda lakukan:

1. Menyusui secara teratur dan efisien

Produksi susu adalah proses permintaan dan penawaran. Semakin banyak bayi minum, semakin tinggi produksinya. Susui bayi sekali setiap dua jam, posisikan si kecil dengan benar saat menyusu agar ia dapat melekat dengan baik.

"Ingat, menyusui yang berhasil didasarkan pada penawaran dan permintaan. Ketika payudara sering dikosongkan, lebih banyak ASI akan diproduksi. Jika bayi tidak berhasil menyusu, ini pasti dapat menyebabkan masalah dengan suplai ASI yang cukup," kata Carney.

2. Susu perah

Jika bayi tidak dapat mengosongkan payudara, Bunda bisa memerah ASI setelah menyusui untuk menjaga suplainya.

3. Ganti posisi

Buat bayi minum dari kedua payudara. Ganti posisi dua atau tiga kali setiap kali memberi ASI, tapi biarkan si Kecil menghabiskan satu payudara dan kemudian beralih ke payudara lainnya. Teknik ini memberikan lemak 'hindmilk' pada bayi. Menggunakan kompresi payudara membantu bayi menyusu lebih lama.

4. Hindari makanan padat

Bagi bayi berusia kurang dari enam bulan, hindari memberikannya makanan padat, air, dan susu formula. Cukup berikan ASI saja ya, Bunda.

5. Istirahat yang baik

Selain makan dengan baik dan penuhi kebutuhan cairan, Bunda juga membutuhkan waktu istirahat dengan baik. Konsumsi makanan yang seimbang dan mengonsumsi lebih banyak cairan.

6. Jauhi alkohol dan nikotin

Konsumsi alkohol dan nikotin berbahaya tidak hanya selama kehamilan, namun juga setelahnya yakni masa menyusui, karena nikotin dan alkohol sendiri dapat membatasi suplai ASI. Selain itu, zat ini juga bisa masuk ke tubuh bayi melalui ASI dan memicu masalah perkembangan.

7. Periksa obat yang dikonsumsi

Jika Bunda minum obat, tanyakan ke dokter apakah obat tersebut mengganggu produksi ASI.

8. Tetap tenang dan santai

Percaya atau tidak, stres memang berperan besar dalam mengurangi produksi ASI, Bunda. Oleh karenanya, meski merasa lelah dan tidak mendapat cukup istirahat, mintalah bantuan dari keluarga agar Bunda dapat sedikit waktu untuk bersantai.

Kuncinya adalah tetap rileks dengan mempraktikkan teknik pengurangan stres yang sehat seperti latihan pernapasan. Ini akan membantu memastikan pasokan susu yang baik.

9. Gunakan bra yang tepat

Mengenakan bra ketat yang menekan daerah dada Anda atau bra yang kaku dapat memengaruhi aliran ASI.

10. Pijat payudara

Memijat payudara akan membantu membuka saluran yang tersumbat, melonggarkan area atau benjolan yang mengeras. Ini tidak meningkatkan produksi ASI tetapi memungkinkan aliran ASI menjadi lebih mudah.

11. Skin to skin

Lepaskan pakaian bagian atas Bunda an biarkan bayi hanya mengenakan popoknya saat menyusui. Gunakan selimut untuk menutupi tubuh Bunda dan bayi, lalu mulainya menyusui. Teknik ini meningkatkan bonding dan membantu melepaskan lebih banyak hormon penghasil ASI.

Nah, semangat mengASIhi ya, Bunda!

Bunda, simak juga perjuangan Winda Idol yang menyusui saat mengalami darah tinggi dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi