sign up SIGN UP search


menyusui

13 Tanda Perlekatan Bayi Kurang Baik Saat Menyusu, Kenali Penyebabnya Yuk

Asri Ediyati Senin, 28 Sep 2020 09:17 WIB
young mother breastfeeding caption
Jakarta -

Masalah menyusui biasanya disebabkan karena perlekatan yang kurang baik. Tahukah Bunda istilah perletan menyusui yang baik?

Perlekatan adalah cara bayi memasukkan puting dan areola ke dalam mulut untuk menyusu. Hal ini penting agar bayi mendapat asupan ASI secara optimal dari Bundanya.

Perlekatan ini benar-benar aspek terpenting dari menyusui. Tanpa pelekatan yang tepat, bayi tidak akan mendapatkan ASI yang dia butuhkan dan payudara tidak akan distimulasi untuk memproduksi lebih banyak.


Terlebih lagi, puting Bunda bisa pecah-pecah dan sangat sakit jika perlekatannya tidak benar. Apa sih penyebab perlekatan bayi tidak benar.

Dalam blog pribadinya, Pendidik Persalinan Bersertifikat AAHCC dan Konselor Pendidikan Laktasi Bersertifikat, Liza Janda, menulis bahwa ada beberapa penyebab bayi tidak melakukan perlekatan dengan baik saat menyusu.

Pertama adalah posisi bayi. Bayi harus diposisikan dengan benar, hidungnya berada di seberang puting, dagu mendekati payudara, mulut terbuka lebar, selebar saat dia menguap untuk melakukan perlekatan yang dalam.

"Lalu, terkadang bayi juga tidak mampu menjulurkan lidah cukup lama untuk mengisap ASI atau membuka mulut cukup lebar untuk mengepakan bibir," tulis Liza.

Kemudian, apa saja tandanya? Berikut tanda bayi tidak melakukan perlekatan dengan baik saat menyusu, dilansir laman resmi Stanford Children's Health:

1. Tidak bangun sendiri untuk memberi isyarat mau disusui.

2. Isyarat mau disusui kurang dari 8 kali dalam periode 24 jam.

3. Bisa juga sebaliknya, bayi memberi isyarat mau disusui 14 kali atau lebih dalam periode 24 jam.

4. Menempel lalu melepaskan payudara berulang kali.

5. Menolak untuk melakukan perlekatan.

6. Tertidur dalam 5 menit setelah menempel atau setelah mengisap hanya 2 atau 3 menit.

7. Tidak mengisap terus menerus selama 7-10 menit pertama menyusui.

8. Menyusu di satu sisi selama lebih dari 30-40 menit.

9. Menyusu lebih dari 45 menit, tanpa merasa puas atau kenyang setelah makan.

10. Menghasilkan kurang dari 3-4 tinja dalam 24 jam. (Tiga hingga empat tinja per hari adalah normal untuk bayi yang berusia lebih dari 1 minggu, dan kurang dari 1 bulan).

11. Bayi tampak memiliki gas dalam perutnya atau mengeluarkan kotoran berwarna hijau, dan berbusa setelah minggu pertama.

12. Menghasilkan kurang dari 6 popok basah dalam 24 jam (bayi menghasilkan 6 popok basah sehari pada akhir minggu pertama).

13. Bayi mengalami kesulitan minum ASI dengan metode pemberian yang lain.

Pastikan bayi tidak mengalami 13 tanda perlekatan yang salah dalam menyusui ya, Bunda. Sehingga mendapatkan ASI yang cukup di awal kehidupannya.

Simak juga cara cegah kehamilan bagi ibu menyusui:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi