sign up SIGN UP search


menyusui

7 Penyebab Ibu Menyusui Gagal Berikan ASI Eksklusif, Bunda Perlu Tahu

Annisa Afani Rabu, 04 Nov 2020 15:30 WIB
Ibu menyusui caption
Jakarta -

Air susu ibu (ASI) merupakan nutrisi penting untuk bayi. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.

MemberikanĀ ASI eksklusif memberikan banyak manfaat untuk bayi. Beberapa manfaat tersebut, yakni meningkatkan kecerdasan, menjaga daya tahan tubuh, terhindar dariĀ risiko infeksi, dan menjaga tumbuh kembangnya tetap optimal.

"Pemberian ASI eksklusif melindungi bayi dari asma, bahkan setelah usia 5 tahun," kata konsultan laktasi Melissa Kotlen, dikutip dari Very Well Family.


Meski hampir semua wanita bisa menyusui, namun ada sejumlah ibu yang tidak bisa menyusui atau tidak boleh menyusui bayinya. Hal ini gagalnya program ASI eksklusif.

Penyebab ASI eksklusif gagal diberikan

Ada beberapa faktor yang dapat mengakibatkan gagalnya pemberian ASI eksklusif kepada bayi, Bunda. Dikutip dari berbagai sumber, berikut penyebabnya:

1. Pasokan ASI rendah

Dalam studi Pediatrics, pasokan ASI rendah adalah penyebab nomor satu ibu memilih berhenti menyusui sebelum bayi berusia 6 bulan. Beberapa ibu menyusui gagal memberi ASI eksklusif karena merasa pasokan ASI miliknya rendah, Bunda.

Biasanya, pasokan ASI rendah disebabkan oleh beberapa kondisi, yakni:

  • Jaringan kelenjar tidak mencukupi
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
  • Hipotiroidisme
  • Memiliki riwayat operasi payudara seperti mastektomi atau operasi pengecilan payudara
  • Memiliki riwayat perawatan radiasi, misalnya dalam pengobatan kanker payudara

Untuk mengatasinya, ibu menyusui bisa berkonsultasi dengan dokter atau konsultan laktasi agar mendapat perawatan serta obat untuk meningkatkan suplai ASI dengan tepat. Namun perlu diketahui meski pasokan ASI sedikit, jumlah yang dapat Bunda berikan kepada anak baik untuk mereka, jadi sebaiknya tetap lanjutkan memberikan ASI karena justru bisa meningkatkan produksi ASI.

"Semakin banyak payudara Anda terstimulasi, semakin banyak ASI yang Anda hasilkan," kata konsultan laktasi di Silver Cross Hospital di New Lenox, Katy Lebbing, dikutip dari Parents.

2. Ibu dalam masa pengobatan

Banyak obat yang enggak cocok bagi ibu dalam masa menyusui, Bunda. Bahkan, beberapa di antaranya mungkin ada yang berbahaya bagi bayi, dan menyebabkan penurunan suplai ASI.

"Ibu tidak dapat menghasilkan suplai ASI yang sehat, atau mungkin mereka harus minum obat dalam menjalani perawatan medis yang tidak aman selama menyusui," kata perawat bersertifikat, Donna Murray, dikutip dari Very Well Family.

Beberapa obat yang tidak disarankan dikonsumsi selama menyusui ini adalah obat-obatan kemoterapi, antiretroviral, yodium radioaktif, penenang, mengatasi kejang, dan obat-obatan yang dapat menyebabkan kantuk dan menekan kemampuan pernapasan.

Sementara beberapa obat yang dapat menurunkan suplai ASI, yakni dengan fungsi mengatasi flu dan sinus. Ini karena obat-obatan tersebut mengandung pseudoefedrin dan jenis kontrasepsi hormonal tertentu.

"Bicaralah dengan dokter Anda sebelum memulai pengobatan baru dan selalu beri tahu dokter bahwa Anda sedang menyusui. Jika Anda harus minum obat, tanyakan apakah aman digunakan saat Anda menyusui atau apakah ada alternatif yang aman," tutur Murray.

3. Ibu kembali bekerja

Kembali bekerja adalah salah satu alasan paling umum wanita berhenti menyusui secara eksklusif atau menyapih bayi. Faktanya, wanita yang cuti melahirkan kurang dari enam minggu memiliki kemungkinan empat kali lebih besar untuk berhenti menyusui dibandingkan dengan wanita yang tidak kembali bekerja.

Sementara ibu yang cuti hingga 12 minggu sedikit lebih baik. Mereka hanya dua kali lebih mungkin untuk menyapih dibanding ibu yang tidak kembali bekerja.

4. Kelelahan fisik dan emosi

Ibu menyusui membutuhkan banyak energi, sehingga bisa menyebabkannya kelelahan. Selain itu, mereka juga mudah mengalami stres. Stres bisa memengaruhi produksi ASI.

Menurut sebuah studi, ketika kelelahan, ketidaknyamanan, dan kecemasan seorang ibu meningkat, kebahagiaannya dan keluarganya menggantikan tujuan pemberian ASI eksklusif.

"Wanita memperkenalkan susu formula atau berhentiĀ menyusui dalam upaya memperbaiki situasi, dan ini dapat menyebabkan perasaan gagal dan bersalah," kata penulis utama studi, Pat Hoddinott.

5. Kurang mendapat dukungan

Ibu menyusui yang kurang mendapat dukungan dari keluarganya juga bisa menyebabkan pemberian ASI eksklusif gagal. Dukungan tersebut, berupa dukungan informasi, emosional, finansial, dan instrumental.

Salah satu dukungan nyata yang dibutuhkan ibu menyusui, seperti membantu merawat bayi, memberikan makanan bergizi untuk ibu, dan waktu istirahat.

6. Memiliki penyakit menular

Ada infeksi yang mudah diobati dan tidak mengganggu atau membahayakan bayi dalam proses menyusui, Bunda. Namun, ada pula beberapa penyakit menular ada yang dapat ditularkan ke bayi melalui ASI, seperti HIV, HTLV 1-2, dan herpes di payudara.

7. Mitos

Mengutip laman Unair News, masih banyaknya mitos yang berkembang di masyarakat bahwa menyusui bisa merusak keindahan payudara, bayi akan tetap lapar jika tidak diberi bubur, menyusui akan membuat bayi semakin lapar. Mitos-mitos tersebut membuat para ibu tidak yakin untuk menyusui bayinya, sehingga gagal memberikan ASI eksklusif.

Tips sukses memberikan ASI eksklusif

Nah, supaya Bunda sukses memberikan ASI eksklusif ke buah hati, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yakni:

  • Pastikan untuk menyusui bayi dalam satu jam pertama setelah dilahirkan.
  • Susui bayi sesuai kemauannya dan sesering keinginannya.
  • Supaya bisa menyusui bayi secara langsung di sela waktu tidurnya, Bunda sebaiknya tidur dengan bayi.
  • Jangan memberikan suplemen atau air putih kepada bayi selama enam bulan pertama kehidupannya.
  • Sebaiknya jangan menggunakan dot atau botol susu demi mencegah bayi mengalami bingung puting ketika menyusui langsung dari payudara ibu.
  • Cari informasi dan pengetahuan mengenai ASI eksklusif.
  • Ikuti komunitas ibu menyusui untuk mendapatkan informasi dan saling mendukung dalam memberikan ASI eksklusif.
  • Beri tahu dokter jika Bunda ingin memberikan ASI eksklusif kepada buah hati supaya sukses.
  • Minta bantuan keluarga atau pasangan dalam merawat dan memberikan ASI eksklusif untuk buah hati.
  • Jika Bunda kembali bekerja, pompa ASI di tempat kerja, dan simpan di wadah yang bersih dibanding harus memberikan susu formula.

Semoga informasi ini membantu ya, Bunda.

Bunda, simak juga yuk cara aman cegah kehamilan bagi ibu menyusui dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi