sign up SIGN UP search

menyusui

ASI Eksklusif: Pengertian, Kandungan, Serta 10 Manfaatnya untuk Bunda & Si Kecil

Tim HaiBunda Minggu, 21 Nov 2021 21:10 WIB
Ilustrasi ibu menyusui Ilustrasi ASI Eksklusif/Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila_Fadzeyeva
Jakarta -

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber asupan nutrisi pada bayi yang baru saja lahir. Di mana sifat dari ASI sendiri adalah ekslusif karena harus diberikan dari bayi yang berusia 0 hingga 6 bulan.

Di dalam fase ASI eksklusif ini, seorang Bunda harus dengan tepat memperhatikan pemberian kualitas ASI supaya nantinya tidak mengganggu tahap dari perkembangan Si Kecil selama 6 bulan pertama sejak kelahirannya. Hal itu dikarenakan merupakan golden period perkembangan bayi hingga berusia dua tahun.

Keampuhan ASI sebagai nutrisi bayi sudah terbukti dari ragam penelitian. American Academy of Pediatrics (AAP) misalnya yang merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dan terus dilakukan bahkan setelah makanan padat diperkenalkan (MPASI).


Canggih! Peneliti Klaim Bisa Memproduksi ASI di LaboratoriumIlustrasi ASI Eksklusif Foto:iStock

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun merekomendasikan menyusui hingga usia 2 tahun atau lebih. Bahkan selama pandemi ini disarankan agar ASI berlanjut setelah dua tahun karena terbukti meningkatkan daya tahan tubuh terhadap gempuran virus Corona.

Pengertian ASI Eksklusif

Eksklusif menurut KBBI adalah 'terpisah dari yang lain'. Dengan begitu dinamakan ASI yang eksklusif dikarenakan sejak bayi usia 0 hingga 6 bulan hanya ASI-lah yang menjadi makanan sekaligus minuman si Kecil. Di dalam rentang waktu 6 bulan tersebut, maka bayi hanya boleh meminum ASI dan tidak boleh diberikan minuman ataupun makanan yang lain. Bunda juga dilarang memberi air putih karena hanya akan membuatnya kenyang air dan menolak ASI.

Kemudian setelah berusia 6 bulan ke atas, maka bayi sudah bisa diperkenalkan dengan beberapa jenis makanan yang lain, tetapi masih tetap diberikan ASI. Maka itulah dinamakan sebagai MPASI atau Makanan Pendamping ASI.

Oleh karena itu, sebaiknya pemberian ASI harus terus berlanjut hingga bayi genap berumur dua tahun. Namun, yang perlu diingat adalah pemberian ASI pada bayi umur 6 bulan hingga dua tahun sudah tidak eksklusif lagi ya, Bun karena sudah ada makanan lain selain ASI ke dalam tubuhnya.

Lalu, pernahkah Bunda mendengar mitos mengenai bayi yang diberikan air gula, air putih, madu, ataupun air teh kepada bayi sambil menunggu ASI yang belum juga keluar? Ini adalah pemahaman yang keliru ya, Bun karena dengan memberikan asupan lain malah menghambat produksi ASI di tubuh Bunda.

Ingatlah bahwa ASI akan dirangsang sempurna berdasarkan isapan Si Kecil di payudara Bunda. Makin sering ia menyusu langsung, makin banyak pula produksi ASI Bunda. Begitu pula dengan memompa ASI, makin sering Bunda mengosongkan payudara maka tubuh akan secara alami mengisi payudara kembali. Dengan begitu, ASI akan dihasilkan secara alami dan disesuaikan dengan kebutuhan bayi.

Khusus untuk kasus Bunda yang pernah memberikan air putih/air gula/madu kepada Si Kecil dan tetap memberikan ASI di 6 bulan usia pertamanya, maka ini bukan lagi disebut ASI eksklusif. Kondisi tersebut lebih sesuai disebut dengan ASI predominan.

ASI predominan merupakan ASI yang diberikan kepada bayi pada masa pemberian ASI yang ekslusif, tetapi pernah memberikannya dengan sedikit air ataupun minuman selain ASI yang berbasis air. Selain itu juga terdapat istilah ASI parsial yang merupakan pemberian ASI pada masa ASI eksklusif 6 bulan diiringi dengan pemberian minuman ataupun makanan buatan selain dengan ASI. Asupan yang selain ASI dapat berupa bubur, susu formula, asupan lain sebelum bayi berusia 6 bulan.

ASI predominan ataupun ASI parsial merupakan pemberian ASI yang lebih baik tidak disebut dengan nama ASI yang eksklusif. Hal itu dikarenakan adanya proses pelibatan pemberian minuman ataupun makanan selain ASI.

Kandungan ASI Eksklusif

Cairan pertama yang akan keluar pada saat menyusui adalah ASI dengan warna yang bening dan kekuningan. Cairan tersebut dinamakan dengan kolostrum. Walaupun warnanya tidak menyerupai susu pada umumnya, janganlah Bunda membuangnya karena kolostrum sendiri adalah cairan yang mempunyai banyak sekali zat gizi.

Kandungan yang terdapat di dalam kolostrum adalah adanya antibodi, sel darah putih, dan vitamin A yang sangat baik untuk kebutuhan bayi. Setelah kolostrum habis, maka cairan ASI akan berubah warna menjadi putih susu pada umumnya.

Hal lain yang menyebabkan pentingnya ASI eksklusif selain kolostrum adalah kandungan dari ASI itu sendiri karena terdapat berbagai zat gizi penting. ASI diketahui sudah mencakup adanya karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan protein.

Ilustrasi ibu menyusui makan makanan bervitaminIlustrasi ibu ASI/ Foto: iStock

Manfaat ASI Eksklusif

Manfaat dari pemberian ASI yang eksklusif bisa dinikmati untuk Bunda dan Si Kecil lho. Jika dirangkum ada 10 manfaat dari ASI eksklusif, yaitu:

A. Manfaat ASI Eksklusif untuk Bunda

1. Tubuh cepat langsing

Ketika seorang ibu menyusui, maka bisa membakar kalori sehingga dapat membantu untuk mengurangi berat badan berlebih setelah melahirkan. Beberapa studi menyebut dalam sehari menyusui Si Kecil bisa membakar sekitar 500 kalori.

2. Mencegah terjadinya kanker payudara

Selain bisa bermanfaat untuk menstabilkan kesehatan fisik serta mental Bunda, pemberian ASI eksklusif juga dapat meminimalkan terjadinya risiko kanker payudara. Ini karena wanita yang menyusui mengalami perubahan hormonal selama menyusui dan dapat menunda periode menstruasi. Hal ini dapat mengurangi paparan hormon seperti estrogen yang dapat meningkatkan pertumbuhan sel kanker payudara.

3. Mengurangi terjadinya perdarahan

Ketika sedang menyusui, Bunda akan mengeluarkan hormon oksitosin yang bisa membantu rahim untuk berkontraksi. Kondisi inilah yang dapat mengurangi terjadinya resiko perdarahan pasca persalinan sekaligus bisa bermanfaat untuk mempercepat bentuk rahim kembali seperti sebelum kondisi hamil.

4. Hemat pengeluaran

Selama proses pemberian ASI yang eksklusif tentunya Bunda tidak akan membutuhkan membeli susu formula sehingga mengurangi pengeluaran di dalam proses membeli susu. Tentunya hal ini dapat menghemat pengeluaran Bunda, bukan?

5. Dapat mengatasi trauma persalinan

Keuntungan ASI eksklusif adalah bisa bermanfaat untuk menghilangkan rasa trauma yang muncul pada saat persalinan. Dengan adanya kehadiran Si Kecil tentunya bisa menjadi penambah penyemangat hidup bagi seorang Bunda.

Khusus untuk Bunda yang mengalami Baby Blues Syndrome, sabar ya Bun. Lawan pemikiran negatif mengenai Bunda dan Si Kecil, berikan terus ASI kepadanya secara eksklusif. Melalui proses menyusui terus-menerus dengan Bunda memeluk dan menciumnya, maka perlahan-lahan rasa trauma akan bisa hilang dengan sendirinya. Bunda pun juga sudah bisa terbiasa dengan proses menyusui tersebut.

6. Merupakan KB alami

Ketika seorang Bunda memberikan ASI yang eksklusif bisa menghambat proses ovulasi. Metode ini sendiri sering disebut dengan amenore laktasi. Supaya Bunda bisa mendapatkan manfaatnya, maka disarankan untuk selalu siap menyusui Si Kecil kapanpun dia membutuhkannya.

Tapi perlu diingat bahwa metode KB alami ini hanya berlangsung di tiga bulan pertama dan hanya pada Bunda yang belum mengalami menstruasi ya. Maka itu untuk bisa memperkecil kemungkinan hamil, Bunda juga disarankan memasang kontrasepsi lain yang aman selama proses menyusui.

B. Manfaat ASI Eksklusif untuk Bayi

Copy-spaced image of a mother feeding her little baby from the milkbottleIlustrasi bayi ASI/ Foto: iStock

7. Membantu perkembangan fisik dan otak bayi

Salah satu manfaat pemberian ASI eksklusif bagi Si Kecil adalah dapat membantu proses perkembangan fisik dan otak bayi. Hal itu dikarenakan kandungan hebat pada ASI yang penuh dengan protein, karbohidrat, serat, dan vitamin. Oleh karena itu, selama 6 bulan tersebut ASI yang diperoleh oleh Si Kecil akan bisa memberikan dampak besar untuk pertumbuhan fisik, mental, dan mencegah berbagai alergi di masa depannya.

8. Tulang bayi menjadi lebih kuat

Seorang bayi yang mendapatkan ASI selama 6 bulan atau lebih akan mempunyai tulang belakang dan tulang leher yang lebih kuat apabila dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapatkannya. Oleh karena itu, ASI yang eksklusif mempunyai peranan penting untuk bisa menunjang pertumbuhan tulang dari bayi supaya menjadi lebih kuat.

9. Memperkuat bonding Bunda dan Si Kecil

Ketika sedang menyusui, Bunda akan bersentuhan langsung dengan kulit Si Kecil. Proses skin to skin dan kontak mata antara Bunda dengannya inilah yang bisa memperkuat ikatan batin kalian.Disarankan juga pada saat menyusui agar Bunda tidak teralihkan dengan handphone atau gadget lainnya. Fokus pada sentuhan dan kehadiran Si Kecil ya, Bun.

10. Mencegah terkena penyakit

Pemberian ASI yang eksklusif dapat meningkatkan ketahanan tubuh atau imunitas bayi. Oleh karena itu bisa digunakan untuk mencegah bayi dari terkena berbagai macam penyakit yang bisa saja mengancam kesehatannya di masa depan. Pencegahan penyakit ini sudah terbukti secara ilmiah dan membuat ASI ekslusif makin disarankan untuk Bunda.

Itulah informasi terkait dengan pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi Si Kecil. Selama Bunda mampu untuk memberikannya, maka berikanlah ASI yang kerap disebut sebagai 'emas cair' ini ya.

Agar ASI makin bergizi, jangan lupa juga agar Bunda mengonmsi makanan sehat seperti mengonsumsi buah, sayuran, makanan berserat, perbanyak minum air putih, susu, daging tanpa lemak. Bahkan beberapa pakar laktasi juga memperbolehkan lho untuk Bunda makan cokelat atau makanan kesukaan apa pun dari Bunda. Karena makanan yang disukai Bunda akan menghasilkan kebahagiaan yang akhirnya membuat ASI berlimpah. (PK)

Simak juga video berikut mengenai penyebab produksi ASI turun, waspada Bun!

(ziz/ziz)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!