sign up SIGN UP search


menyusui

Berapa Lama & Sering Ibu Harus Menyusui Bayi? Bunda Perlu Tahu

Annisa Afani Rabu, 16 Sep 2020 16:15 WIB
Young mother breastfeeding at home, bonding with baby child toddler caption
Jakarta -

Bagi setiap bayi yang baru dilahirkan, air susu ibu (ASI) menjadi hak yang harus diberikan kepadanya ya, Bunda. Karena kandungannya, ASI menjadi nutrisi yang paling sempurna dan terbaik baginya. Pemberiannya ASI harus disesuaikan dengan usianya supaya tercukupi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI secara eksklusif sejak dilahirkan hingga berusia 6 bulan. Pemberian ASI sejak awal kehidupannya sangat bermanfaat karena pada ASI yang keluar pertama atau disebut kolostrum, di dalamnya terkandung antibodi yang dapat menjaga kesehatan si kecil di masa pertumbuhan hingga masa depannya.

Mengutip laman Unair News, memberikan ASI secara eksklusif tanpa selingan lainnya dapat mencegah kematian anak. Beberapa penelitian membuktikan bahwa ada hubungan antara praktek pemberian ASI eksklusif dan kematian bayi.


Di samping itu, memberikan ASI secara eksklusif pada bayi juga dapat membantunya menurunkan risiko penyakit seperti diare ataupun infeksi saluran pernapasan. Selain itu, juga memperkuat ikatan emosional antara Bunda dan buah hati, membantu mempercepat pemulihan postpartum dan memberi efek perlindungan pada kesehatan ibu, seperti kanker ovarium dan payudara.

Pemberian ASI lebih lama dapat melindungi buah hati dari penyakit kronis pada saat mereka dewasa. Selain itu, juga membantu meningkatkan kecerdasan anak.

Faktor yang memengaruhi bayi menyusu ASI

Sementara dalam pemberian ASI, setiap bayi memiliki durasi yang berbeda-beda, bisa lama atau sebentar. Ada beberapa faktor yang memengaruhi lama atau tidaknya bayi menyusui. Mengutip Very Well Family, berikut beberapa faktor tersebut:

1. Usia

Usia mungkin memiliki pengaruh terbesar pada durasi yang dibutuhkan bayi untuk menyusui. Bagi bayi baru lahir, dia membutuhkan waktu untuk berlatih dan belajar, sehingga akan memakan waktu lebih lama. Sementara bagi bayi yang lebih tua, dia akan menjadi lebih profesional dan dapat mengosongkan payudara dalam waktu singkat.

2. Bayi terjaga atau mengantuk

Saat menyusu, bayi bisa mengantuk, sehingga durasi menyusuinya bisa terganggu karena hal tersebut. Untuk itu, Bunda bisa menjaganya untuk tetap terjaga saat menyusu agar tak tertidur sebelum mendapatkan ASI dengan cukup.

3. Aliran ASI

Apabila ASI Bunda dapat mengalir dengan lancar, maka payudara akan memiliki refleks untuk terus menyuplai ASI bagi si kecil saat ia menyusu dengan cepat. "Namun jika Aliran ASI lambat dan kelelahan, bayi Anda perlu waktu lebih lama untuk mendapatkan cukup ASI," kata perawatan terdaftar, Donna Murray.

4. Kesehatan

Bagi bayi prematur atau yang lahir dengan masalah kesehatan tertentu, mungkin dia akan merasa lebih mudah lelah saat sedang menyusu, sehingga waktunya lebih pendek. Untuk mengatasinya, ambillah jeda untuk beristirahat dengan sering dan berikan lagi saat si kecil sudah siap.

5. Pelekatan

Pelakatan adalah cara bayi memasukkan puting payudara Bunda dalam mulutnya. Apabila pelekatan bisa dilakukan dengan baik dan benar, maka dapat membantu bayi mengeluarkan ASI dari payudara dengan lebih efektif dan mendapatkan ASI cukup dalam waktu lebih singkat.

6. Suplai ASI

Bila Bunda memiliki suplai ASI yang rendah atau bayi tengah mengalami lonjakan pertumbuhan, si Kecil mungkin akan menghabiskan lebih banyak waktu menyusui agar mendapatkan lebih banyak ASI.

Berapa lama dan sering ibu menyusui bayi?

Beberapa bayi mungkin bisa menyusui sepenuhnya dalam waktu 8 menit. Sementara yang lainnya membutuhkan waktu selama 30 menit atau lebih untuk mendapatkan jumlah ASI yang sama.

Beberapa faktor di atas dapat memengaruhi jumlah ASI yang dikonsumsi bayi. Karena itu, dikutip dari Very Well Family dan KidsHealth, berikut ini berapa lama dan sering ibu harus menyusui ASI kepada bayinya:

1. Bayi baru lahir

Biasanya Bunda harus menyusui bayi yang baru lahir sekitar 8-12 kali sehari, setidaknya setiap 2 hingga 3 jam dan menyusui selama 10 hingga 15 menit di setiap sisi payudara. Rata-rata 20 hingga 30 menit setiap kali menyusui membantu memastikan bahwa bayi mendapatkan ASI yang cukup

2. Bayi 1 - 2 bulan

Pada usia ini, Bunda mungkin akan akan menyusui bayi sekitar 7-9 kali sehari. Mereka akan menyusu setiap 1,5 hingga 3 jam selama 10 hingga 15 menit di setiap sisi payudara. Namun seiring bertambahnya usia, bayi akan lebih jarang menyusui.

3. Bayi usia 3 - 4 Bulan

Beberapa bulan pertama, waktu bayi menyusu secara bertahap menjadi lebih pendek dan waktu antar menyusui menjadi sedikit lebih lama. Pada saat berusia 3 - 4 bulan, Bunda mungkin hanya sekitar 5 - 10 menit untuk menyusui bayi.

4. Bayi usia 6 - 9 bulan

Dengan dimulainya makanan pendamping ASI (MPASI), Bunda mulai makin jarang menyusui bayi karena mereka menyusu dengan cepat kemudian bermain. Mereka mungkin juga akan menghabiskan lebih banyak waktu menyusui untuk tidur di malam hari.

5. Balita

Menyusui akan terus memberikan bermanfaat bagi anak yang lebih besar, meskipun hal ini bukan lagi menjadi bagian utama dari makanannya. Karena itu, Bunda akan makin jarang menyusui bayi karena bagi balita yang masih menyusui, mungkin dia hanya akan minta sesekali dengan durasi yang cepat.

Kendati demikian, kadang balita mungkin akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menyusu, Bunda. Biasanya, ini dilakukan untuk mencari keamanan atau kenyamanan terutama selama sakit.

Bunda, simak juga yuk cara aman mencegah kehamilan saat menyusui dalam video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi