MENYUSUI
Peneliti China Sebut ASI Bisa Mencegah Bayi dari Infeksi COVID-19
Asri Ediyati | HaiBunda
Kamis, 01 Oct 2020 10:06 WIBPenelitian tentang COVID-19 masih terus dilakukan para ilmuwan di berbagai negara. Kabar terbaru, sebuah tim peneliti di Beijing menguji efek ASI pada sel yang terpapar virus tersebut.
ASI tersebut dikumpulkan pada tahun 2017 di lab, jauh sebelum dimulainya pandemi dan jenis sel yang diuji bervariasi dari sel ginjal hewan hingga sel paru-paru, dan usus manusia muda. Hasilnya pun mengejutkan, karena saat dipaparkan virus yang sama sebagian besar galur virus hidup, mati oleh ASI.
"(ASI) memblokir lampiran virus, masuk dan bahkan replikasi virus setelah masuk," kata Profesor Tong Yigang dari Universitas Teknologi Kimia Beijing, pemimpin tim yang menulis, dikutip dari Today Online.
Menyusui sebelumnya dianggap meningkatkan risiko penularan virus. Di Wuhan, tempat virus pertama kali terdeteksi, bayi baru lahir dipisahkan dari ibu yang dites positif dan diberi makan secara eksklusif dengan formula.
Lalu, Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) AS juga memperingatkan bahwa bayi yang disusui oleh ibu yang dicurigai atau dipastikan membawa COVID-19 juga harus dilihat sebagai suspek.
Tetapi, studi terbaru yang dilakukan Prof Tong mendukung sikap resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa ibu harus terus menyusui bahkan jika mereka mengidap COVID-19.
Badan kesehatan global melacak 46 ibu dengan COVID-19, yang menyusui anak-anak mereka di beberapa negara hingga Juni. Hasilnya, terdapat gen virus terdeteksi dalam ASI tiga ibu, tetapi tidak ada bukti infeksi. Hanya satu anak yang dinyatakan positif dan penularan melalui cara lain tidak dapat dikesampingkan.
Mereka mengamati hampir tidak ada pengikatan atau masuknya virus ke sel-sel ini, dan pengobatan juga menghentikan replikasi virus dalam sel yang sudah terinfeksi.Prof Tong dan koleganya mencampurkan beberapa sel sehat ke dalam ASI, kemudian ASI yang dicampurkan ke beberapa sel sehat itu dihilangkan. Setelah itu, mereka memaparkan sel ke virus.
Mereka menyimpulkan bahwa infeksi dapat dihambat oleh ASI, yang telah diketahui memiliki efek penekan pada bakteri dan virus seperti HIV.
Prof Tong dan rekannya menduga virus corona sensitif terhadap beberapa protein antivirus terkenal dalam susu, seperti laktoferin, tetapi tidak menemukan satu pun protein yang bekerja seperti yang diharapkan.
Sebaliknya, mereka mengatakan bahan yang paling disukai untuk menghambat virus adalah whey, yang mengandung beberapa protein berbeda.
Air dadih sapi dan kambing mampu menekan strain virus hidup sekitar 70 persen, menurut penelitian Prof Tong. Sebagai perbandingan, khasiat whey manusia mencapai hampir 100 persen.
ASI mampu menghilangkan virus dalam jenis sel yang lebih luas, tetapi para peneliti mengatakan, tidak jelas apa yang menyebabkan perbedaan tersebut.
Prof Tong dan koleganya mengatakan mereka belum menemukan tanda-tanda kerusakan yang disebabkan oleh ASI, yang "mendorong proliferasi sel" (perbanyakan sel) saat membunuh virus.
Beberapa orang tua diketahui menggunakan ASI donor untuk memberi makan bayi mereka, yang sering kali dipasteurisasi untuk menghilangkan potensi kontaminasi.
Namun, tim peneliti China menemukan bahwa memanaskan susu hingga 90 derajat Celsius selama 10 menit menonaktifkan protein whey, menyebabkan tingkat perlindungan terhadap virus corona turun hingga di bawah 20 persen.
"Penting untuk mengidentifikasi faktor kunci untuk pengembangan obat antivirus lebih lanjut," kata Prof Tong, dikutip dari South China Morning Post.
Simak juga tips memperbanyak ASI saat ibu menyusui sedang menstruasi:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Masih Perlukah Ibu Hamil dan Menyusui Dapatkan Vaksin COVID-19?
Adakah Makanan Ibu Menyusui yang Tak Disukai Bayi dan Membuatnya Rewel?
Penjelasan Dokter Mengenai ASI Cegah dan Sembuhkan Bayi dari COVID-19
Bunda Perlu Tahu, WHO Sebut Tak Ada Virus Corona yang 'Hidup' di ASI
TERPOPULER
Dituding Catut Nama Profesor Jerman, Ini Penjelasan Dosen Indonesia soal Kasus Jurnal
5 Drakor Medis Terbaik Berating Fantastis, Ada Doctor X Hingga Dr. Romantic
Kebiasaan Orang Tua Ini Bisa Membuat Anak Merasa Bersalah Meski Tak Salah
Cara Mengenali Orang IQ Tinggi dari Cara Main Media Sosial
Istri Dokter Gia Pratama Hamil Anak Pertama setelah 8 Th Nikah, Begini Perjalanan Promilnya
REKOMENDASI PRODUK
Sejumlah Negara Imbau Warga Siapkan Stok Makanan, Ini 5 Pilihan yang Awet & Enak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Kostum Halloween Karakter Anime Perempuan yang Ikonik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Kukus 3 Susun Stainless Terbaik Multifungsi dan Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Parfum Bayi yang Aman & Wanginya Tahan Lama
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Tripod HP Terbaik untuk Bikin Konten, Foto, dan Video
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Haru, Enno Lerian Ungkap Terima Kasih untuk Sang Putra yang Bantu Wujudkan Warung Impian
Kebiasaan Orang Tua Ini Bisa Membuat Anak Merasa Bersalah Meski Tak Salah
Dituding Catut Nama Profesor Jerman, Ini Penjelasan Dosen Indonesia soal Kasus Jurnal
5 Drakor Medis Terbaik Berating Fantastis, Ada Doctor X Hingga Dr. Romantic
Cara Mengenali Orang IQ Tinggi dari Cara Main Media Sosial
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Nggak Mau Repot dengan Kabel Printer? Cek Pilihan HP Smart Tank Ini
-
Beautynesia
5 Fakta Kim Ji Yeon, Perjalanan Kariernya dari Idol hingga Jadi Aktris
-
Female Daily
Kostum Halloween Heidi Klum 2026 Bikin Heboh, Tampil Jadi Tangan Manusia Raksasa yang Menyeramkan!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Sinopsis All the Devil's Men di Bioskop Trans TV Hari Ini
-
Mommies Daily
Muhadkly Acho, Antara Takut Kurang Cukup dan Usahanya Hadir Utuh buat Anak